Oleh: Dr. Tgk. T. H. ABI HASAN, MH., M.Ag,

Khatib Pimpinan Dayah Perbatasan Safinatussalamah Biskang Danau Paris Aceh Singkil

Konsep Menghadapi Pesatnya Arus Teknologi

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Begitu banyak manfaat yang dapat kita ambil dari perkembangan dunia teknologi, termasuk dakwah Islam menjadi semakin efektif dan luas jangkauannya. Kita dapat menggapai orang-orang yang sulit dijangkau melalui metode konvensional seperti pengajian atau ceramah. Dengan memanfaatkan teknologi, dakwah Islam dapat menjadi lebih berkembang dan dapat menjangkau orang-orang dari berbagai latar belakang....

Cepatnya perubahan yang terjadi di tengah-tengah kita saat ini di antaranya ialah imbas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemudahan berbagai penemuan seperti di bidang teknologi informasi semua kebutuhan manusia seakan-akan telah tersedia di dalam Internet, baik persoalan Bisnis, atau persoalan pemerintahan maupun persoalan hukum,  Dalam menghadapi era digital yang semakin berkembang pesat, kita harus mampu mempertahankan iman dan takwa kita kepada Allah Swt. Kita harus menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab, serta memanfaatkannya untuk memperkuat dakwah Islam. Dengan demikian, kita dapat menjaga kehidupan yang Islami di era digital ini.

Begitu banyak manfaat yang dapat kita ambil dari perkembangan dunia teknologi, termasuk dakwah Islam menjadi semakin efektif dan luas jangkauannya. Kita dapat menggapai orang-orang yang sulit dijangkau melalui metode konvensional seperti pengajian atau ceramah. Dengan memanfaatkan teknologi, dakwah Islam dapat menjadi lebih berkembang dan dapat menjangkau orang-orang dari berbagai latar belakang.

Namun perkembangan teknologi digital saat ini, yang sebagian orang memanfaatkan untuk kemudahan dalam bermuamalah, Sayangnya banyak disalah gunakan oleh generasi bangsa kita, sehingga sebagian besar anak-anak Indonesia telah dilalaikan dan disibukkan oleh Gedgetnya, yang sesungguhnya dapat mengikis nilai budaya dan karakter bangsa, termasuk generasi kita selaku masyarakat Aceh, bahkan para pelajar kita, lebih banyak nongkorong di Kafe dan wifi, ketimbang diberbagai lembaga sumber ilmu,. Disisi lain Nilai Budaya lokal pula Saat ini sudah mulai kendur ditengah pesatnya perkembangan teknologi, padahal Aceh yang dulunya dikenal sebagai masyarakat yang memiliki kehebatan dimata nasional dan bahkan dunia, setidaknya Aceh dikenal memiliki tiga kekuatan dan keunggulan tersendiri, yakni kehidupan masyarakatnya yang religius, budayanya yang luhur, dan adat istiadat yang dihormati.

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalaam dekade ini tentu telah memberikan timbal Balik kepada pengguna baik individu, komunitas, dan negara. Sedihnya dunia saat ini memiliki banyak hal yang didukung oleh luasnya peradaban barat. Salah satu penyebabnya adalah sains dan teknologi yang telah memberikan kesejahteraan dan Kenyamanan masyarakat. Jika dilihat pengaruh sains dan teknologi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial. Pengaruh sains dan teknologi itu sendiri tidak selalu mengarah ke arah yang positif, tentu saja dalam penerapannya sains dan teknologi juga bisa mengarah ke arah yang negatif.

Lalu apakah kita harus lari dari kenyataan ini ? tentu tidak, sebagai seorang Muslim, Islam  telah mengajarkan kepada kita untuk dapat mengimbangi kemajuan zaman, kita harus memanfaatkan perkembangan untuk kebaikan, semakin majunya ilmu pengetahuan seharusnya kita jadikan sebagai bahan untuk merenung betapa agungnya dan besarnya Allah Swt.

Sebagai makhluk yang bersifat baharu, perubahan zaman tidak dapat kita hindari, perubahan masa tidak boleh kita benci, kita harus cerdas dalam menyikapinya, karena sesungguhnya pada satu sisi dibalik tantangan yang kita hadapi, semua terdapat pula keistimewaan yang dapat kita petik, karena semakin berat tantangan zaman yang kita hadapi, semakin tinggi pula nilai ibadah kita disaat kita mampu dan kokoh dalam keimanan..

Dalam berinteraksi dengan teknologi, kita juga harus senantiasa mengingatkan diri sendiri untuk tetap bertakqa kepada Allah SWT. Kita harus selalu berpegang pada ajaran islam dalam langkah kita. Menghadapi situasi dan kondisi yang semakin sulit saat ini, Khatib berpesan kepada kita semua

Pertama : sebagai masyarakat Aceh, kita harus sering mengingat dan mengenang bagaimana Aceh hebat dimata dunia tempo lalu, bagaimana para Ulama dan cendikiawan kita yang diakui, seperti Syekh Abdur rauf Al Fansuri, Syekh Hamzah Fansuri, bagaimana pula Sultan Iskandar Muda dalam membangun masyarakat Aceh dengan Ilmu, Iman dan takwa, hal ini penting untuk disampaikan kepada Anak-anak kita, bahkan jika perlu, lembaga-lembaga Pendidikan Tinggi di Aceh, masukkan kurikulum Studi Ke Acehan sebagai kurikulum pendidikan, agar generasi paham dan bangga akan kehebatan Aceh.

Kedua, Perkembangan Ilmu Pengetahuan dibidang teknologi, tidak boleh mengikis Budaya masyarakat Aceh, karena dalam budaya tersebut, terdapat banyak nilai-nilai pendidikan kepada, bagaimana orang-orang tua kita dulu mengajarkan tatakrama, Akhlakul karimah dan sopan santun, bukan melalui kata-kata saja, akan tetapi didorong oleh budaya dan Adat istiadat, yang memiliki Pesan moral bagi anak-anak bangsa. Aceh yang dikenal dengan serambi mekkah, merupakan sebuah nama yang melekat kepada kita, dan ini sesungguhnya menjadi sebuah keistimewaan tentunya dalam bidang syariat Islam.

Ketiga sebagai orang tua harus menyadari bahwa Anak merupakan tanggung jawab dan amanah yang harus dijaga dan dididik dengan penuh kasih sayang, agar kelak menjadi generasi yang berakhlakul karimah dan bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa., jangan biarkan anak lalai dalam kehebatan dan kemajuan teknologi, jangan biarkan anak-anak kita hanyut dalam kemewahan teknologi, yang pada akhirnya semua itu harus kita pertanggung jawabkan dihadapan Allah Swt.  Sebagaimana dalam surah  al-Tahrim ayat 6 Allah Swt berfirman :

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Diperintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang disuruh.”

Dalam Hadist Rasulullah saw bersabda;

Artinya :

“Nabi Saw bersabda: “Semua orang dari kalian itu adalah pemimpin dan semuanya akan diminta pertanggung jawabannya.

Untuk memudahkan pertanggungjawaban kelak penting bagi orang tua untuk membina, mendidik, dan membesarkan anak dalam keluarga dengan pendidikan agama. Hal ini akan mengarahkan pada kehidupan dunia dan akhirat yang baik, dan mereka mendapat kesalehan serta bahagia dengan hasil didikan tersebut.

Keempat. Jadikan teknologi sebagai media untuk melakukan amal shaleh, berbuat baik dan menyebar kebaikan, jangan menimbulkan fitnah, jangan menyebarkan Hoak, serta tetap memperhatikan Nilai-nilai budaya dan ajaran Agama Islam. Perkembangan teknologi informasi yang bisa dimanfaatkan oleh para da’i untuk mengembangkan aktifitas dakwah dan mengimplementasikan aktifitas dakwah. dengan demikian para da’i harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dalam mengembangkan dakwah Islamiah.

Dipenghujung khutbah ini, khatib kembali mengajak kepada kita semua, mari kita tingkatkan rasa iman dan takwa kita kepada Allah, jangan terpengaruh dengan Budaya Barat, lindungi Anak-anak kita dari penyalahgunaan Teknologi, dan mari sama-sama kita saling mengingatkan untuk kebaikan, semoga Allah senantiasa melindungi dan menurunkan rahmatnya kepada kita bersama. Amin Ya Rabbal Alamin.

 

 

 

 

 

 

 

Dialog

Pustaka Baiturrahman

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

copyright @acehmarket.id 

MRB Aceh

Media Humas dan Informasi
Mesjid Raya Banda Aceh

MRB Aceh merupakan media humas dan informasi Unit Pelaksana Teknis Daerah Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman