Memuliakan Kaum Wanita

Islam telah membatasi hubunngan antara lakilaki dan perempuan, telah mengatur bagaimana etika seorang perempuan bergaul dengan laki-laki yang bukam muhrimnya, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu perilaku tersebut harus diperhatikan, dipelihara dan dilaksanakan oleh para remaja dan masyarakat muslim pada umumnya. Allah telah menjelaskan,“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah sesuatu perbuatan yang … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Nurjannah Usman
Nurjannah Usman

Islam telah membatasi hubunngan antara lakilaki dan perempuan, telah mengatur bagaimana etika seorang perempuan bergaul dengan laki-laki yang bukam muhrimnya, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu perilaku tersebut harus diperhatikan, dipelihara dan dilaksanakan oleh para remaja dan masyarakat muslim pada umumnya.
Allah telah menjelaskan,“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah sesuatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk,” (Q.S. Al-Isra ayat 32). Quran telah melarang perempuan dan laki-laki non muhrim untuk berduaduaan ditempat yang sunyi atau dapat disebut juga dengan kata-kata pacaran.
Budaya pacaran sama halnya dengan budaya barat, dimana perempuan barat yang menghendaki wanita muslimah mengikuti tradisi barat yang tidak syariah dan merusak nilai-nila agama dan dapat menjauhi dari fitrah kita sebagai seorang muslimah sejati.
Budaya memisahkan kaum laki-laki dan perempuan sebenarnya sudah dilakukan pada masa Rasulullah, dimana kaum wanita biasa menghadiri shalat berjamaah dan shalat Jum’at. Nabi Muhammad SAW menganjurkan kaum wanita untuk mengambil tempat khusus dishaf belakang sesudah shaf laki-laki. Bahkan shaf yang paling utama bagi wanita adalah  shaf paling belakang. Mengapa? Karena dengan paling belakang mereka paling terpelihara dari kemungkinan melihat aurat laki-laki.
Begitu juga dengan pintu masuk dalam mesjid pada mulanya tidak dikususkan, tetapi melihat sering terjadi berhimpitan dipintu masuk lalu Rasulullah  menkhususkan pintu untuk perempuan.
Aturan-aturan yang dibuat Rasulullah hanya untuk menjaga martabat kaum wanita dan supaya wanita muslim selalu menjaga Perilaku yang menjadi batasan dalam pergaulan seperti menutup aurat, Islam telah mewajibkan laki-laki dan perempuan untuk menutup aurat demi menjaga kehormatan diri dan kebersihan hati. Aurat merupakan anggota tubuh yang harus ditutupi dan tidak boleh diperlihatkan kepada orang yang bukan mahramnya terutama kepada lawan jenis agar tidak membangkitkan nafsu birahi serta menimbulkan fitnah.
Kedua menjauhi perbuatan zina, pergaulan antara laki-laki dengan perempuan diperbolehkan sampai pada batas tidak membuka peluang terjadinya perbuatan dosa. Islam adalah agama yang menjaga kesucian, pergaulan di dalam islam adalah pergaulan yang dilandasi oleh nilai-nilai kesucian. Pergaulan dengan lawan jenis harus dijaga jarak, sehingga tidak ada kesempatan terjadinya kejahatan seksual yang pada gilirannya akan merusak bagi pelaku maupun bagi masyarakat umum.
Dalam rangka menjaga kesucian pergaulan remaja agar terhindar dari perbuatan zina, Islam telah membuat batasan-batasan sebagai berikut :Laki-laki tidak boleh berdua-duaan dengan perempuan yang bukan mahramnya.Jika laki-laki dan perempuan di tempat yang sepi, maka yang ketiganya adalah setan, mula-mula saling berpandangan, lalu berpegangan, dan akhirnya menjurus pada perzinaan, itu semua adalah bujuk rayu setan.
Laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim tidak boleh bersentuhan secara fisik. Saling bersentuhan yang dilarang dalam islam adalah sentuhan yang disengaja dan disertai nafsu birahi. Tetapi, bersentuhan dengan tidak disengaja tidaklah dilarang.
Dengan alasan demikian sangat bijak jika untuk usia remaja tepatnya usia SLTA dipisahkanposisi duduknya dalam kelas agar tidak terjadi hal-hal yang membawa ke arah perbuatan keji, dengan demikian tentunya para remaja muslimah lebih leluasa dan terhormat dalam menjaga dirinya. Jannah

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Menelusuri Islam di Xinjiang

GEMA JUMAT, 17 JANUARI 2020 Oleh : Nelly, S.Pd, Guru Matematika SMA Negeri 1 Salang Saya ingin bercerita penelusuran Islam berdasarkan pengalaman pribadi saat kuliah.

Wisata Halal Tren Baru dalam Dunia Wisata

Gema JUMAT, 30 SEPTEMBER 2016 ACEH berhasil merebut tiga juara wisata halal terbaik pada ajang Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN) Tahun 2016. Hasil tersebut diperoleh

Generasi Islam Nasionalis dan Patriotis

Gema JUMAT, 14 Oktober 2016 Nasionalisme, patriotisme, dua kata ini saling berhubungan erat. Nasionalisme merupakan sikap mencintai bangsa dan tanah air. Sedangkan patriotisme memiliki makna

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman