BreakingNews

Berselawat kepada Rasulullah

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya selawat kepada Nabi(1). Wahai orang-orang yang beriman berselawatlah kamu kepadanya dan ucaplah salam penghormatan kepadanya.”  (QS. Al-Ahzab: 56). Selawat adalah jamak dari kalimat shalat yang berarti doa atau seruan kepada Allah SWT.  Dari segi bahasa, selawat bermaksud mendoakan atau memohon berkah kepada Allah SWT dan melimpahkan Rahmat-Nya untuk Nabi dengan ucapan, kenyataan dan pengharapan, semoga beliau … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

4
H. Basri A Bakar

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya selawat kepada Nabi(1). Wahai orang-orang yang beriman berselawatlah kamu kepadanya dan ucaplah salam penghormatan kepadanya.”  (QS. Al-Ahzab: 56).
Selawat adalah jamak dari kalimat shalat yang berarti doa atau seruan kepada Allah SWT.  Dari segi bahasa, selawat bermaksud mendoakan atau memohon berkah kepada Allah SWT dan melimpahkan Rahmat-Nya untuk Nabi dengan ucapan, kenyataan dan pengharapan, semoga beliau (Nabi) senantiasa sejahtera.
Setiap umat Islam berkewajiban mencintai Allah SWT dan Rasulullah SAW. Sebagai buktinya seseorang akan mengerjakan segala suruhan Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya dengan sepenuh hati dan ikhlas. Selawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan ibadah yang sangat mulia dan dianjurkan. Ucapan selawat mengandung berbagai kelebihan dan keistimewaan, antara lain mendapatkan pertolongan dan perlindungan dari Nabi Muhammad SAW serta memperolehi ganjaran yang besar dari Allah di hari akhirat kelak. Rasulullah bersabda : Barangsiapa yang berselawat kepadaku (Muhammad SAW) satu kali saja, maka aku akan berselawat kepadanya sepuluh kali”.
Tara cara dalam membaca selawat harus dimulai dengan niat ikhlas da rasa cinta serta dengan sikap hormat kepada Nabi. Dalam penjelasan hadis (akhbar al-hadis) disebutkan bahwa apabila seseorang membaca selawat tidak disertai dengan niat dan perasaan hormat kepada Nabi, maka timbangannya tidak lebih, hanya berat sekadar sehelai bulu sayap.
Ada tiga hal yang timbangannya tidak lebih berat dari pada selembar bulu sayap, yaitu: Solat yang tidak disertai dengan tunduk dan khusyuk. Zikir dengan tidak dalam keadaan sadar. Membaca selawat untuk Nabi Muhammad SAW tidak disertai dengan niat dan rasa hormat.
Dengan demikian berselawat kepada Rasulullah harus memiliki kesopanan dan etika tersendiri, misalnya dibarengi dengan suara yang lembut dan tidak seperti orang berteriak, karena selawat itu berupa doa yang diucapkan secara khusyuk.
 

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Remaja MRB Bakti Sosial di Pulo Aceh

GEMA JUMAT, 27 SEPTEMBER 2019 Banda Aceh (Gema) – Remaja Masjid Raya Baiturrahman (Remaja MRB) bersama Pengurus MRB baru saja kembali dari Pulo Aceh (23/9/2019)

Ali dan  Nasrani Tua

GEMA JUMAT, 14 SEPTEMBER 2018 Kisah Ali bin Abi Thalib tidak pernah kering.  Selalu ada kisah darinya yang jadi iktibar yakni ketika pada suatu subuh

Mensyukuri Kitab-kitab Suci

Gema, 21 Mei 2018 Saudaraku, di antara keutamaan menghidupkan malam dengan mendirikan shalat tarawih dan aktivitas ibadah di siang hari Ramadhan keempat ini adalah dicurahkannya

Puasa Batin

GEMA JUMAT, 26 MEI 2017 Oleh Murizal  Hamzah Insya Allah, besok  seluruh umat Islam akan menunaikan ibadah puasa. Kita semua sudah paham, ibadah wajib tahunan

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman