Keutamaan Berinfak Di Jalan Allah

Gema JUMAT, 11 September 2015 Khutbah Jum’at, Dr. Ahmad Fauzi, M.Ag. Dekan Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Hamba Allah yang Budiman. Dengan izin Allah Subhaanahu Ta’aala, khatib akan menyampaikan taushiah Jum’atan di Mesjid Baitur Rahman ini berjudul ” Keutamaan Berinfak di jalan Allah. Allah memberikan nikmat kepada kita serba banyak, … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Gema JUMAT, 11 September 2015
Khutbah Jum’at, Dr. Ahmad Fauzi, M.Ag. Dekan Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa
Hamba Allah yang Budiman.
Dengan izin Allah Subhaanahu Ta’aala, khatib akan menyampaikan taushiah Jum’atan di Mesjid Baitur Rahman ini berjudul ” Keutamaan Berinfak di jalan Allah.
Allah memberikan nikmat kepada kita serba banyak, sehingga kita tidak akan pernah mampu menghitungnya. Ini selaras dengan penegasan Al- Qur,an:
Artinya: Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala
apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat dzalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (Surat
Ibrahim, 14: 34).
Harta dan rezki merupakan sebagian nikmat terbesar yang dianugerahkan Allah kepada kita. Harta itu merupakan harta Allah yang diberikan kepada hambanNya. Al- Qur’an menegaskan:
Artinya: Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak
(dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi
rezki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui. (Surat al- ‘Ankabuut, 20: 60).
Dengan harta kita juga diuji, apakah kita mampu mensyukuri atau ingkar kepadaNya. Al-qur’an masing- masing menegaskan:
Artinya: Kemudian kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka. Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. ( Surat al- Isra’17: 6).
Di surat yang lain, al- Qur’an menegaskan:
Aörtinya: dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat- Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. Surat Ibrahim, 14: 7).
Hamba Allah yang Budiman!
Terma infaq berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan sesuatu (harta) untuk dipergunakan kepentingan orang banyak. Menurut istilah, infaq adalah mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan untuk satu kepentingan yang diperintahkan ajaran Islam. Infaq dikeluarkan oleh setiap orang yang beriman, baik yang berpenghasilan tinggi maupun
rendah, apakah ia dalam kondisi lapang maupun sempit.
Penginfaqan harta itu dilakukan berdasarkan payung hukum Islam: wajib dan mustahab. Pertama, merupakan kewajiban mutlak bagi orang mukmin, berupa infak untuk keperluan pribadi, anak dan isteri. Sementara kedua, merupakan anjuran : shadaqah, infak dijalan yang benar , seperti: donasi kepada anak yatim; fakir; miskin; hibah dan hadiah : dan badan atau yang mengurusi bantuan sosial keislaman. Hamba Alah! Minimal ada tiga keberuntungan berinfaq : Pertama, memperoleh fasilitas syurga. Al- Qur’an menegaskan:
Artinya: Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang- orang yang bertaqwa. (ali- Imran, 3:133). Yaitu orang- orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orangorang yang berbuat kebajikan. (Ali- Imran, 3:134).
Kedua, penjagaan diri dari ancaman api neraka dan pemikiran jelek. Imam Bukhari dan Imam Muslim yang lebih populer digelar dengan al- Syaikhaain merawikan sebuah hadis , bahwa Nabi Muhammad menegaskan:
Jaga diri dari ancaman azab neraka kendatipun dengan berinfak sebutir kurma. (Shaheh Bukhari dan Shaheh Muslim). Sementara itu Nabi Muhammad bersabda” Shadaqah itu menghilangkan kesalahan, sebagaimana air memadamkan api”
Ketiga, memperbanyak kebajikan dan melipatgandakan pahala. Al- Qur’an menegaskan :
Artinya: Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah
Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.( al- Baqarah,2:261).
Keempat, membersihkan pemberi infak dan mensucikan hati mereka
dari penyakit jiwa: kikir, sombong, takabbur sok pamer dan sebagainya. Al-Qur’an menegaskan: Artinya: Hai Muhammad! Ambil lah sebahagian harta orang –orang beriman itu guna membersihkan mereka (dari kekikiran dan cinta yang berlebihan terhadap harta), dan menyucikan ( menyuburkan sifat- sifat kebaikan dalam hati mereka dan memperkembangkan harta mereka). (al- Taubah, 9: 103)
Hamba Allah Yang Mulia! Islam menanamkan nilai moral dalam jiwa orang berinfak. Nilai dimaksud berupa: keikhlasan; tidak pernah menyebut nyebut apa yang telah diinfakkan kepada seseorang pada orang lain sehingga yang bersangkutan merasa kecut dan mengeluh akibat dari pengeluaran infak. Al-Qur’an menegaskan:
Artinya: Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebutnyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (al- Baqarah, 2 : 261-262)
Sementara itu pula al- Qur’an menggariskan bahwa berinfak itu dari
harta yang baik,halal lagi disenangi.dan tidak bermewah- mewahan. Artinya: Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang
Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang burukburuk lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal
kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan
mata terhadapnya. dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (al-Baqarah 2 : 267.
Artinya: Dan termasuk hamba hamba (Tuhan Yang Maha Pengasih) orang- orang yang apabila menginfakkan (harta) , mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula ) kikir, diantara keduanya secara wajar. (al-Furqan, 25: 67).
Hamba Allah yang mulia! Anak bangsa Indonesia di Aceh dan putra putri umat Nabi Muhammad di ujung Barat Sumatera ini merupakan generasi persilangan dari berbagai bangsa. Menurut para pakar pendidikan dan psikologi, generasi persilangan dimaksud mempunyai kecerdasan intelektual dan
emosional tinggi. Pasca Kemerdekaan Republik Indonesia ini, muncul ulama dayah karismatik berkaliber nasional seumpama: Teuku Chik di Kruengkale, Teuku Chik Mudawali al- Kalidi di Labuhan Haji dan Teungku Hasby al- Shiddieqy. Begitu juga cendikiawan muslim lainnya,
seperti Safwan Idris, A. Hasyimy, A. Majid Ibrahim dan lainnya yang tak mungkin disebutkan satu persatu. Pemikiran mereka yang brilian mampu menyelesaikan persoalan bangsa ini semasa hidup mereka.
Namun sayangnya banyak dari anak =anak tunas bangsa Indonesia di Aceh yang hidup di zaman kita ini tidak dapat mengecap pendidikan secara baik disebabkan –antara lain- ketiadaan dana pendidikan. Sementara itu- diakui atau tidak- di Aceh ini banyak terdapat anak yatim
putus sekolah dan janda serta fakir miskin yang perlu uluran tangan dari saudaranya seiman dan sebangsa.
Atas dasar itu mari kita menghayati, berapa banyak nikmat yang diberikan Allah kepada kita dan sejauh mana sudah kepedulian kita untuk mereka. Untuk itu pula, mari kita salurkan infak kepada mereka melalui badan resmi dengan penuh keikhlasan, keimanan dan perhitungan, bahwa Allah akan mengganti semua infak kita kelak. Dengan demikian,anak cerdas bangsa Indonesia di Aceh dapat belajar di dayah, madrasah, sekolah dan perguruan tinggi dengan baik.Sementara itu kaum dhuafa bisa meningkatkan taraf hidupnya.
Hamba Allah. Mengakhiri khutbah ini, khatib mengajak kita
semua untuk tetap berinfak sebelum ajal tiba. Sebelum berpisah ruh dengan nyawa kita masing-masing. Ingat akan pesan al-Qur;an:
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir Itulah orang-orang yang dzalim.(al-Baqarah ,2 : 254)
Artinya: …dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan
kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku Termasuk orang-orang yang saleh?

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Seulawah ke Burma

GEMA JUMAT, 8 SEPTEMBER 2017 Ada kisah, pesawat kepresidenan RI Dakota RI-001, Seulawah, sumbangan rakyat Aceh ke Pemerintah Indonesia, yang sedang melakukan perawatan berkala di

Efektifitas Amal

Gema, 14 Februari 2018 Oleh Dr. Sri Suyanta (Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry) Alangkah bersyukurnya bila dapat memaksimalkan efektivitas dari amaliah

Perlu Kualitas Peringatan Maulid

GEMA JUMAT, 16 NOVEMBER 2018 Abu Daud Hasbi Ba’da Shalat  Subuh di Masjid Raya, Kamis (15/11)  H. Ameer Hamzah  dari Gema Baiturrahman  berkesempatan  mewawancarai  seorang

Mensyukuri Wajah Purnama

Gema, 28 Mei 2018 Oleh Dr. Sri Suyanta (Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry) Muhasabah 12 Ramadhan 1439 Mensyukuri Wajah Purnama Saudaraku,

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman