BreakingNews

Memerangi Hoax di Media Sosial

Firman Allah SWT dalam surah Al-hujarat ayat 6, artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu....

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Opini oke edit smh —

 

GEMA JUM’AT, NOVEMBER 2023 M/1445 H

Oleh: Irfan Maulana

Remaja Masjid Raya Baiturrahman

Indonesia saat ini sangat terancam dengan maraknya isu hoax di media sosial yang dapat mengganggu integrasi Indonesia sebagai sebuah negara. Fenomena teknologi yang begitu canggih menjadikan manusia sangat mudah memperoleh informasi dan menyebarkannya, hal tersebut akan sangat berpotensi menjadi sarang penyebaran berita hoax, ditambah lagi saat ini sudah masuk tahun politik,  maka biasanya banyak kelompok tertentu yang menyebarkan berita bohong dengan menjelek-jelekkan dan menfitnah kelompok lain untuk kepentingan kelompoknya.

Ulama Salafi Arab Saudi, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, menegastakan, adab bagi orang yang cerdas yaitu setiap berita yang datang dari orang kafir hendaknya dicek terlebih dahulu, tidak diterima mentah-mentah. Sikap asal-asalan menerima amatlah berbahaya dan dapat menjerumuskan dalam dosa.

Fenomena hoax marak terjadi sejak zaman nabi, seperti Siti Maryam yang dituduh berzina, sebab melahirkan anak tanpa seorang suami. Lalu Fir’aun yang menuduh nabi Musa sebagai ahli sihir dan memberitakan kepada orang bahwa dia adalah Tuhan yang berhak disembah. Kemudian hoax juga dialami oleh Nabi Besar Muhammad SAW. Beliau dikatakan sebagai penyihir, orang gila, dituduh bersekutu dengan jin, bahkan Aisyah pernah dituduh berselingkuh.

Dari berbagai peristiwa tadi, Allah SWT memberikan bukti,  bahwa segala hoax itu salah dan sangat keji, sehingga berita bohong memang sangat berbahaya dan harus diperangi.

Allah SWT berfirman, yang artinya: “Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar, dalam keadaan terlaknat. Dimana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-hebatnya” (QS al-Ahzab: 60-61).

Dari ayat di atas, jelas hoax merupakan perbuatan yang dibenci oleh Allah SWT. Oleh karena itu, diharapkan pengguna media sosial lebih hati-hati dan bijak dalam memilah-milih berita yang tersebar. Jangan sampai menerima berita dengan mudah tanpa diteliti terlebih dahulu kebenarannya. Dalam Islam diperintahkan mencari kebenaran suatu berita terlebih dahulu atau tabayyun, agar tidak terkena berita hoax.

Firman Allah SWT dalam surah Al-hujarat ayat 6, artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.

Oleh karena itu, para pemuda harus berani mengambil andil kepemimpinan untuk mengkampanyekan anti hoax kepada pengguna media sosial dengan menjelaskan konsekuensi bagi penyebar hoax dalam agama maupun dalam peraturan perundang-undangan.

Kepedulian generasi muda saat ini terhadap masalah di Indonesia sangat berpengaruh untuk kedepannya, karena nasib Indonesia ada di tangan para pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Kini saatnya para pemuda yang cinta tanah air dan agamanya mendedikasikan jiwa dan raga dengan mengambil peran positif dalam berkontribusi terhadap perbaikan Indonesia agar ekosistem informasi di Indonesia bersih dan sehat, sehingga Indonesia damai dan sejahtera.

Perencana Ahli Muda, Kedeputian Bidang koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko Bidang Pembangunan manusia dn Kebudayaan RI, Holy Gloria Sijabat,  mengharapkan generasi muda harus lawan hoax dan ujaran kebencian. Energi yang hebat pada seorang pemuda,  yang memiliki sifat berani, menyukai tantangan, kreatif, pekerja keras, serta inovatif akan mampu memerangi musuh negara dan agama.

Mamang perjuangan dengan cara mengangkat senjata telah usai, namun perjuangan memerangi hoax di media sosial mesti terus dilakukan kaum muda.

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Banyak Muslim Ragu dengan Ajaran Islam

Gema, 11 Mei 2016 Banda Aceh (Gema) – Salah satu penyakit yang paling b‎erbahaya bagi seorang muslim dalam menjalankan ajaran agamanya adalah ragu kepada Islam,

Mengawal Aqidah Warga

Gema, edisi Jumat 6 Februari 2015 Masalah pembangunan rumah ibadah memang tak pernah habis dibahas. Terutama, masalah pembangunan gereja sebagai rumah ibadah umat Kristiani. Permasalahan

Ringan pada Kebaikan

Gema, 04 Februari 2018 Oleh Dr. Sri Suyanta (Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry) Ketika harus memilih antara yang seharusnya dan yang

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman