Jasa Pahlawan Aceh

Gema JUMAT, 4 Desember 2015 Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenang jasa-jasa pahlawannya. (Dr. Ir. H. Soekarno). Kita menikmati kemerdekaan hari nini tidak terlepas dari pengorbanan para pahlawan bangsa. Mereka berjuang siang dan malam, hidup atau mati demi kemerdekaan dari bangsa penjajahBarat dan Timur; Portogis, Inggeris, Belanda dan Jepang. Tak terhitung jumlah pahlawan, sebab … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Gema JUMAT, 4 Desember 2015
Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenang jasa-jasa pahlawannya. (Dr. Ir. H. Soekarno).
Kita menikmati kemerdekaan hari nini tidak terlepas dari pengorbanan para pahlawan bangsa. Mereka berjuang siang dan malam, hidup atau mati demi kemerdekaan dari bangsa penjajahBarat dan Timur; Portogis, Inggeris, Belanda dan Jepang. Tak terhitung jumlah pahlawan, sebab ada yang tercatat namanya, ada juga yang tak bernama.
Kita ingat Tgk Chik Ditiro, Teuku Umar Johan pahlawan, Teuku panglima Polem yang berkali-kali bertakbir. Allahu Akbar!, Allahu Akbar, Allahu Akbar!”, ketika mereka membakar semangat rakyat melawan kaphe. Tetapi pahlawan bukan hanya mereka, bukan hanya orangorang tertentu, semua orang yang berjuang demi kemerdekaan adalah pahlawan. Rakyat Aceh juga pemberani. Mereka berperang habis-habisan, syahid dambaannya.
Para pahlawan berjuang tanpa pamrih, siap mati demi bangsa dan agamanya. Mereka tidak mengharapkan apapun dari kita, kecuali memelihara kemerdekaan negeri ini supaya tetap berdaulat, membangun dan memajukannya. Siapa yang mengikuti jejaknya adalah pahlawan juga, tetapi siapa yang curang, misalnya koruptor adalah musuh para pahlawan.
Pahlawan Cut nyak Dhien, ketika ditangkjap Belanda beliau berpesan. “Kalian boleh saja mem bunuh saya, tetapi Cut nyak Dhien-Cut nyak Dhien muda akan tampil membela bangsa dan agamanya”. Begitu hebat semangatnya. Dan ketika seorang tentara Belanda meegangnya, ia berucap: “Wahai kafir laknat, jangan sentuh aku”.
Ulama-ulama Tiro juga tak pernah gentar menghadapi kekuatan Belanda. Satu hilang dua terbilqang! Tgk Chik Ditiro bersama pasukannya tetap berjuang meski harus meninggalkan kampong halaman, mereka bergerilya dalam hutan Aceh dan bergabung dengan pejuang Aceh. Begitu juga di Aceh Utara, Tgk Chik Ditunong siap mati melawan Belanda. Setelah beliau syahid, isterinya Cut Meutia tanpail sebagai pahlawan wanita yang gagah perkasa. Cut Meutia juga syahid.
Pahlawan juga orang-orang yang berjuang dengan pena, seperti Do karim dengan hikayat Prang Kompeni, Tgk. Chik Pante Kulu dengan hikayat Prang sabi-nya, Mr. Mohd. Hasan dengan diplomasinya, dan masih banyak lagi. A. Hasjmy, Talsya, AG Mutiara,   juga pejuang lewat karangankarangan mereka. Pahlawan berjuang untuk tanah air dan Tuhan-nya. Syahid adalah dambaannya.
Anda ingin menjadi pahlawan di zaman sekarang? Syaratnya jangan korupsi, jangan terlibat naroba, jangan lalai dengan syariat Islam. Mari membangun negeri peninggalan indatu anda kea rah yang lebih baik. Betapa jauh sudah kita tertinggal dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Mari kita bekerja membangun agama, bangsa dan negara.

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Sekuntum Mawar Surga

Oleh:Ameer Hamzah (buat anak kami almarhumah Nura Usrina ridwan Johan) Allahummaghfirlaha warhamha, wa’afihi wa’fu’anha Wa akrim nuzulaha, wawassi’ madkhalaha…… Sejuta doa untukmu anak kami tercinta

KETAUHIDAN NABI IBRAHIM

Gema JUMAT, 13 Mei 2016 Oleh : Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman) “Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata

PENGAJIAN DAYAH MANYANG

Pengajian rutin Dayah Manyang semakin tinggi peminat. Banyak kalangan kaum bapak baik yang berumur lanjut maupun yang masih belia juga tak ketinggaln untuk mengikuti pengajian

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman