Membeli, Membaca dan Waqaf Buku

Oleh : Sayed Muhammad Husen “Membaca adalah jendela dunia.” Demikian ungkapan populer untuk memotivasi anak-anak supaya suka membaca. Dengan membaca, dipastikan akan dapat mengetahui kondisi berbagai perjuru dunia, tanpa harus mengunjungi satu negeri. Membaca adalah membuka wawasan dan mengetahui perkembangan bangsa-bangsa di dunia dan makhluk ciptaan Allah SWT lainnya. Membaca meningkatkan ketaqwaan kepadaNya. Masalah sekarang, … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Oleh : Sayed Muhammad Husen
“Membaca adalah jendela dunia.” Demikian ungkapan populer untuk memotivasi anak-anak supaya suka membaca. Dengan membaca, dipastikan akan dapat mengetahui kondisi berbagai perjuru dunia, tanpa harus mengunjungi satu negeri. Membaca adalah membuka wawasan dan mengetahui perkembangan bangsa-bangsa di dunia dan makhluk ciptaan Allah SWT lainnya. Membaca meningkatkan ketaqwaan kepadaNya.
Masalah sekarang, kita merasakan motivasi membaca tidak terlalu baik. Hal ini dapat dilihat dari indikator antara lain: pertumbuhan jumlah perpustakaan, jumlah pengunjung perpustakaan, jumlah pembeli buku, jumlah penerbit buku, hingga sering tidaknya masyarakat membicarakan tema buku. Satu indikator lain: seberapa banyak komponen  masyarakat mengisiasi gerakan waqaf buku, sedekah buku atau kampanye suka membaca. Semua indikator ini trennya menurun.
Dalam catatan kita, tahun 80-an keberadaan perpustakaan sekolah dan perguruan tinggi masih sangat penting. Ketika itu, lahir banyak kelompok studi mendiskusikan buku tema tertentu secara rutin, adanya resensi buku di media, seminar bedah buku, dan menjadikan buku sebagai kado/hadiah pernikahan (walimahan). Sebagian aktivis Islam bahkan dengan bangga mempublikasikan jumlah buku yang dikoleksinya. Namun, agak berbeda sekarang ini, karena masyarakat dengan mudah mendapatkan bacaan dari internet, misalmya.
Karena itu, kita masih menganggap penting upaya menggerakkan masyarakat supaya suka membaca, sebab dengan membaca dapat mempercepat terbangunnnya masyarakat yang sadar hak dan kewajibannya. Masyarakat suka membaca lebih cepat berubah dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Dalam hal ini, kita memberi apresiasi kepada Bandar Publishing, Institute Peradaban Aceh, RUMAN dan perpustakaan masjid yang dengan gigih melahirkan masyarakat pembaca. Inisiatif ini, perlu terus ditingkatkan dengan mengalang masyarakat menyisisihkan sebagian penghasilannya untuk membeli buku dan berpartisipasi dalam gerakan waqaf buku. Membeli dan mewaqafkan buku adalah wujud kualitas terbaik masyarakat yang sadar terdadap bangkitnya intelektualitas dan spritualitas masyarakat Aceh.
Gerakan membaca, membeli dan waqaf buku ini akan lebih sempurna jika mendapat dukungan negara, yaitu dengan melahirkan regulasi yang memungkinkan harga kertas dan biaya penerbitan buku menjadi lebih murah. Dengan cara ini, masyarakat bisa memperoleh buku dengan harta yang lebih murah. Semoga.

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Kesesatan Orang-Orang Zhalim Dan Kafir

Surat Luqman ayat  10

“Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh (sesembahanmu) selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zhalim itu berada dalam kesesatan yang nyata”

Keren Tanpa Narkoba

baiturrahmanonline.com. Generasi Muda Desa Nusantara membentuk kader anti narkoba bagi Generasi Muda Aceh dari berbagai kalangan. Kegiatan yang berlangsung yang dihadiri 200 peserta di Balai

Jumlah Kecelakaan Lebaran 2015 Turun

Gema JUMAT, 24 Juli 2015 Jakarta (Gema)-Kementerian Perhubungan menyatakan jumlah kecelakaan lalu lintas dan korban tewas pada Hari Lebaran 2015, Jumat (17/7), tercatat menurun drastis

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman