Erdogan: Eksekusi Urusan dalam Negeri Saudi

Gema JUMAT, 8 Januari 2016 Banda Aceh (Gema)Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik keras Iran karena tidak melindungi kantor-kantor misi diplomatik Arab Saudi di Teheran dan Mashhad oleh warga Iran, menyusul eksekusi tokoh Syiah Nimr Al-Nimr, dan menegaskan bahwa hukuman mati itu adalah urusan dalam negeri Saudi. Hal itu diungkapkan Erdogan pada Rabu (6/1) dalam … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Gema JUMAT, 8 Januari 2016
Banda Aceh (Gema)Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik keras Iran karena tidak melindungi kantor-kantor misi diplomatik Arab Saudi di Teheran dan Mashhad oleh warga Iran, menyusul eksekusi tokoh Syiah Nimr Al-Nimr, dan menegaskan bahwa hukuman mati itu adalah urusan dalam negeri Saudi.
Hal itu diungkapkan Erdogan pada Rabu (6/1) dalam pertemua rutin dengan kepala-kepala daerah setempat.
Dilansir Today’s Zaman, Erdogan mengatakan 46 orang (Muslim) Sunni dieksekusi Saudi dan hanya satu Syiah yang dieksekusi mati. Sementara Hurriyet dalam laporannya mengutip langsung perkataan Erdogan menyebut “hanya 3 Syiah.” [Kantor berita Arab Saudi SPA melaporkan 47 orang yang dieksekusi pada awal Januari 2016 semua adalah terpidana terorisme dan kebanyakan pengikut Al-Qaidah, SPA menyebutkan nama-nama mereka. Berbagai laporan lain menyebut 3 atau 4 orang adalah Syiah, termasuk Nimr Baqir Al-Nimr].
“Arab Saudi mengambil keputusan untuk terus melakukan eksekusi sejak lama dan hal itu diimplementasikan sebagai mana mestinya. Menyetujui atau tidak menyetujui adalah urusan lain. Namun, masalah ini adalah urusan hukum di dalam negeri Arab Saudi,” kata Erdogan, yang menyoroti bahwa Turki sudah menghapus hukuman mati, sedangkan negara lain seperti Saudi, Iran dan Rusia masih memberlakukannya. Dalam kesempatan yang sama Erdogan juga mengecam keras Iran, karena gagal melindungi kantor misi diplomatik Arab Saudi di ibukota Teheran dan Mashhad. Erdogan menegaskan bahwa kegagalan semacam itu tidak dapat diterima, dan dia mempertanyaan apakah Iran sudah mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mendukung kantor-kantor misi diplomatik Saudi.
Sebelumnya pada hari Selasa (5/1/2016) Perdana Menteri Ahmet Davutoglu menyeru agar Arab Saudi dan Iran meredakan ketegangan di antara mereka melalui jalur diplomasi. “Turki siap untuk menawarkan bantuan konstruktif yang kami bisa untuk memecahkan masalah,” kata Davutoglu dalam rapat dengan anggota-anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP).
Dalam pernyataan resmi perdana pemerintah Turki mengomentari ketegangan Saudi-Iran menyusul eksekusi Nimr Al-Nimr, juru bicara pemerintah Ankara yang juga Wakil PM Numan Kurtulmus mengatakan bahwa Turki menentang semua bentuk hukuman mati, khususnya yang bermotif politik. Kurtulmus juga mengatakan bahwa Saudi dan Iran adalah teman Turki dan meminta keduanya agar tidak bertikai. (Sayed/Hidcom)

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

TERTIPU DALAM BERAGAMA

GEMA JUMAT, 18 AGUSTUS 2017 Oleh Dr.Tgk.H.Tarmizi M. Jakfar, MA Dalam kitab Ihya Ulumiddin Imam Al-Ghazali mengatakan, orang-orang yang tertipu dalam ketaatan kepada Allah bukan

Tentang Percakapan Kosong dan Menyesatkan

Q.S. Luqman ayat 6-7: “Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan.

SIKAP SEORANG MUSLIM DALAM BERNEGARA

GEMA JUMAT, 11 JANUARI 2019 Oleh: Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA Sebagaimana kita yakini, bahwa Nabi Muhammad saw, adalah Nabi dan Rasul terakhir

Bohong

GEMA JUMAT, 22 FEBRUARI 2019 Dua pisang goreng (bada) dimakan  di kantin sekolah dan kenyang. Namun lapor ke depan/kasir hanya 1  yang dimakan. Apakah Anda

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman