Memperbanyak Amal Shalih Pada Tahun 2016

Gema JUMAT, 8 Januari 2016 Khutbah Jum’at, Drs. Tgk. H. Sri Darmawan, Ketua Komisi C MPU Aceh Besar TAK terasa memang, waktu terus bergulir. Hingga saat ini kita telah memasuki tahun yang baru. Kita semua menyadari bahwa umur kita dari hari ke hari bukanlah bertambah, namun sebaliknya semakin hari semakin berkurang, kurang dan terus berkurang … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Gema JUMAT, 8 Januari 2016
Khutbah Jum’at, Drs. Tgk. H. Sri Darmawan, Ketua Komisi C MPU Aceh Besar
TAK terasa memang, waktu terus bergulir. Hingga saat ini kita telah memasuki tahun yang baru. Kita semua menyadari bahwa umur kita dari hari ke hari bukanlah bertambah, namun sebaliknya semakin hari semakin berkurang, kurang dan terus berkurang hingga datang ajal. Artinya kesempatan kita untuk memperbanyak amal shalih semakin habis, sedangkan perbuatan dosa selalu bertambah terus, tanpa tanpa ada penyesalan, seperti kata orang Arab:
“Engkau tetap hidup dalam kelengahan dan hatimu lupa hilanglah umurmu, sedang dosa-dosamu tetap seperti keadaannya”.
Semestinya kita harus pandai-pandai memanfaatkan kesempatan sebelum kesempatan itu habis direnggut maut. Isilah kesempatan yang tersisa itu untuk beramal shalih dan jangan ada kesempatan yang terbuang percuma dan sia-sia belaka.
Di awal tahun masehi ini, kita harus mencapai kehidupan yang lebih baik, amal shalih yang lebih banyak dari pada kehidupan yang lalu.
Dan jangan suka menunda sesuatu yang berarti. Ingat fi rman Rabbi dalam surat Al-A’raf ayat 34:
“Tiap ummat itu mempunyai ajal, maka apabila datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya sesaatpun, dan tidak dapat pula memajukannya”.
Mati itu suatu ketentuan yang pasti dialami oleh setiap orang, sekalipun ia telah berusaha menghindarinya, namun anehnya banyak manusia yang melalaikan mati, sebagaimana fi rman Allah dalam surat Al-Mukminun ayat 15:
“Kemudian sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar akan mati”.
Tegasnya, kita harus menyadari bahwa kematian itu pasti datang, bisa saja menimpa kita dikala tua dan tak tertutup kemungkinan dia jemput kita di usia muda belia. Terkadang sore, terkadang malam dan datangnya tak terduga. Oleh karena itu, mari kita isi kesempatan di tahun ini dengan amal shalih untuk mencari ridha ilahi.
Baginda Rasulullah Muhammad SAW telah bersabda:
Kerjakan lima perkara sebelum tertimpa lima keadaan:

  1. Pada masa hidupmu sebelum datang masa kematianmu
  2. Pada masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu 3. Pada masa luangmu sebelum datang masa sibukmu
  3. Pada masa mudamu sebelum datang masa tuamu
  4. Pada masa kayamu sebelum datang masa miskinmu

Di dunia kita menanam segala amal shalih pasti akhirat kita akan memetik pahalanya. Kebenaran yang kita tanam dengan keikhlasan, keberkahan dan kasih sayang ilahi yang kita raih, amalan hamba tidak pernah hilang dari pantauan Rabbi dan tidak akan dirugikan oleh Rabbi, sesuai fi rman-Nya dalam surat Al-Jasiyah ayat 28-29:
“Dan (pada hari itu) kamu Lihat tiap-tiap umat berlutut, tiap-tiap ummat dipanggil untuk (melihat) buku catalan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.
(Allah berfi rman): “Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan”. Takalon ummat jiduek meuteot Bandum teumakot sebab but salah Bandum geumehoi geuyu cok kitab But dilee meuhat jino geu balah Nyoe kitab gata jikheun yang beuna Pue takeurija bandum jiepeugah Peu yang tapubuet ka kamoe salein Semoga dengan ayat ini kita semua dapat selalu memanfaatkan kesempatan untuk memperbanyak amal shalih, bertaubat kepada Allah dan berzikir kepada-Nya.
Kata Abu bakar Shiddiq: kegelapan dan kehidupan ada lima macam dan lampu penerang nya pun ada lima macam:

  1. Cinta dunia adalah kegelapan, sementara lampu penerang adalah taqwa
  2. Dausa itu adalah gelap, lampunya adalah taubat
  3. Kubur adalah gelap, lampunya adalah bacaan kalimah
  4. Akhirat adalah gelap, lampunya adalah amal shalih
  5. Jembatan shirathal mustaqim gelap, lampunya adalah keyakinan Makanya Rasulullah mengingatkan kita dalam salah satu pidatonya:

“Segerakan olehmu dengan taubat sebelum mati dan segerakan olehmu dengan shalat sebelum luput waktunya”.
Kata Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah membaca khutbahnya pada hari Jum’at:
“Hal manusia, taubat olehmu pada rabbimu dahulu daripada mati”.
“Dan pergunakanlah kesempatan hidup ini untuk beramal shaleh sebelum kalian bimbang oleh dunia”.
“Dan hubungkan olehmu akan amal anatara kamu dengan Tuhanmu dengan memperbanyak zikir kepada-Nya.
“Dan perbanyak shadaqah dengan rahasia atau dengan terangterangan, maka Allah akan memberi rezeki dan menolong, serta memberi kemenangan kepada kamu sekalian”.
Sungguh betapa mulianya orang-orang yang mau memperbanyak amal shalih di sisi Tuhannya, sesuai fi rman Allah dalam surat Al-Jasiyah ayat 30:
“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata.”
Sebagai kesimpulan akhir, paling tidak, di awal tahun ini kita harus menyadari ada lima tugas dan tanggung jawab, harus dapat kita laksanakan, insya Allah.
Pertama, melakukan islamisasi dalam diri kita. Maksudnya kita harus membentuk diri kita menjadi pribadi yang islami, sehingga segala sikap dan prilaku kita mencerminkan nilai-nilai islami yang agung, serta tarbiyah islamiyah, pendidikan yang islami harus berlangsung dengan sebaik-baiknya.
Tugas dan tanggung jawab yang kedua pada tahun ini, membangun rumah tangga yang islami, apalagi rumah tangga sering disebut sebagai unit terkecil dari masyarakat. Manakala masyarakat islami ingin diwujudkan, mutlak harus dibangun terlebih dahulu rumah tangga yang islami dan di sini kita berharap akan lahir generasi yang shalih. Dan pernikahan sangat dianjurkan di dalam Islam, bahkan harus dipermudah, disisi lain perceraian harus dipersulit, namun sekarang ini amat kita sayangkan justru sebaliknya, pernikahan jadi begitu sulit, sedangkan perceraian begitu mudah, akibatnya perzinaan semakin merajalela.
Tugas kita yang ketiga adalah memaksimalkan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan ummat. Diakui atau tidak, kenyataan masjid kita umumnya dalam keadaan kritis, baik dan kepengurusan, program, dana, fasilitas penunjang maupun khatib, bahkan hingga partisipasi jama’ah yang amat kurang dalam memakmurkan masjid.
Tugas kita yang keempat, melibatkan diri dalam dakwah, karena dakwah tugas bagi setiap orang yang mengaku muslim, bukan hanya tugas orangorang tertentu saja. Kita ini harus digolong oleh Allah dalam kelompok khairul ummah.
Allah berfi rman dalam surat Ali Imran ayat 110: “Kamu adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah yang munkar, dan beriman kepada Allah.”
Bandum geutanyoe sineujroh ummat Nyang neupeutubit keuno lee Allah Tayue buet yang gotgot tatham buet jeuheet Teuma lom meuhat iman keu Allah Tugas dan tanggung jawab yang kelima (terakhir) adalah persoalan kaum muslimin di berbagai negara di belahan bumi ini, tampaknya butuh perhatian kita. Dan kita sekarang ini mudah termakan oleh berita, press Barat yang benci melihat kemajuan ummat dan kita harus membentuk opini yang memberikan dukungan kepada perjuangan kaum muslimin.

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

KIAMAT

KIAMAT Oleh Suhaimi M. Daud Proses kehidupan, apakah itu kejadian alam semesta maupun kejadian manusia pasti ada awal pemulanya dan suatu saat berakhir.  Seperti yang

Tangkal Radikalisme di Mesjid

Gema edisi Jumat, 09 Februari 2018 Oleh: Sayed Muhammad Husen Wakil Presiden RI sekaligus Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Muhammad Jusuf Kalla (JK) mengungkap

Rumi Difitnah

Mungkin kejahatan setua usia dunia yakni membunuh dan berbagi fitnah. Dua anak Adam saling membunuh memperebutkan wanita. Aktivitas sebarkan fitnah terus terjadi dari masa ke masa.

Berhaji Orang Aceh, Dulu dan Sekarang

Gema JUMAT, 18 September 2015 Musim haji telah tiba. Bagi muslim yang sudah mendapatkan jatah, mereka sedang memenuhi panggilan mulia ke rumah Allah yaitu ke

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman