Dari Aceh ke Turki

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Mimpi tidur rakyat Turki tersentak. 

...

Mimpi tidur rakyat Turki tersentak.  Antara sadar atau tidak dalam kekagetan  mereka terlempar dari ranjang. Goyangan berkekuatan 7,8 M sangat luar biasa di pusat gempa  Gaziantep, wilayah Tengah Turki yang berbatasan dengan Suriah.  Ketakutan mereka sudah duiluan dialami oleh rakyat Aceh pada Ahad pagi 26 Desember 2004 dengan gempuran gempa M  9,2. Gempa di Aceh itu adalah gempa terdahsyat di dunia.

Duka dunia kepada korban gempa di Turki dan Surih ini tercatat dalam sejarah pada pukul 04.07 malam waktu Turki, Senin  (6/2/2023). Tak pelak gempa itu sangat merusak. Gedung, apartemen, masjid, gereja dan lain-lain ambruk dalam hitungan detik sebelum warga menyelamatkan diri melalui tangga darurat.  Jalan-jalan retak dan semua infrastruktur di pusat gempa hancur berkeping-keping. Dengan suhu yang amat dingin, korban gempa di tiga negara itu harus melawan hawa yang menusuk ke tulang sumsum.

Duka Turki adalah duka dunia.  Bala bantuan  membanjiri kawasan gempa  termasuk dengan mengirim anjing pelacak untuk mencari warga di bawah reruntuhan puing-puing gedung. Anjing memiliki penciuman sangat kuat mengendus keberadaan manusia hingga belasan meter d i bawah himpitan dinding bangunan.

Aceh dan Turki secara geografi dan fisik sangat jauh sekitar  7.000 kilometer.  Aceh dan Turki secara batin sangat dekat tanpa hijab.  Persaudaraan Aceh dengan Turki sudah digalang sebelum Indonesia ini lahir.  Ratusan  tahun sebelumnya, Kerajaan Aceh sudah membina hubungan diplomatik dengan Kekhalifahan Turki Utsmaniyah  yang saling menguntungkan. Era tersebut, Aceh masuk lima kerajaan terhebat di dunia.

Turki mengirim pelatih militer serta ahli  membuat alat  perang ke Aceh. Ada yang di antara mereka yang menetap di Aceh dalam sebuah perkampungan di Banda Aceh. sebaliknya, Aceh juga mengirim hadiah-hadiah ke Turki. Salah satu tanda persahabatan itu yakni memuat lada dalam sebuah kapal.  Masa itu,  lada adalah komoditas yang dibutuhkan dunia.

Dalam penantian bertemu sultan yang sedang memimpin pertempuran melawan Hungaria di Balkan dalam Perang Szigetwar, lada di kapal berkurang untuk biaya hidup sehari-hari hingga tersisa secupak (seperempat gantang) yang diterima oleh pemimpin Utsmaniyah. Dua tahun utusan raja Aceh menunggu diterima oleh Sultan Selim II pada 7 Januari 1565.  Turki memberi hadiah balasan meriam yang salah satunya dinamakan meriam Lada Sicupak  untuk mengenang sejarah berkelas tersebut.

Ratusan tahun kemudian,  Turki dapat ragu-ragu mengirim bantuan  makanan serta relawan kepada Aceh yang terhempas gempa  disusul tsunami pada 2004.  Bendera Turki  raksasa dipasang di sebuah toko di Banda Aceh. Sementara di lantai satu, warga antre menerima roti yang besar. tidak sampai di situ, mereka juga membangun rumah kepada korban dengan kualitas terbaik lengkap dengan isi di dalam rumah. Tentu rakyat Aceh masih ingat bantuan kemanusiaan  dari Turki saat kondisi Aceh dalam balutan perang.

Rakyat Aceh adalah tipe yang mengingat jasa orang lain. hanya dalam hitungan beberapa jam setelah info gempa beredar, inisiatif warga mengadakan pengalangan dana untuk dikirim ke korban gempa. Setali dengan warga, Pemerintah Aceh juga membuka nomor rekening menampung bantuan dari warga.  Kita berharap sumbangan  besar yang diperkirakan bisa mencapai miliaran rupiah bisa disatukan dalam satu ikatan atas nama Pemerintah Aceh. insya Allah jika semua penggalangan dana yang pada akhirnya disatukan atas nama rakyat melalui Pemerintah Aceh mampu membangun satu sekolah atau masjid atas nama Sumbangan Rakyat Aceh ke Turki. bisa saja  yang bisa mengumpulkan hingga di atas Rp1 miliar, maka nama lembaga tersebut dicantumkan dalam prasasti peresmian. Aceh berpengalaman membangun masjid di NTB atau Sulawesi Barat yang hancur karena gempa.

Bantuan yang dikumpulkan atas inisiatif warga ini bisa diikat atas nama rakyat Aceh sehingga di Turki bisa berdiri masjid atau sekolah dengan atas nama Aceh-Turki. Kita perlu meleburkan diri agar sumbangan itu membesar, berdampak besar  dan berdiri kokoh untuk selamanya. Aceh tidak hanya menyerahkan Lada Sicupak, namun kini menghadirkan sebuah bangunan  yang dikenang oleh rakyat Turki dan rakyat Aceh. [Murizal Hamzah]

Dialog

Pustaka Baiturrahman

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman