Kekuatan yang Terabaikan

Oleh : Murizal Hamzah Jumat ini adalah Jumat terakhir di bulan Ramadhan. Insya Allah,  Jumat depan kita sudah merayakan Hari Kemenangan. Gaung persiapan menyambut Idu Fitri dengan perlengkapan serba baru sudah tercium. Begitulah sebagian umat mengartikan Uroe Raya dengan serba baru hingga berutang ke sana-sini.  Kita paham, hakikat Idul Fitri bukan bikin umat  menjadi susah … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Oleh : Murizal Hamzah
Jumat ini adalah Jumat terakhir di bulan Ramadhan. Insya Allah,  Jumat depan kita sudah merayakan Hari Kemenangan. Gaung persiapan menyambut Idu Fitri dengan perlengkapan serba baru sudah tercium. Begitulah sebagian umat mengartikan Uroe Raya dengan serba baru hingga berutang ke sana-sini.  Kita paham, hakikat Idul Fitri bukan bikin umat  menjadi susah karena harus mengecat rumah, menganti sofa, menghidangkan makanan mahal dan sebagainya. Hidup sederhana adalah perilaku umat sebagaimana teladan Rasulullah.
Berkaitan dengan berakhirnya bulan Ramadhan,  ada satu kewajiban umat yaitu menunaikan zakat fitrah. Tidak ada perbedaan ulama terhadap kewajiban berzakat. Dalam berbagai ayat disebutkan  kewajiban berzakat oleh yang mampu beriringan dengan kewajiban shalat. “Dan dirikanlah shalat serta tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku.” (QS: AlBaqarah 2:43).
Kita sudah sering mendengar ucapan bahwa melalui zakat, shadaqah, infaq, wakaf, sumbangan dan lain-lain adalah kekuatan umat di jalur perekonomian.  Berzakat dan sejenisnya adalah cara Islam meningkatkan derajat kaum dhuafa ke derajat pemberi zakat. Ajuran untuk berbuat kebaikan itu sudah disampaikan  sejak Rasulullah.  Logikanya, bila setiap umat yang mampu mau berzakat atau bershadaqah, maka angka kemiskinan dapat berkurang.  Hal ini dimulai dari setiap gampong.
Melalui data yang menerima zakat fitrah per tahun,  kita dapat memetakan siapa saja yang termasuk dhuafa menurut kacamatan Islam. Berdasarkan data per gampong yang dicek lagi oleh pihak lembaga zakat, ini modus mengurangi angka kemiskinan. Sebab sudah tercatat penerima zakat komsumtif atau zakat produktif sesuai dengan kebutuhan  penerima zakat. Selain zakat tahun zakat fitrah,  kekuatan ekonomi  umat yakni zakat pendapatan atau zakat profesional yang dikeluarkan setiap bulan.
Tidak diragukan, zakat, shadaqah, infaq, wakaf dan lain-lain adalah kekuatan umat  di bidang ekonomi yang terabaikan atau belum dipahami seluruhnya. Akibatnya,  keberadaan kaum dhuafa terus bertambah setiap tahun.  Jika mayoritas warga di Aceh berzakat fitrah hingga zakat pendapatan, angka kemiskinan di Tanoh Endatu ini dapat berkurang. Melalui usaha-usaha produktif yang dilakukan oleh Baitul Mal Aceh, kita percaya akan terjadi perubahan dari penerima menjadi pemberi sebab dilakukan secara profesional dan transparan.
Kita percaya, melalui ekonomi umat yang tangguh mampu mengubah posisi tangan di bawah menjadi di atas. Bagaimana pun, menjadi penerima zakat atau bantuan bukanlah posisi yang nyaman. Islam menganjurkan agar tangan umat berada di atas atau memberi. Paling,  menjadi umat yang tidak memberatkan pihak lain karena bisa mandiri dari aspek ekonomi rumah tangga.
Zakat sebagia kekuatan ekonomi umat yang terabaikan mesti disadarkan dan disyiarkan kepada masyarakat. Untuk bergemuruh zakat atau mengeluarkan pengeluaran untuk kemajuan umat, kita mulai dari diri sendiri di gampong masing-masing. Kita memastikan kaum dhuafa atau santri/pelajar yang berprestasi namun minus pembiayaan dan lain-lain mendapat beasiswa atau bantuan. Jika persoalan kesejahteraan di gampong dapat dibenahi, ini langkah awal menuju umat yang  baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur  yang makmur dan sejahtera.
Pada waktu bersamaan, kita bisa mengabaikan masalah-masalah khilafiyah yang akan terus ada sepanjang masa. Jangan mau umat Islam diributkan dengan perkara yang bukan utama dalam fiqh Islam. Masalah kemiskinan, kebodohan dan sebagainya yang dialami oleh jutaan umat lebih utama diselesaikan secara kongkrit.

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

 Sistem Syariah Bahagiakan Pasien

Di Aceh sudah ada tiga rumah sakit mendapatkan sertifikasi syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI), yakni Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel

Efektifitas Amal

Gema, 14 Februari 2018 Oleh Dr. Sri Suyanta (Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry) Alangkah bersyukurnya bila dapat memaksimalkan efektivitas dari amaliah

Memilih Jalan Taqwa

Ada konsensus ulama yang menyatakan bahwa puasa Ramadan itu diwajibkan, dengan tujuan agar menjadi orang yang bertakwa kepada Allah Swt. Alasan mengapa umat Islam harus puasa di bulan Ramadan ini

Berhaji Orang Aceh, Dulu dan Sekarang

Gema JUMAT, 18 September 2015 Musim haji telah tiba. Bagi muslim yang sudah mendapatkan jatah, mereka sedang memenuhi panggilan mulia ke rumah Allah yaitu ke

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman