Fase Itqun Minan Nar

Oleh Tgk. H. Ameer Hamzah Puasa kita tahun ini sudah berada di babak ketiga, sepuluh terakhir (21-29 Ramadhan). Menurut hadits, sepuluh terakhir ini itqun minan nar (bebas dari neraka). Bebas dari nereka, maksudnya kita akan masuk surga. Surga dan neraka dua tempat yang kontradiksi. Surga penuh nikmat dan nereka itu sangat berat siksanya. Ini dapat … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Oleh Tgk. H. Ameer Hamzah
Puasa kita tahun ini sudah berada di babak ketiga, sepuluh terakhir (21-29 Ramadhan). Menurut hadits, sepuluh terakhir ini itqun minan nar (bebas dari neraka). Bebas dari nereka, maksudnya kita akan masuk surga. Surga dan neraka dua tempat yang kontradiksi. Surga penuh nikmat dan nereka itu sangat berat siksanya. Ini dapat kita baca dalam berbagai sumber seperti al-Quran, hadits Nabi.
Barang siapa tidak berpuasa bulan Ramadhan, makanan yang dimakannya itu akan menjadi buahbuah zaqqum yang sangat panas, dijadikan oleh Allah dari bara api yang membara. Namun di mata ahli neraka yang sedang kelaparan dan kehausan melihat pohon ini ibarat buah apel yang enak rasanya. Dengan susah payah mereka menggapai buah itu, lalu menelannya dengan rakus, tapi apa yang terjadi? Lidah, kerongkongan, urat, jantung, perut dan ususnya hancur terbakar. Buah zaqqum yang ditelan tadi langsung jatuh kembali lewat duburnya. Si ahli neraka yang baru saja memakan, bukan kekenyangan, malah menjadi siksaan yang tiada tara pedihnya.
Dalam neraka tiada lagi pri kemanusian, hak asasi, dan solidaritas insaniyah. Manusia tak mampu membela diri sendiri, bagaimana mereka ingin membela orang lain? Sifat Rahman dan Rahim Allah sudah putus dengan gagalnya mereka meraih tiket ke surga. Tak ada arti doa dan tangisan. Siksa itu bersifat abadi bagi kafir dan munafik, tidak ada waktu istirahat sedetikpun. Bila kulit manusia sudah habis terbakar, akan diganti dengan kulit baru yang lain, kemudian dibakar lagi. Agar manusia zalim di dunia dapat merasakan akibat perbuatannya.
Dalam al-Quran disebutkan, “Sesungguhnya pohon zakkum itu makanan orang yang banyak berdosa (QS.44: 43-44). Kemudian, sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat dan mendustakan (ayat-ayat Allah) benar-benar akan memakan pohon zakkum dan akan memenuhi perutnya dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang kehausan,” (QS.56:51-55).
Dalam syair peninggalan ulama Aceh disebutkan;
Neraka tujoh apui that tutong
hana soe tulong badan lam siksa
Deuek dengon grah payah taranggong
nyang na boh zaqqom makanan gata
Watee tapajoh leupah that tutong
reuloh ngon jantong urat binasa
Pajoh rot babah leupah rot punggong
Geu azeueb kawom  nyang hana takwa
Bagaimana agar kita jangan merasakan buah yang mencelakakan itu? Jadilah mukmin sejati mukmin yang selalu dalam petunjuk-Nya. Mukmin sejati itu selalu menjaga dirinya dari perbuatan keji dan mungkar, tidak mudah terpengaruh dengan perbuatan maksiat. Mereka senantiasa berdoa kepada Allah agar bahagia di dunia dan akhirat serta mendapat perlindungan-Nya dari siksa api neraka. Takwanya semakin bertambah sampai akhir Ramadhan.

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Merawat Rahmat wa Hidatan.

GEMA JUMAT, 14 FEBRUARI 2020   Islam adalah agama rahmatan lil ’alamin sebagai bentuk rahmat dan rasa kasih sayang Allah SWT, karunia dan nikmat yang

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman