Berhaji Terima Rp6 Juta 

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Naik haji dapat fulus. Begitulah

...

Naik haji dapat fulus. Begitulah kira-kira ungkapan dari jamaah haji luar Aceh mendengar cerita jamaah menerima riyal di Mekkah.  Sudah 14 tahun atau 14 musim haji, jamaah haji menerima uang sekitar Rp4-6 juta per jamaah.  Jika dihitung secara kasar, setiap musim haji sebelum Covid-19  terdapat sekitar  5 ribu jamaah haji Aceh  yakni 5.000  jamaah x 14 musim haji = 70 ribu  jamaah haji sudah menerima uang wakaf Baitul Asyi.

Tahun ini adalah musim haji perdana pasca Covid-19.  Sekitar  2 ribu jamaah haji Aceh menerima uang warisan – bukan  uang arisan yang butuh disetor – dari pengurus  Wakaf Baitul Asyi. Insya Allah jamaah haji  Aceh ini bakal menerima uang wakaf sampai kiamat.  Demikian maklumat nazir Syaikh Abdul Latif Baltou ketika memberikan  1.500 riyal (Rp6 juta)  pada 22 Juni 2022. Dan ada kemungkinan uang ini akan terus bertambah tergantung hunian hotel.    Dana itu dibagikan setelah tiga hari tiba di Mekkah tanpa  boleh diwakilkan.

Syaikh Abdul Latif Baltou sudah jadi nazir wakaf selama 15 tahun yang diamanahkan oleh Mahkamah Kerajaan Arab Saudi. Sekitar 70 juta riyal atau dikonversikan ke rupiah mencapai ratusan miliaran rupiah sudah masuk ke kantong jamaah haji Aceh. Setelah menerima amanah ini, dia terbang ke Aceh  dan bertemu Menteri Agama Maftuh Basyuni. Ada kesepakatan untuk membagikan uang kepada jamaah haji Aceh sebagai ganti dari biaya tempat tinggal jamaah haji Aceh di Mekkah dan Madinah.

Kisah uang ini berasal bermuara dari Habib Bugak yang sebelum ke Aceh mewakafkan sebuah rumah yang digunakan oleh orang-orang Aceh dan dikembangkan oleh para nazir hingga  sekarang. Habib Bugak Asyi berasal dari Mekkah berlayar ke Aceh sekitar tahun 1760 pada masa pemerintahan Sultan Alauddin Mahmud Syah I serta menetap di Aceh dan menjadi orang kepercayaan Sultan Aceh pada masa itu hingga dikebumikan di Bireuen.

 

Wakaf Baitul Asyi ini merupakan wakaf Habib Bugak Asyi yang sekarang disebut wakaf Baitul Asyi atau wakaf rumah Aceh.  Wakaf yang usianya sudah 200 tahun lebih ini dulunya merupakan wakaf kecil.

 

Seiring waktu, wakaf ini terus berkembang menjadi wakaf produktif yakni berupa tanah, penginapan, dan unit usaha lain di Mekkah seperti di sekitaran Masjidil Haram. Ada tiga hotel mewah dan berbagai unit usaha di Mekkah.  Wal hasil wakaf produktif itu bisa menghasilkan pundi-pundi riyal. Yang namanya hotel di sekitar Mekkah itu tidak pernah sepi  dari tamu kecuali di masa 2 tahun Covid-19.

 

Berhaji mendapat uang adalah sisi lain dari keikhlasan pewaris Habib Bugak dan kejujuran ahli waris menjaga amanah itu selama ratusan tahun. Pemberian uang wakaf ini baru dilakukan setelah Gubernur Aceh Abdullah Puteh mengirim tim ke Mekkah untuk menelusuri harta warisan Aceh.

 

Habib Bugak  telah memberikan contoh kepada  umat untuk mewakafkan hartanya. Selayaknya, jamaah haji dari Aceh yang telah menerima  rezeki dari Habib Bugak mampu melanjutkan tradisi yakni mewakafkan sebagian wakaf Habib Bugak yang sudah masuk ke sakunya.

Sebut saja, jika Rp6 juta masuk ke tas yang dililitkan di leher, ada keikhlasan mewakafkan sebagian uang warisan dalam bentuk bangunan di Aceh. Uang wakaf diwakafkan lagi secara personal atau berjamaah sehingga berdiri bangunan yang dibangun dengan cara meuripe sesama anggota jamaah haji asal Aceh.  Generasi penerima wakaf yang kemudian dengan uang wakaf tersebut dijadikan unit produktif. Dari wakaf produktif di Mekkah ke wakaf produktif di Serambi Mekkah.

Tidak ada paksaan kepada jamaah haji  untuk bershadaqah. Salah satu dari indikasi haji mabrur yakni sebelum dan sesudah berhaji, aksi berinfaq, berwakaf, bershadaqahm dan sebagainya semakin melangit yang dirasakan oleh umat yang membumi.  Ali Imran ayat 92 menegaskan  “Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui.” [Murizal Hamzah]

Dialog

Pustaka Baiturrahman

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman