BreakingNews

Garda Terdepan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

EVENDI, SAg : Kasi Penegakan Peraturan Perundang-undangan dan Syariat Islam Satpol PP dan WH Banda Aceh Wilayatul hisbah (Wh) aceh adalah satu-satunya lembaga pelaksana diberlakukannya syariah islam yang ada di tanah air. dalam lingkup yang lebih kecil, kiprah Wh banda aceh memang mendapatkan dukungan dari masyarakat serta dibackup dari unsur aparat tNi/Polri dalam menjalankan tugas … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

EVENDI, SAg : Kasi Penegakan Peraturan Perundang-undangan dan Syariat Islam
Satpol PP dan WH Banda Aceh
Wilayatul hisbah (Wh) aceh adalah satu-satunya lembaga pelaksana diberlakukannya syariah islam yang ada di tanah air. dalam lingkup yang lebih kecil, kiprah Wh banda aceh memang mendapatkan dukungan dari masyarakat serta dibackup dari unsur aparat tNi/Polri dalam menjalankan tugas dan fungsi. Walau demikian tidak jarang kebijakan regulasi demi segera terwujudnya banda aceh sebagai kota madani dan tamaddun, tetap menimbulkan pro-kontra.
Salah satu yang menjadi perbincangan hangat adanya instruksi Gubernur aceh, Pemerintah kota banda aceh langsung menyahuti kebijakan pembatasan jam malam bagi kaum perempuan di seluruh aceh. disebutkan, perempuan diperbolehkan melaksanakan aktivitas malamnya sebelum pukul 21.00 Wib. maka unit terdepan guna memastikan berjalannya pembatasan aktivitas perempuan di malam hari adalah satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatuh hisbah (Satpol PP dan WH).
Evendi, sag mengatakan, “selama ini satpol PP dan Wh banda aceh telah melaksanakan razia dan patroli secara rutin khususnya daerah yang dianggap rawan pelanggaran syariah. kami siap melaksanakan amanah pimpinan bila pembatasan jam malam bagi perempuan berlaku.”
Secara khusus, kasi Penegakan Peraturan Perundang-undangan dan syariat Islam Satpol PP dan WH banda aceh ini mengatakan bahwa pemberlakuan jam malam adalah sebagai upaya Pemerintah aceh dalam upaya melindungi perempuan sekaligus mengurangi efek negatif yang mengarah terjadinya pelanggaran syariat. Pemberlakuan jam malam di banda aceh sebagai ibukta provinsi diulur hingga pukul 23.00 mengingat banyaknya pihak yang masih beraktifitas di luar rumah hingga larut malam.
Adanya anggapan regulasi ini sebagai bentuk diskriminasi terhadap hak-hak perempuan, dianggap berlebihan. Vendi menyebutkan perempuan masih tetap diperbolehkan dalam melaksanakan kegiatan penting  di malam hari. kalaupun ada keperluan mendesak, tambah ayah dari haya shahiyatul Ulya (12 th), syahidatul Jannah (8 th) dan durratul Jannah (6 th) ini, dapatlah ditemani muhrim.
Namun, bagi perempuan yang kedapatan tetap berkeliaran di kafe, jalan atau tempat sepi maka akan mendapatkan sanksi berupa pengarahan dan pembinaan, tambah Vendi – panggilan akrab laki-laki kelahiran Lala, 13 Juni 1973 ini.
Alumni Fakultas syariah UiN ar-raniry ini menilai aturan tersebut bertujuan untuk melindungi perempuan dari pengaruh negatif yang dapat meramainya maksiat. terlebih Banda Aceh benar-benar ingin mewujudkan model kota madani dan tamaddun.
Agar tidak menimbulkan polemik, suami dari srinaufal ini, pemilik kafe, toko dan sejenisnya sebaiknya mempekerjakan karyawati hanya di siang dan sore hari. diharapkan ketentuan dan peraturan pun diberlakukan para pimpinan penyedia layanan seperti tidak melayani pelanggan wanita di atas 23.00 Wib kecuali ditemani laki-laki muhrimnya.
Selama puluhan tahun menjadi anggota pengaman syariah membuatnya tidak mudah terkecoh dengan akal-akalan pelaku maksiat yang ingin mengelabui aparat saat bertugas. dalam amatannya, “Pasangan berpacaran justru terlihat lebih mengumbar kemesraan dibandingkan dengan suami-isteri,” tambahnya.
Namun peran serta dari warga masyarakat tetap dibutuhkan. “Pelanggaran syariat seperti khamar, khalwat dan maisir cepat diketahui oleh masyarakat sekitar. maka peran muhtasib yang berada di tengah masyarakat segera turut mengamankan atau melapor atas terjadinya perkara demi tegaknya amar ma’ruf nahi munkar. (Na Riya Ison)

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Merawat Perdamaian Aceh

GEMA JUMAT, 17 AGUSTUS 2018 Konflik Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Indonesia yang berkepanjangan di Aceh membuat masyarakat trauma. Oleh karena itu, perdamaian yang sudah

Baiturrahman Syiarkan Ramadhan

Gema JUMAT, 10 JUNI 2016  Oleh : Sayed Muhammad Husen Masjid Raya Baiturrahman adalah pusat syiar Ramadhan. Kita katakan pusat syiar Ramadhan karena masjid ini

KETIDAKACUHAN TERHADAP ALQUR’AN

GEMA JUMAT, 14 JUNI 2019 Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman) Surat al-Furqan ayat 30 – 31 “Berkatalah Rasul,

Tanggung Jawab Berutang Seribu Dinar

GEMA JUMAT, 31 AGUSTUS 2018 Berutang mempunyai konsekuensi yang sangat besar dunia akhirat. Kisah yang banyak dinukilkan Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya ter sebut mengisahkan

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman