BreakingNews

Gema Jum’at, 29 April 2016
“Katakanlah: “Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudaratan kepada kita dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): “Marilah ikuti kami”. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam” (QS. al-Anam 71)
Dalam ayat ini dijelaskan alasan secara logis mengapa kita tidak perlu menyembah Tuhan selain Allah SWT. Disini dijelaskan karena sesuatu yang kita anggap ‘Tuhan’ tidak dapat memberikan mudharat dan tidak dapat memberikan manfaat. Dalam hal ini kemanfaatan bisa jadi berbentuk keamanan, kesenangan, kebahagiaan, kenyamanan, kekayaan atau kehidupan yang baik dan lain-lain. Adapun kemudharatan dalam konteks ini bisa saja berupa ketakutan, kesedihan, kegundahan, kemiskinan, kematian, kehidupan yang carut marut dan lain-lain.
Allah SWT menjelaskan betapa buruknya orang yang telah mengambil ‘tauhid’ sebagai jalan hidup kemudian berpaling mencari ke ‘akidah’ lain yang tidak berdasarkan tauhid. Secara tidak langsung Allah menyatakan: “Apabila kamu telah beriman kepada Allah dan bertauhid, maka peganglah sampai akhir hayat, jangan ragu-ragu apalagi mencari agama atau akidah lain”.
Pada zaman modern, oleh sikap kritis manusia terhadap agama, banyak yang menjadi atheis dan banyak juga yang menjadi muslim sejati. Pilihan bagi kita yang telah hidup dalam keluarga muslim, tentu tidak susah lagi mendapatkan kebenaran dalam beragama. Cuma mungkin kita dibingungkan oleh dogma-dogma keagamaan yang sumbernya tidak jelas, atau tradisi turun temurun adat istiadat yang membuat kita bingung dalam beragama.
Bertauhid dengan benar memang sangat berat. Banyak hal yang membuat kita kadang-kadang ragu untuk menyatakan kebenaran yang sesungguhnya, karena bertolak belakang dengan lingkungan dan apa yang menjadi kepentingan kita. Namun bersikap istiqamah dalam bertauhid adalah penting, karena disitulah keimanan diuji. Terlebih lagi untuk banyak sekali upaya-upaya ahli kalam yang membuat pemaknaan tauhid menjadi lebih mudah dan jelas.
Tuntunan bertauhid sudah sangat jelas. Rasulullah saw menyatakan bahwa kalau kita berpegang teguh pada al-Qur’an dan hadits, maka kita tidak akan tersesat. Adapun tudingan ‘sesat’, ‘kafir’ dan sebagainya haruslah benar-benar dipelajari mengapa sampai pada kesimpulan seperti itu. Tidak langsung memvonis tanpa mengetahui sebab dan tidak cek dan ricek dengan sumber utama dalam beragama tadi (al-Qur’an dan hadits). Namun tuntunan dalam beragama mungkin agak lebih rumit. Hal tersebut disebabkan oleh permasalahan yang kita hadapi tidak sesederhana dan tidak secara gamblang dijawab dalam al-Qur’an atau hadits, sehingga membutuhkan alat lain untuk bersikap. Maka pilihan dalam syari’ah itu jelas; ada atsar shahabat, ijtihad ulama dan berbagai instrumen hukum lainnya yang disusun oleh pakar agama dan menjadi tradisi lebih dari seribu tahun. Jadi, marilah kita bertauhid dengan lurus dan beragama dengan benar.

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman