Dinanti Pemimpin Menginspirasi

laporan utama

Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si, mengatakan kepemimpinan itu punya gaya masing-masing, seperti ada kepemimpinan itu pertama sekali dengan gaya yang kompromis dan gaya demokratis. Kadangkala kita juga perlu otoriter dalam beberapa hal akan tetapi tidak semua seperti itu, terkadang memang ada yang perlu dikerjain dan juga tidak. Gaya dari kepemimpinan itu tergantung dari situasional atau situasi....

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Berbicara tentang pemimpin, tentu tidak  ada orang yang tidak ingin menjadi seorang pemimpin. Menjadi seorang pemimpin adalah dambaan setiap orang. Baik itu pemimpin di desa,   kabupaten/kota,   provinsi   terlebih  menjadi   pemimpin   sebuah   Negara  (presiden). Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si, mengatakan kepemimpinan itu punya gaya masing-masing, seperti ada kepemimpinan itu pertama sekali dengan gaya yang kompromis dan gaya demokratis. Kadangkala kita juga perlu otoriter dalam beberapa hal akan tetapi tidak semua seperti itu, terkadang memang ada yang perlu dikerjain dan juga tidak. Gaya dari kepemimpinan itu tergantung dari situasional atau situasi.

Kadang-kadang memang ada top down kadang-kadang perlu bottom up. “Bangsa kita ini sedang pesta demokrasi sedang kita lakonin puncak-puncak dari demokrasi. Kita sedang menyaksikan atraksi dari kampanye, debat calon.  Ini adalah proses yang akan kita laksanakan,” ucap Rektor UTU.

Ishak Hasan juga menyebutkan, bangsa ini sangat besar, sehingga butuh kepemimpinan yang bisa mengayomi semua warga bangsa yang multi kultur yang mempunyai empat kepercayaan, suku bangsa, pulau-pulau dan sebagainya yang sangat luas. Seorang pemimpin itu butuh kesantunan,  suri teladan dan mempunyai karakter yang baik serta harus strong leader yaitu pemimpin yang kuat serta bisa mengambil sikap ketika ada suatu masalah, tetap dengan kelembutan hati.

Dunia ini terus berubah jadi butuh pemimpin yang sangat visioner ke depannya, punya program yang bagus untuk menarik bagaimana bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan kuat.

“Ke depan kita harus melihat dari segi ilmu politik bagaimana pemimpin harus bisa memahami politik global. Itu harapan kita sehingga kita betul-betul menjadi bangsa yang besar dan kuat jangan menjadi bangsa papan bawah,” tegasnya.

Kita punya sumber daya alam.  Perlu pemimpin kuat yang bisa memanage dan bisa membawa bangsa ke hal yang maju dan modern.  “Semua calon yang mau jadi pemimpin pasti sudah tersaring dengan berbagai kriteria yang diinginkan, karena yang memilih pemimpin itu juga rakyat dan rakyat harus melihat dari semua hal dan segi mana yang terbaik,” ujarnya.

Di kesempatan yang lain, Rektor Unimal Prof. Herman Fithra, ASEAN.Eng, mengatakan pemimpin ideal adalah pemimpin yang mewarisi sifat-sifat Rasulullah, seperti sifat siddiq, amanah dan fathanah. Itu adalah pemimpin ideal, tetapi bila tifak ditemukan dari calon pemimpin dengan sifat-sifat tersebut maka pilihlah yang paling sedikit keburukannya atau paling banyak kebaikannya.

Herman Fithra menyebutkan, pilihlah pemimpin yang paling jujur dari calon yang ada sebagai dasar utama, agar dia bekerja keras untuk seluruh rakyatnya dengan dasar melayani tanpa memberikan janji-janji manis semata. Pemimpin yang amanah (tidak culas) akan menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan program kerja yang telah disampaikan kepada rakyat. Akan  bekerja untuk mewujudkan harapan masyarakat.

Pemimpin yang ahli dan cerdas dalam hal pemerintahan, ekonomi, sosial, geopolitik, pertahanan dan keamanan agar memberikan kenyamanan buat warganya. “Memilih pemimpin yang bukan ahlinya merupakan suatu tanda kehancuran,” ucap Rektor Unimal.

Dan juga pemimpin yang bertanggungjawab merupakan sifat mendasar yang wajib dimiliki seorang pemimpin. Karena setiap keputusan yang diambil harus mampu dipertangungjawabkan kepada masyarakat dan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sifat bertanggungjawab ini dapat dilihat dari cara dia memimpin keluarganya. “Seorang pemimpin yang bertanggungjawab tentu mampu memimpin keluarganya dari badai yang menerpa,” Kata Herman Fithra.

Rektor Universitas Malikussaleh Lhokseumawe juga mengatakan, pemimpin yang sayang pada rakyatnya selalu mengedepankan kepentingan rakyatnya, mengutamakan kepentingan rakyatnya daripada kepentingan kelompok maupun keluarganya dan selalu mendo’akan rakyatnya.

Seorang pemimpin agar gagasan maupun program kerjanya dapat diterima oleh masyarakat maka wajib dia selalu berkomunikasi dengan masyarakat. Memberikan suri teladan daripada sekedar mengumbar kata-kata. Berbuat nyata setiap yang diucapkan, sehingga dengan demikian gagasan ataupun program kerjanya diterima masyarakat.

Menurut Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA), Dr. Aslam Nur, MA,  kenali terlebih dahulu calon pemimpin berdasarkan kriteria pemimpin dalam perspektif Islam. Cara memilih bisa dengan musyawarah atau pemberian suara yang dikenal dengan istilah voting. Baik secara musyawarah maupun voting, keduanya harus dilakukan secara benar, adil, mengikuti aturan yang sudah disepakati.

“Yang paling penting adalah, proses pemilihan (dari awal hingga akhir pemilihan) harus benar-benar berlangsung berdasarkan aturan yang sudah disepakati,” katanya.

Aslam Nur juga mengatakan, calon pemimpin itu harus memperkenalkan visi misinya kepada masyarakat tentang apa yang akan ia kerjakan, sehingga masyarakat mengetahui kepribadian dan gagasan  pemimpin yang ia pilih. Walaupun adakalanya  seorang pemimpin yang sudah terpilih melalukan aktifitas tidak sesuai dengan visi, misi dan rencana yang telah ia sampaikan, namun hal tersebut tidak seharusnya menghapus pemikiran bahwa seorang calon pemimpin harus menyampaikan ide dan gagasannya kepada masyarakat sebelum proses pemilihan berlangsung. ◼️Eriza M. Dahlan

Sumber: Tabloid Gema Baiturrahman

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Memaknai Peringatan Maulid Rasulullah SAW

Gema JUMAT, 8 Januari 2016 Oleh: Sayed Muhammad Husen Masyarakat Aceh memperingati maulid Rasulullah SAW hinga tiga bulan lamanya. Peringatan itu dilakukan dengan berbagai cara,

Gema Beujaya

GEMA JUMAT, 13 SEPTEMBER 2019 Oleh: Nurjannah Usman Alhamdulillah pujoe keu Allah Nyang jok hidayah keu manusia Selaweut saleum keu Rasulullah Nabi yang meugah serta

Abu Idris Lamnyong (1905—2015 M)

Gema JUMAT, 9 Oktober 2015 Oleh : Ameer Hamzah Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un-Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali. Semua yang

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman