Kedustaan Orang Kafir

Jum’at, 4 september 2015 M/ 20 zulkaidah 1436 H Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman) Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka. … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Jum’at, 4 september 2015 M/ 20 zulkaidah 1436 H
Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman)
Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka. Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): “Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia ini saja, dan kita sekali-sekali tidak akan dibangkitkan”. (QS. Al-An’am ayat 28-29).
Dalam banyak ayat al-Qur’an dinyatakan, bahwa salah satu ciri kekafiran yang mencolok adalah ketidakpercayaan kepada hari kiamat atau hari kebangkitan. Al-Quran berulangkali menyebutkan apa yang dilakukan oleh orang-orang kafir ketika mereka katakan terhadap kebenaran bahwa mereka selalu menyanggah tentang kebenaran itu. Pada ayat lain, pengingkaran mereka terhadap hari kebangkitan adalah dengan membawa tulang-belulang manusia yang telah mati puluhan tahun lalu, mereka membawanya di hadapan utusan Allah, dan menyatakan “ Apakah tulang-belulang yang sudah seperti itu akan hidup dan bangkit lagi? Tak mungkin..”.
Itulah pengingkaran terhadap kebenaran yang sesungguhnya. Namun demikian, orang-orang yang meragukan dan mengingkari adanya hari kiamat disebutkan oleh Allah akan merasa terhina dan menyesal di akhirat, sebagaimana disebutkan pada beberapa ayat sebelumnya. Dalam ayat di atas juga disebutkan bagaimana kejahatan (pengingkaran) mereka terhadap kebenaran.
Meskipun mereka meminta dikembalikan kepada kehidupan di dunia, mereka akan mengulangi perbuatan yang sama, yaitu mengingkari kebenaran. Ketidakpercayaan terhadap dunia akhirat kelak, bila dikaitkan dengan dunia modern saat ini adalah kepercayaan mutlak terhadap materialisme, yang menganggap yang ada hanyalah yang dapat dibuktikan dengan pembuktian empiris (yang dapat diindera). Meskipun demikian, aliran materialisme juga tak berkutik bila dihadapkan pada hal-hal yang ghaib, seperti kematian, ruh dan sebagainya. Namun, kadang-kadang fakta-fakta kebenaran ilahiyah ditutup-tutupi dengan mencari sebabsebab yang dihubung-hubungkan dengan pembuktian empiris.
Al-Qur’an secara garis besar menyatakan bahwa kekufuran terhadap hari akhirat selalu diyakini sebagian manusia yang tidak mempercayai kehidupan setelah mati, yang selalu eksis di setiap generasi. Generasi pembangkang tersebut pada zaman risalah tauhid turun, tentu sekarang merasakan betapa ruginya ketidakpatuhan mereka terhadap agama ini, dan mereka merasakan azab di alam barzakh. Demikian juga bagi kita yang masih bertebaran di muka bumi ini, tidak menyadari bahwa keingkaran terhadap hari akhir akan menyebabkan kita merasakan azab ketika kita telah berpisah kelak dengan dunia fana ini.
Rugilah orang-orang yang meyakini bahwa kehidupan hanyalah di dunia ini, karena konsekuensi terhadap keyakinan ini akan ditebus di hadapan rabb al-alamin di akhirat kelak. Lalu, jika Allah telah memperingatkan kita dalam banyak redaksi ayat al-Qur’an, mengapa dunia masih dapat melenakan kita? Sehingga tidak kita sadari, perlahan-lahan kematian menjemput kita kapan saja, tanpa kita sadari, apakah amalan kita cukup untuk menebus kita di hari akhirat? Allah musta’aan.

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

PKA, Di Lintas Zaman

Gema Jumat, 03 Agustus 2018 Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) diadakan untuk melestarikan budaya dan kesenian Aceh dan mengembangkannya sebagai kekayaan tamaddun dari masa ke masa.

Mensyukuri Perjalanan

Gema, 28 April 2018 Oleh Dr. Sri Suyanta (Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry) Saudaraku, intensitas perjalanan atau safar yang dilakukan oleh

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman