Duka Mina

Gema JUMAT, 2 Oktober 2015 Oleh : Murizal Hamzah Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji`ûn. Lebih dari 700 jamaah haji wafat di Mina pekan lalu. Mereka sebagai tamu Allah berpulang ke Rahmatullah karena berdesakan dan terinjak- injak. Dunia berduka atas tragedi kemanusiaan di Tanah Suci. Tidak pelak, jamaah haji yang syuhada itu mencatat rekor terbesar … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Gema JUMAT, 2 Oktober 2015
Oleh : Murizal Hamzah
Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji`ûn. Lebih dari 700 jamaah haji wafat di Mina pekan lalu. Mereka sebagai tamu Allah berpulang ke Rahmatullah karena berdesakan dan terinjak- injak. Dunia berduka atas tragedi kemanusiaan di Tanah Suci. Tidak pelak, jamaah haji yang syuhada itu mencatat rekor terbesar dalam 25 tahun terakhir. Masih pada September lalu, sebuah crane ambruk di Kompleks Masjid Haram Mekkah yang menyebabkan paling kurang 100 jamaah haji meninggal dunia.
Sebelumnya, hal serupa terjadi di terowongan Al Maaisim Mina pada 1990 yang menyebabkan paling kurang 1.000 jamaah haji meninggal dunia karena berdesak-desak. Terowongan itu menghubungkan Mekkah ke Mina dan Arafat. Peristiwa ini dikenal dengan tragedi terowongan Mina.
Pelajaran apa yang bisa menjadi hikmah dari peristiwa di Mekkah dan Madinah tersebut? Tentu banyak hal yang bisa dipetik bagi ummat Islam. Mari kita buka dokumen tragedi tersebut yang antara lain mengaitkan hal itu karena ada pihak tertentu yang ke sana atau konspirasi dari berbagai pihak. Ummat pun digiring beropini sehingga ada pihak yang difitnah atau disalahkan tanpa melalukan verifikasi alias tabayum bin cek dan ricek.
Ghalibnya, kita yang tidak paham terhadap situasi di Mekkah dan Madinah ikut-ikut menyebarkan foto, gambar atau info yang belum jelas atau akurat. Tanpa menyadari berita yang sebenarnya, baik karena niat memberi kabar untuk kebaikan, kita menyebarluaskan info yang masih sepenggal melalui media sosial seperti pesan singkat melalui telepon seluler. Padahal kabar yang kita sebarluaskan itu berpeluang menimbulkan fitnah atau kebencian terhadap pihak tertentu. Ya setiap warta itu membawa pesan tersembunyi dan jelas terungkap.
Pada akhirnya setelah membaca mentah-mentah info yang belum shahih itu, ummat bisa menuduh pihak tertentu tidak profesional mengurus jamaah haji. Untuk menghibur diri sendiri, kita menyebut ini sudah takdir bukan nasib. Padahal antara takdir dan nasib itu berbeda. Nasib itu
bisa diubah dengan doa, kerja keras dan sebagainya. Lahir dari keluarga miskin adalah takdir namun berusaha menjadi kaya adalah nasib. Maka nasib berkaitan dengan ikhtiar dan pasrah kepada Allah SWT. Sedangkan takdir sudah ketetapan sejak lahir. Nah kini usai sebuah peristiwa, kita bisa memilah apa ini disebut nasib atau takdir?
Berdasarkan literatur tragedi di Tanah Suci, paling kurang ada 10 kasus terjadi di Mina atau Mekkah yang menelan ratusan korban setiap peristiwa. Jika ditelusuri lebih lanjut, tragedi yang merenggut nyawa jamaah haji sering terjadi di Mina yakni ketika ibadah melempar jumrah.
Sebut saja pada 2004 dan 2005, tercatat ratusan jamaah haji merengang nyawa karena terinjak atau terkena batu lemparan batu jumrah. Tragedi itu bisa membuncah karena calon jamaah haji ingin bergegas menyelesaikan ibadah dengan mengabaikan keselamatan diri sendiri dan calon jamaah haji lain. Padahal semua maklum Islam mengutamakan kesabaran dan berpikir sebelum bertindak. Agar tragedi ini tidak terulang lagi pada masa mendatang, salah satunya setiap jamaah haji harus tertib atau ikut peraturan.
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji`ûn”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS Al- Baqarah 2: 155-157)
Ingatlah, tidak perlu berdesak-desak di dunia untuk menuju pintu surga di akhirat. Menahan diri sekejab itu lebib baik. Surga tetap dapat menampung sebanyak ummat yang beribadah karena ikhlas serta berbuat kebaikan. Jika mayoritas ummat Islam bisa sedikit sabar, maka tragedi yang merenggung nyawa pada masa kini dan mendatang bisa dikurangi.

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Istiqamah Dalam Ibadah

GEMA JUMAT, 14 JUNI 2019 Oleh Tgk H Muhammad Hatta, Lc, M.Ed Imam Al-Haddad mengatakan, kalau ibadah kita karena Ramadhan, maka memang Ramadhan telah berlalu,

Rumah Kos Berkah

Sebuah keluarga yang mampu mengelola keuangan  melalui rumah kos seperti di daerah perkotaan, bisa dijalankan jalan rezeki. Asalkan paham tata cara usaha sehingga berkah. Seperti

Ekonomi Islam Siap Hadapi Resesi

Dr Ahmad Djalaluddin, Lc., (Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) GELIAT ekonomi syariah pun terpukul. Padahal sampai awal tahun 2020, potensinya

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman