Hijrah dan Sejarah Kejayaan Ummat

Gema JUMAT, 16 Oktober 2015 Oleh Ghazali Abbas Adan, Anggota DPD RI Sejarah dan peristiwa yang telah digoreskan Nabi Muhammad SAW diantaranya goresan sejarah monumental: peristiwa hijrah Rasulullah SAW dan sahabatnya dari Mekkah ke Madinah. Dalam peristiwa tersebut tampak sosok manusia yang begitu kokoh dalam memegang prinsip yang diyakini, tegar dalam mempertahankan aqidah, dan gigih … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Gema JUMAT, 16 Oktober 2015
Oleh Ghazali Abbas Adan, Anggota DPD RI
Sejarah dan peristiwa yang telah digoreskan Nabi Muhammad SAW diantaranya goresan sejarah monumental: peristiwa hijrah Rasulullah SAW dan sahabatnya dari Mekkah ke Madinah. Dalam peristiwa tersebut tampak sosok manusia yang begitu kokoh dalam memegang prinsip yang diyakini, tegar dalam mempertahankan aqidah, dan gigih dalam memperjuangkan kebenaran. Sehingga, sejarah pun dengan bangga menorehkan tinta emasnya untuk mengenang sejarah tersebut agar dapat dijadikan tolok ukur dalam pembangunan masyarakat madani dan rabbani, tegak di atas kebaikan, tegas terhadap kekufuran dan lemah lembut terhadap sesama muslim.
Para ahli bahasa berbeda pendapat dalam mengartikan kata “hijrah” namun kesemuanya berkesimpulan, bahwa hijrah adalah menghindari/ menjauhi diri dari sesuatu, baik dengan raga, lisan dan hati. Hijrah dengan raga berarti pindah dari suatu tempat menuju tempat lain. Hijrah dengan lisan berarti menjauhi perkataan kotor dan keji. Sementara hijrah dengan hati berarti menjauhi sesuatu tanpa menampakkan perbuatan.
Makna hijrah menurut Al-Qur’an memiliki beberapa pengertian, dimana kata hijrah disebutkan dalam Al-Qur’an lebih 28 kali di dalam berbagai bentuk dan makna. Adapun makna hijrah itu sendiri seperti yang terkandung dalam ayat-ayat AlQur’an sebagai berikut: Hijrah berarti pindah dari suatu tempat ke tempat yang lain guna mencari keselamatan diri dan mempertahankan aqidah, seperti firman Allah, “Barangsiapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak”. (QS An-Nisa: 100).
Hijrah berarti pisah ranjang antara suami dan istri, seperti firman Allah, “Dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur mereka” (QS An-Nisa: 34). Hijrah berarti mengisolir diri, seperti ucapan ayahnya Nabi Ibrahim kepada beliau, “Dan tinggalkanlah aku dalam waktu yang lama”. (QS Maryam: 46)
Hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekkah ke Madinah lebih kepada upaya penerusan usaha dakwah gunya penyempurnaan syariat dan mempertahankan aqidah tauhid dari intimidasi para kaum musyrikin Mekkah.
Kendati sebagai sistem aqidah, dan sebagai agama tauhid, Islam sudah ada sejak Nabi Adam AS diutus ke permukaan dunia, karena semua Rasul Allah pada hakikatnya adalah pembawa aqidah tauhid. Sementara apabila Islam dilihat sebagai sebuah sistem syari’at, maka kesempurnaannya terdapat pada masa Rasulullah Muhammad SAW sebagai rasul terakhir (khataman nabi), yang tidak hanya mengatur urusan pribadi, tetapi juga bagian tak terpisahkan dari pengaturan sistem ekonomi, politik (dengan mendirikan negara Islam Madinah), sosial budaya, pertahanan keamanan, pranata hukum dan seluruh aspek hidup, kehidupan dan penghidupan manusia.
Proses panjang sejarah perjuangan Islam (baca; dakwah) yang diemban oleh Rasulullah SAW selama lebih kurang 23 tahun dan setelah hijrah membawa posisi ummat Islam ke puncak kejayaan. Dunia mencatat, kepemimpinan Rasulullah telah melahirkan generasi yang sanggup menaklukkan dua negara super power saat itu, yakni Persia dan Romawi, sehingga Michael H. Hart mengurut Rasulullah SAW sebagai orang nomor wahid yang paling berpengaruh dalam bukunya Seratus Tokoh Dunia.
Selanjutnya posisi umat Islam dalam pentas dunia –setelah dihantarkan kepada puncak kemajuan oleh Nabi SAW –sampai saat ini mengalami pasang surut dan fluktuasi yang sangat zig-zag dalam perjalanannya. Ini semua tidak bisa dilepaskan dari andil yang dimainkan oleh ummat Islam dalam pengelolaan dunia. Sejarah memang selalu berputar, tetapi dia tidak serta merta terjadi begitu saja. Dibalik keberhasilan suatu umat, ternyata di belakangnya terdapat tokoh-tokoh yang memiliki komitmen tinggi dalam upaya pemberhasilan tersebut.
Sekarang, setelah sekian lama posisi ummat Islam dalam keterpurukan disebabkan invasi (serangan) pemikiran dari orang-orang kafir, lewat program “cuci otak” (brain washing) melalui institusi pendidikan yang dikotomis (pemisahan ilmu umum dan agama) lahirlah orang-orang sekuler, sistem ekonomi kapitalistik (dengan menyuburkan praktek riba), sistem sosial budaya yang individualistik dan jauh dari nilai-nilai Islam, juga melalui media komunikasi (baik cetak maupun elektronik) yang mengumbar syahwat dan menyusupkan nilai-nilai ideologis, sistem hukum peninggalan kolonial, sistem politik menghalalkan segala cara (melalui money politic, intimidasi, terror, dan berbagai perilaku anarkis lainnya). Semua ini sudah berurat-akar dalam pola pikir umat Islam, sehingga sangat sulit meneratasnya.
Semoga dengan moment Hijrah 1437 dan upaya keras dan tak kenal lelah dari umat Islam yang memiliki kemampuan dan komitmen tinggi, kejayaan umat Islam, pelan namun pasti, akan dapat diangkat ke puncak sebagaimana posisi yang pernah diantar oleh Rasulullah SAW melalui upaya hijrah yang dilakukannya. Kendati hijrah saat ini tidak lagi dalam bentuk makaniyah (hijrah fisik), tetapi lebih kepada hijrah psikis (maknawiyah), sehingga tepatlah apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW: “Yang disebut muhajir (orang berhijrah) adalah yang berhijrah dari hal-hal yang dilarang oleh Allah.” Insya Allah, sejarah kejayaan Islam akan berulang!

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Sistem Syariah Lebih Menguntungkan

GEMA JUMAT, 23 NOVEMBER 2018 Tahun ini Rancangan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) akan disahkan menjadi qanun. Qanun LKS bertujuan untuk mensyariatkan transaksi keuangan agar

Optimalisasi Pelayanan Haji

GEMA JUMAT, 12 JULI 2019 Operasional penyelenggaraan ibadah haji tinggal menghitung hari. Memastikan kesiapannya, Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Provinsi Aceh bersama

Mengendalikan Amarah

Gema JUMAT, 13 November 2015 Oleh:  H. Basri A. Bakar “Sesungguhnya, kemarahan itu berasal dari syaitan, dan syaitan tercipta dari api. Dan sesungguhnya api itu

Bank Aceh Resmi Syariah

Gema JUMAT, 23 SEPTEMBER 2016 Banda Aceh (Gema) PT Bank Aceh secara resmi melayani nasabah dengan sistem syariah, terhitung sejak hari ini, Senin (19/09).Keputusan tersebut

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman