Memuliakan Dhuyufurrahman

Tanya Ustadz

Agenda MRB

“Dan umumkanlah kepada manusia untuk

...

“Dan umumkanlah kepada manusia untuk mengerjakan haji! Niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”. (QS. Al Hajj : 22)

Setelah dua tahun pelaksanaan haji ditunda, alhamdulillah mulai tahun ini pemerintah Indonesia memberangkatkan kembali jamaah calon haji (tetamu Allah) meskipun hanya 50 persen dari kuota sebelumnya. Jumlah jamaah calon haji Indonesia yang akan diberangkatkan tahun ini sebanyak 100.051 jamaah, sementara dari Aceh 1.988 jamaah. Insya Allah kloter I akan diberangkatkan tanggal 15 Juni 2022.

Para dhuyufurrahman tentu saja sudah berniat dan bertekad untuk menunaikan rukun Islam kelima dengan sempurna yang merupakan seruan Nabi Ibrahim a.s.  Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi menjelaskan, orang yang ditakdirkan oleh Allah untuk menunaikan ibadah haji, ketika mendengar seruan itu akan menjawabnya dengan ucapan “Labbaik” (Ithaaf),  kitab hadis yang lain menyebutkan bahwa barangsiapa mengucapkan “Labbaik” pada waktu itu, baik ia sudah lahir ke alam dunia atau masih di dalam arwah, ia pasti akan menunaikan ibadah haji.

Nabi Ibrahim a.s awalnya sempat ragu jika suaranya menyeru agar menjalankan ibadah haji tak mampu didengar umat manusia.  namun Allah SWT menenangkan Ibrahim supaya tak perlu ragu menyeru kepada kebaikan (ibadah haji).  Ibrahim mengadu kepada Allah : “Ya Allah bagaimana mungkin suaraku bisa sampai kepada mereka? “Allah SWT menjawab. “Menyampaikan suaramu kepada mereka adalah tanggung jawab Kami.”  Kemudian Nabi Ibrahim pun menyuruh manusia sehingga semua yang berada di antara langit dan bumi mendengarnya.  Jika hari ini, dengan kemajuan internet, suara dan gambar bisa dikirim antar benua dalam hitungan detik, maka kita tidak menjadi ragu lagi bila seruan Nabi Ibrahimpun sangat mudah tersebar ke seluruh alam.

Siapakah yang mendapat kesempatan memenuhi panggilan tersebut? Yaitu orang-orang yang benar-benar berniat tulus, membersihkan hartanya, menguasai ilmu haji, serta menjauhi perbuatan rafats, fusuq (menjaga lisan dan perbuatan), dan jidal (debat kusir/ berbantahan). Hal ini pula menjadi tolak ukur kemabruran sebuah amalah ibadah haji. Semoga para Dhuyufurrahman asal Aceh mendapat predikat Haji Mabrur yang balasannya tidak lain kecuali surga.

Dialog

Pustaka Baiturrahman

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman