Ie Raya

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Akhir tahun 2021, Aceh Timur

...

Akhir tahun 2021, Aceh Timur dan Aceh Utara diserbu ie raya. Tahun lalu, dua daerah itu juga dilanda banjir. Para pakar bicara penyebab banjir rutin itu menurut kacamata masing-masing. Ada yang menyebutkan karena perluasan kebun sawit, meningkatnya penerbangan pohon secara haram di hutan hingga belum selesainya pembangunan tanggul 15 kilometer yang menghubungkan Waduk Krueng Kertoe dengan Tanggul Teupin Keubeu di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.

Yang lazim, solusi banjir bagi warga oleh pemerintah yakni mengirim mi instan, telur, beras dan sebagainya. tahun depan terjadi banjir lagi, maka bantuan itu yang dikirim ke warga. dampak banjir langganan di Aceh Utara, Aceh Timur dan lain-lain yang harus diungkapkan agar tidak terulang lagi banjir langganan setiap tahun.

Mengupas bencana alam dari aspek agama, maka umat diingatkan oleh Allah pada Ar-Rum ayat 41 “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.

Manusia sebagai khalifah di dunia diwajibkan menjaga keberlangsungan umat. Kerusakan ekosistem ini dilakukan oleh para kerja sama biadab yang dilakukan pengusaha, penguasa dan lain-lain dalam mengelola alam. Setelah mengeruk laba yang berdampak kerusakan hutan, mengurangi aspek kualitas bendungan, tanggul dan sebagainya, mereka menetap di wilayah yang tidak terdampak bencana. Sebaliknya, umat yang menerima dampak banjir dengan kehilangan sumber ekonomi seperti hancurnya sawah, perabot-perabot rumah hancur dan sebagainya. kerugian bisa miliaran.

Warga yang eksodus berhari-hari menimbulkan masalah baru. Sebaliknya perusak alam bisa duduk manis tanpa menderita kebanjiran. Bahkan mereka bisa berceramah bahwa bencana alam ini terjadi karena warga ingkar kepada Allah. Pelaku kejahatan alam bisa cuci tangan bahwa banjir ini sudah kehendak dari Allah.

Penduduk diminta bersabar dan harus ikhlas menerima ujian. Sedangkan pelaku kejahatan ekosistem dari unsur pemerintah, kontraktor, preman berdasi hingga preman gampong, dan lain-lain menerima uang berlipat-lipat. Beragam bencana alam di darat dan laut merupakan kejahatan orang-orang serakah yang tidak peduli dengan keseimbangan alam.

Kapan bencana alam seperti banjir di Aceh Utara, Aceh Tenggara, Aceh Timur dan lain-lain bisa berakhir? Jawabannya setelah pelaku kejahatan lingkungan hidup meninggal dunia. “Ketika ada orang yang sering berbuat dosa itu mati, maka hamba-hamba Allah SWT, seperti manusia, bumi, pohon dan hewan-hewan merasa lega”. (HR.Bukhari & Muslim).

Perlu keberanian semua lapisan warga agar pencegahan banjir dilakukan secara benar dam tepat seperti membangun tanggul yang tangguh, menindak semua pihak yang menghambat pembangunan bendungan. Tanggul yang kokoh dan bendungan merupakan ikhtiar mencegah banjir dan sebagainya.

Tanpa pencegahan banjir secara paralel dari hulu ke hilir, ada peluang banjir ini akan terulang lagi pada tahun depan. Jika bencana ini terulang, warga dan pemerintah akan sibuk kirim bala bantuan berton-ton mi instan. Ini solusi di masa panik yang hanya berhari-hari. Tidak tertutup kemungkinan dalam kondisi bala ini, ada saja pihak yang bisa meraih laba. Na laba dalam bala karena hatinya tidak takut lagi pada Allah.

Umat butuh solusi jangka panjang agar luapan dari sungai di Aceh Utara dan Aceh Timur tidak terjadi lagi dengan membangun tanggul, mengeruk sungai, membenahi drainase/parit dan sebagainya. Gubernur Aceh Prof Ibrahim Hasan membenahi Sungai Krueng Aceh – yang sudah dirancang sejak tahun 1970-an – sehingga banjir langganan setiap tahun di Banda Aceh tidak terjadi lagi. [Murizal Hamzah]

Dialog

Pustaka Baiturrahman

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman