Ghazali Abbas Desak Bentuk Tim Advokasi Zakat

Gema JUMAT, 29 Januari 2016 Banda Aceh (Gema)-Anggota DPD RI Drs H Ghazali Abbas Adan menyurati Gubernur Aceh dan mendesak segera dibentuk tim advokasi pasal 192 undang-undang nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Pasal itu menyebutkan zakat yang dibayar menjadi faktor pengurang terhadap jumlah pajak penghasilan terhutang dari wajib pajak. “Gubernur Aceh Zaini Abdullah … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Gema JUMAT, 29 Januari 2016
Banda Aceh (Gema)-Anggota DPD RI Drs H Ghazali Abbas Adan menyurati Gubernur Aceh dan mendesak segera dibentuk tim advokasi pasal 192 undang-undang nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Pasal itu menyebutkan zakat yang dibayar menjadi faktor pengurang terhadap jumlah pajak penghasilan terhutang dari wajib pajak.
“Gubernur Aceh Zaini Abdullah harus segera membentuk tim, karena sampai sekarang pasal 192 UUPA belum terealisasi. Saya bersedia menjadi ujung tombak di pusat, tentunya juga Pemerintah Aceh harus serius terhadap permasalahan ini,” kata Ghazali Abbas.
Dia mangatakan, pada saat berlangsungnya dialog dengan topik “Bedah Pasal 180 ayat (1) Huruf d dan Pasal 192 UUPA” beberapa waktu lalu, para peserta yang terdiri dari berbagai stakeholder di Aceh sangat setuju dan mendesak agar Perintah Aceh segera membentuk tim advokasi zakat sebagai pengurang pajak.
Ghazali sudah beberapa kali menyampaikan persoalan ini di tingkat kementerian atau Dirjen terkait di Jakarta, bahkan pernah mengirim surat langsung kepada Presiden RI dalam rangka mendukung surat Gubernur Aceh tentang implementasi zakat sebagai pengurang pajak.
Dia mengirimkan Petisi yang ditandatangi berbagai stakeholder di Aceh kepada Presiden RI. Isi petisi tersebut salah satunya adalah meminta kepada Bapak Presiden untuk mengeluarkan kebijakan, agar ketentuan Pasal 192 UUPA dapat segera dilaksanakan. Menurut Ghazali, para muzakki dan wajib pajak di Aceh harus membayar ganda (double payment), setelah membayar zakat juga harus membayar pajak.
Hal ini sangat memberatkan masyarakat Aceh. Menurutnya, tidak ada alasan bagi Pemerintah Pusat tidak menyetujui implementasi UUPA, karena merupakan lex specialis. Satu lex specialis di Aceh adalah tentang zakat. Dengan demikian penerimaan zakat juga akan lebih maksimal, dimana potensi zakat di Aceh saat ini bisa mencapai Rp 2 triliun per tahun. “Saya yakin, jika Pemerintah Aceh, DPRA dan Forbes Aceh bersatu, maka Pasal 192 UUPA akan segera berlaku di Aceh,” katnya. (Sayed/Rel)

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Momentum Syawal Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah

Khatib: Muhammad Nizar, S.Fil.I, Kepala KUA Kecamatan Darussalam, Aceh Besar Belum hilang ingatan kita suasana bualan Ramadhan; sahur malam pertama bulan Ramadhan, buka puasa bersama,

Sabar tak ada Batasnya

Oleh Lizayana, ASN BDK Provinsi Aceh Dalam kehidupan manusia, ujian hal lumrah terjadi dan tidak ada yang mampu untuk mengelaknya. Hanya saja cara manusia dalam

Penegakan Hukum Di Madinah

Sebagian kalangan mengatakan bahwa hukum yang berlaku sekarang ibarat pisau, tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Fakta menunjukkan bahwa penegakan hukum di era sekarang

FSTS Gelar Silaturrahmi Akbar

GEMA JUMAT, 28 APRIL 2017 Banda Aceh (Gema) – Forum Silaturrahmi TPQ Syiah Kuala (FSTS) Kec. Syiah Kuala Kota Banda Aceh, Senin (24/4) menggelar Silaturrahmi

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman