Hubungan Aceh Kedah (Bagian 2) Kerajaan Aceh Menyerang Kedah

Gema JUMAT, 8 Januari 2016 Oleh; Ameer Hamzah   Kerajaan Kedah Darul Aman pada abade ke 16 termasuk sebuah Kerajaan yang luas. Mereka menguasai Perlis, Pulau Pinang dan Pulau Langkawi. Letaknya yang trategis di Pintu Gerbang Utara Selat Melaka membuat Kerajaan ini dilirik oleh Portugis, Inggris dan Belanda. Sementara Kerajaan Aceh di bawah Sultan Iskandar … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Gema JUMAT, 8 Januari 2016
Oleh; Ameer Hamzah
 
Kerajaan Kedah Darul Aman pada abade ke 16 termasuk sebuah Kerajaan yang luas. Mereka menguasai Perlis, Pulau Pinang dan Pulau Langkawi. Letaknya yang trategis di Pintu Gerbang Utara Selat Melaka membuat Kerajaan ini dilirik oleh Portugis, Inggris dan Belanda. Sementara Kerajaan Aceh di bawah Sultan Iskandar Muda (1607—1636) yang menguasai selat Melaka tidak ingin Kerajaan Kedah ditaklukkan oleh Penjajah Barat.
Lalu Sultan Isklandar Muda mengirim Utusan ke Kedah agar Kerajaan itu tunduk saja kepada Kerajaan Aceh, sebab jika tidak tunduk kepada Kerajaan Aceh, Kedah akan dicaplok oleh Portugis seperti Melaka. Surat Raja Aceh diabaikan oleh kerajaan Kedah di bawah Sultan Sulaiman Syah. Maka Sultan Iskandar Mudapun memutuskan untuk menaklukkan Kedah.
Maka, tahun 1619 Sultan Is kandar Muda mengirim 10 ribu tentara terlatih (angkatan laut dan darat) untuk mengepung ibukota Kedah, Kota Si puteh di Kubang Pasu, Padang Sera pada waktu itu. Kedah mengadakan perlawanan. Kedua belah pihak banyak yang tewas. Pasukan Aceh di bawah pimpinan Orasng Kaya Laksamana berhasil mengalahkan Kedah setelah meminta tambahan tentara dari Aceh.
Sultan Sulaiman Syah II, dan permaisurinya Putri Zalikha di bawah ke Aceh. Tentara Aceh juga membawa 7000 rakyat Kedah ke Aceh dan dijadikan sebagai pekerja. Mereka ditempatkan di Kampong Keudah Banda Aceh dan Pagar Ayer Aceh Besar. Menurut sejarawan Malaysia, Sultan Sulaiman Syah II dieksikusi di Aceh. Tetapi menurut catatan Aceh, Sultan Sulaiman meninggal sendiri karena sakit. Wallahu a’lam.
Sultan Aceh menganfkat Sultan Rijaluddin Syah menjadi Raja Kedah. Sultan ini adalah putra dari Sultan Sulaiman Syah yang dibawa ke Aceh. Setelah Sultan Aceh kembali, Raja Rijaluddin berkhianat lagi, beliau menjual lada hitam kepada Portugis. Raja Aceh sangat marah, lalu iskandar Muda menyerang lagi Kedah dan membumihanguskan ibukota Siputeh. Raja Kedah lari ke hutan di daerah Perlis.
Tentara Aceh digambarkan sangat kejam, membunuh setiap orang Kedah, membakar rumah-rumah mereka, mencabut lada-lada mereka, sehingga rakyat Kedah sangat menderita. (Denys Lombard: Aceh Pada zaman Sultan iskandar Muda, hal 1567), tetapi menurut sejarawan Malaysia, Abu Hassan Murad, tidak benar cerita penulis Barat tersebut. Kami yakin tentara Aceh yang muslim tideak sekejam itu”, ujarnya.
Setelah Seminar di Kota Padang Sera, kami (H.A. Rahman Kaoy, dari MAA, H. Muhammad Usman, dari UUM, Ibu Zunaimar PDIA dan penulis) dibawa berziarah ke makam Raja-Raja
Kedah di atas Bukit Siputeh, kampong Pulo yang tidak jauh dari Kota Padang Sera. Yang sangat menarik di atas bukit tersebut ada sebatang Pohon Aceh namanya. Menurut ahli sejarah Kedah, phon Aceh itu tidak tumbuh di tepat lain di seluruh Kedah, kecuali di Bukit Siputeh tersebut. Mereka bertanya kepada saya, adakah pohon tersebut di Aceh? vSaya tidak pernah melihatnya. Mungkin saja ada di hutan Aceh, namun saya belum melihatnya. Pohon itu juga tumbuh di Johor kata ahli sejarah tersebut.
Menurut sejarah, Kedah masih tunduk kepada Aceh sampai zaman Ratu Shafi atuddin Syah putri Iskandar Muda. Namun setelah itu Kedah memisahkankan diri. Kerajaan Aceh di zaman raturatu berikutnya sudah lemah. Bukan hanya Kedah yang lepas, juga seluruh negeri takluknya. Masa kejayaan Aceh juga mundur. Kedah dalam gengaman Aceh lebih kurang setengah abad. (1619-1675). (Bersambung).

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Wakaf Menurut Pandangan Orang Awam

Perbedaan pemikiran manusia menjadi suatu keragaman. Cara berpikir orang modern dengan orang biasa tentu menjadi dinamika, tetapi bukan perdebatan. Hanya saja cara pandang mereka sesuai pengetahuan dan alasan masing-masing. Cara bepikir masyarakat awam biasanya akan lebih fanatik dibandingkan masyarakat modern.

Pemuda

Oleh: Nurjannah Usman Assalamualaikum saleum uloen bri Kepada ukhti saudara lingka Saleum loen pue phoen geulantoe diri Nyak mangat hati wate neu baca Ditengoh uroe

NABI SAW MELIHAT SURGA DAN NERAKA

Dari Usamah bin Zaid r.a. dari Nabi SAW bersabda : Aku berdiri di pintu surga maka kebanyakan orang yang masuk ke dalamnya adalah orang-orang miskin

Mengolah Ie Bu Peudah

JEUNGKI. Warga Gampong Nusa Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar menggunakan jeungki (alat penumbuk) bahan utama Ie Bu Peudah, makanan takzil khas Aceh, Senin (12/4). GEMA/NA RIYA

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman