BreakingNews

Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee Peringati Israk Mi’raj

Aceh Besar (Gema)— Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee memperingati Israk Mi’raj Nabi Muhammmad saw 27 Rajab 1444 Hijriah dengan melakukan kajian di Masjid Dayah, Gampong Siem, Darussalam, Aceh Besar, (18/2/2023). Adapun pemateri kajian tersebut Pimpinan Dayah Darul Ihsan H Muhammad Faisal dan dai asal Mesir Syaikh Abu Muaz Muhammad Abdul Hay Al-Uwenah Al-Mishri … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Aceh Besar (Gema)— Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee memperingati Israk Mi’raj Nabi Muhammmad saw 27 Rajab 1444 Hijriah dengan melakukan kajian di Masjid Dayah, Gampong Siem, Darussalam, Aceh Besar, (18/2/2023).

Adapun pemateri kajian tersebut Pimpinan Dayah Darul Ihsan H Muhammad Faisal dan dai asal Mesir Syaikh Abu Muaz Muhammad Abdul Hay Al-Uwenah Al-Mishri dengan penerjemah Dr H Muakhir Zakaria, MA.

Muhammad Faisal dalam paparannya mengatakan, Israk Mi’raj dalam ungkapan bahasa Arab “bahrun la sahila lahu” atau lautan yang tak bertepi, karena membincangkan tentang keajaiban, semakin dikaji, semakin luas pula hikmahnya.

Dia menjelaskan, memahami Israk Mi’raj harus masuk ke demensi lain. Jangan pernah berkeyakinan bahwa Allah menunggu di sidratul muntaha. “Bukan pula melihat dengan mata lahir tapi dengan mata batin, karena jika langsung akan kejadian seperti Nabi Musa alaihi salam,” katanya.

Muhammad Faisal mengutip Al Quran, “Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman“. (QS al A’raaf: 143)

Selanjutnya, tambahnya, Allah Swt memberi perintah shalat di Sidarul Muntaha mengambarkan betapa istimewanya shalat. Dengan ini, menjelaskan betapa istimewa Nabi Muhammad saw sebagai Rasul satu-satunya yang diundang khusus dan hanya sekali. Tidak ada sebelumya dan sesudahnya.

Sementara narasumber lainnya Abu Muaz Muhammad Abdul Hay menjelaskan, para ulama berbeda pendapat tentang kapan peristwa Israk Mi’raj terjadi. Malah ada yang berpendapat Israk Mi’raj terjadi sebanyak tiga puluh kali. Ini pendapat Al Hatimi as-Sufi. “Ada juga yang berpendapat tiga puluh empat kali, menurut Syaikh Abdul Wahhab al-Sya’rani,” katanya.

“Dapat dipahami dari ayat surat Israk, bahwa Allah memperjalankan hambanya dengan ruh dan jasad, bukan dengan ruh saja, apalagi dalam mimpi, karena kata ‘abdun” adalah sebutan untuk ruh dan jasad sekaligus,” tegasnya.

Pendapat ini, tambah Abu Muaz, didukung oleh ayat lain dalam surat Al ‘Alaq ayat 10, “Abdan iza ṣhalla”, yang artinya, seorang hamba ketika dia melaksanakan shalat dan yang melaksanakan shalat adalah Rasulullah dengan jasad dan ruhnya.

Jadi hikmah Israk Mi’raj sudah jelas di ayat pertama surat Al-Israk, yaitu agar Kami perlihatkan padanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. “Karena itu, tujuan Israk Mi’raj untuk memperlihat kepada Rasulullah kebesaran Allah, artinya untuk taklim dan pendidikan, agar beliau mengetahui secara mendalam tanda-tanda keagungan dan kekuasaan Allah Swt,” pungkasnya. (Sayed M. Husen)

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Beut Kitab Kuneng

GEMA JUMAT, 4 OKTOBER 2019 Oleh:  Nurjannah Usman Alhamdulillah loen pujoe Rabbon Panton loen pu phoen saweu saudara Panton loen karang hai teungku ampon Nyoe

Mensyukuri Keberkahan Amal

Gema, 04 Juli 2018 Oleh Dr. Sri Suyanta (Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry) Muhasabah 20 Syawal 1439 Saudaraku, di samping penguasaan

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman