Aceh Harus Jadi Pusat Kajian Islam Internasional

Gema Jumat, 30 Oktober 2015 Banda Aceh (Gema) Aceh sebagai daerah yang dijuluki Serambi Mekkah dapat menjadi pusat kajian Islam Internasional, dengan Masjid Raya Baiturrahman sebagai lambang kemegahan dan kebanggaan rakyat Aceh, untuk dijadikan pusat kegiatan ke-Islaman berskala lokal, nasional maupun internasional. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah dalam sambutanya saat menghadiri … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Gema Jumat, 30 Oktober 2015
Banda Aceh (Gema) Aceh sebagai daerah yang dijuluki Serambi Mekkah dapat menjadi pusat kajian Islam Internasional, dengan Masjid Raya Baiturrahman sebagai lambang kemegahan dan kebanggaan rakyat Aceh, untuk dijadikan pusat kegiatan ke-Islaman berskala lokal, nasional maupun internasional.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah dalam sambutanya saat menghadiri penutupan Muzakarah Masalah Keagamaan yang dilaksanakan di Aula Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, Selasa (27/10).
“Muzakarah Ulama seperti ini kiranya dapat dilakukan secara berkala, dan jika memungkinkan alangkah baiknya penyelenggaraan muzakarah ini, kita lakukan dengan melibatkan dan mengundang Ulama-Ulama dari luar Aceh, bahkan dari Asia Tenggara, Timur Tengah dan Manca Negara,” ujar Gubernur Zaini.
Hal tersebut dapat dicapai karena Aceh selama ini telah menjalankan pelaksanaan Syariat Islam dan telah melahirkan banyak ulama yang berpengaruh di nusantara.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Gubernur mengajak para alim Ulama untuk terus memperkuat Ukhuwah Islamiyah sehingga kita sama-sama berikhtiar, bekerja keras, bahu membahu membangun Aceh menuju baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
“Kita persatukan hati dan satukan gerak langkah kita untuk membangun yang lebih baik lagi di masa depan. Perbedaan yang ada, bukanlah menjadi halangan bagi kita untuk bekerja membina ummat, karena perbedaan itu pada hakikatnya adalah sunnatullah ” kata Zaini Abdullah.
Dalam menghadapi berbagai perbedaan pendapat. Gubernur Zaini menghimbau agar masyarakat dapat menerima dan menghargai perbedaan dengan penuh toleransi dan semangat perAceh Harus Jadi Pusat Kajian Islam Internasional saudaraan.
“Kita jadikan perbedaan sebagai energi kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan dan ukhuwah di antara sesama kita, dalam membangun dan membina ummat” ujar Zaini.
Penutupan Muzakarah tersebut turut dihadiri oleh, Ulama kharismatik Aceh, Tgk. H. Muhammad Amin Mahmud (Abu Tumin), Tgk. H. Usman Ali (Abu Kuta), Tgk. H. Mustafa Puteh, Waled Nuruzzahri (Waled Nu), Waled Marhaban dan Ulama lainya serta perwakilan MPU se-Aceh. (Hayatullah Pasee/rel)

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Ibu Rumah Tangga Boleh Berkarir

Sudah lama saya ingin menulis tentang karir ibu rumah tangga, tetapi kali ini rencana tersebut dikabulkan oleh Allah SWT. Ketika kita melihat kehidupan alami didalam

Media dan Jurnalis beradab

Pemimpin Redaksi Media online, Theacehpost, Nasir Nurdin terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Periode 2021-2026. Nasir Nurdin terpilih sebagai ketua dalam Konferensi Provinsi (Konferprov) XII yang diselenggarakan di Hermes Palace

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman