Dana Gampong, Berkah atau Musibah!

Gema JUMAT, 20 November 2015 Pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Berbagai cara dilakukan agar rakyat hidup sejahtera, salah satunya adalah pemerataan pembangunan di setiap pelosok daerah sehingga tidak ada lagi kesenjangan dan hanya masyarakat perkotaan yang hanya merasakan berbagai fasilitas untuk mempermudah kehidupan sehari hari. Keseriusan pemerintah dalam pemerataan pembangunan diwujudkan dengan menyalurkan dana … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Gema JUMAT, 20 November 2015
Pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Berbagai cara dilakukan agar rakyat hidup sejahtera, salah satunya adalah pemerataan pembangunan di setiap pelosok daerah sehingga tidak ada lagi kesenjangan dan hanya masyarakat perkotaan yang hanya merasakan berbagai fasilitas untuk mempermudah kehidupan sehari hari.
Keseriusan pemerintah dalam pemerataan pembangunan diwujudkan dengan menyalurkan dana desa sejumlah Rp 1,4 miliar untuk setiap desa. Pemberian dana ini dilakukan secara bertahap hingga lima tahun ke depan. Dana tersebut diperuntukkan untuk membangun infrastruktur dasar seperti pasar tradisional, pelabuhan, jalan raya, pembangkit listrik, dan sebagainya untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.
Dana yang telah dikucurkan dan pengelolaannya diserahkan lansung kepada pihak gampong masingmasing untuk dikelola dengan penuh tanggung jawab. Hendaknya tidak salah kaprah dalam penggunaan dan jangan pernah ada anggapan bahwa dana tersebut sebagai kebijakan bagi-bagi uang semata untuk masyarakat atau malah diselewengkan oleh oknum gampong. Sebagai rakyat biasa, tentunya tak salah berharap dengan kucuran dana gampong menjadi angin segar yang membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat.
Setelah sekian lama kita hidup dengan berbagai persoalan yang menghimpit mulai dari konflik yang berkepanjangan, kemudian di hempas gempa dan diterjang ie beuna. Sungguh kehidupan yang sangat menyedihkan.
Persoalan persoalan yang selama ini telah menghimpit kehidupan menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk meninggalkan rasa ego hanya untuk memakmurkan perut sendiri. Sepatutnya ada rasa malu bersengketa dengan sesama karena memperebutkan proyek, yang seharusnya saling membantu untuk menyukseskan pembangunan karena semua yang dibangun untuk kepentingan bersama, untuk kebaikan kita, saudara- saudara kita seagama sebangsa setanah air. Kenapa harus sikat menyikat hanya karena segepok rupiah. Penting untuk di ingat bahwa harta yang didapat dengan cara-cara tidak baik atau mengambil keuntungan di atas penderitaan orang lain tidak akan pernah bertahan lama.
Dana atau sering di sebut dengan “rupiah” untuk bangsa Indonesia, sering kali menimbulkan fitnah yang berujung pada persoalan persoalan yang tidak baik, jika rupiah tersebut tidak dikelola sesuai aturan. Sering kali karena uang seseorang rela menipu, memfitnah, dan membunuh. Hingga kadang tidak kenal lagi kawan, saudara kandung bahkan orang tua tidak segan untuk dihabisi nyawanya.
Semoga dana gampong menjadi solusi bagi kemajuan rakyat di masa depan, bukannya menimbulkan persoalan baru antara elit pemerintahan gampong dalam mengelola yang kemudian bertambahnya kesenjangan sosial, membludaknya pengangguran dan meningkatnya angka kemiskinan.
Akhirul kalam hanya kepada Allah memohon ampunan dan selalu berdoa agar seluruh penduduk negeri selalu berada dalam keimanan dan ketaqwaan kepada-Nya. Jika manusia ingkar maka azab Allah sangat pedih.
“ Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”( Qs. Al-A’raf: 96 )
Penulis: Fauziah Usman, Guru MAN Model Banda Aceh

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Damai dalam Bingkai Islam

Gema JUMAT, 14 Agustus 2015 Oleh Nurjannah Usman INDONeSIA menagatakan dengan sebutan ‘damai’, orang barat mengatakan dengan sebutan ‘peace’, laluIndia menyebutkan dengan ‘snamaste’, orang arab

Guru Banda Aceh Belajar ke UPI Malaysia

GEMA JUMAT, 19 JANUARI 2018 Banda Aceh (Gema) Pemerintah Kota Banda Aceh akan mengirimkan guru-guru untuk belajar ke Malaysia. Langkah ini dilakukan dalam rangka meningkatkan

Gampong Aceh di Makkah al Mukarramah

Oleh: H. Akhyar Mohd. Ali, M.Ag JCH BTJ 01 Melaporkan dari Mekkah Kita sering mendengar ada gampong Aceh di Malaysia, tepatnya di Yan Keudah. Dari

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman