Menapaki RMRB Era Reformasi

Spirit milad Remaja Masjid Raya Baiturrahman (RMRB) ke 37 (12 September 1984 – 12 September 2021), kian menggairahkan kita, untuk terus berkiprah. Berlomba dalam kebaikan, bersama remaja, meski tidak lagi remaja. Mengangkat tema “Optimalisasi Peran Ramaja Masjid dalam Pelaksanaan Syariat Islam” milad RMRB Banda Aceh era digital kini, kian kontekstual. Dua dekade lalu, awal reformasi, … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Spirit milad Remaja Masjid Raya Baiturrahman (RMRB) ke 37 (12 September 1984 – 12 September 2021), kian menggairahkan kita, untuk terus berkiprah. Berlomba dalam kebaikan, bersama remaja, meski tidak lagi remaja. Mengangkat tema “Optimalisasi Peran Ramaja Masjid dalam Pelaksanaan Syariat Islam” milad RMRB Banda Aceh era digital kini, kian kontekstual.

Dua dekade lalu, awal reformasi, secara formal dideklarasikan penerapan Syariat Islam (SI) di Aceh. RMRB pun telah ambil bagian penting dalam perjalanan awal Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh. Dari Masjid Raya Baiturrahman (MRB), juga aktif ambil bagian dalam pencarian bentuk Wilayatul Hisbah (WH), dekade awal. Sekretaris Umum (Sekum) WH angkatan pertama (24 personil), yang dilantik perdana, ialah Sekum RMRB. Gubernur Abdullah Puteh, masa Presiden Megawati, melantik para muhtasib-muhtasibah (WH), dalam Baiturrahman.

Sebelum meriahnya pelaksanaan SI secara formal, dengan qanun-qanun pelaksanaan syariat, di Baiturrahman telah membenihkan dengan kapasitasnya. RMRB dan Ustadz-Ustadzah TPQ Plus Baiturrahman tulus dan serius mengawal busana jamaah yang masuk area masjid. Tahap awal, aspek busana masuk lahan dakwah yang memungkinkan disyiarkan. Tantangan awal masuk besar, termasuk dana dan daya dukung.

Kepengurusan RMRB periode 1999-2002 dinamis. Melanjutkan misi dan visi pengurus sebelumnya (di bawah Ketua Umum Drs H Ameer Hamzah Ketua Umum dan Sekum Drs Ridwan Johan). Sebelumnya, 1992-1996 RMRB di bawah Ir Basri A Bakar MSi. Sebelum itu eranya almarhum Drs Zaini Yusuf.

Bersama Ketua Umum (Ketum) RMRB Drs H Ameer Hamzah, yang juga Pemred Gema Baiturrahman dan Pengurus Besar TPQ Plus, remaja (ustadz/ustadzah) dipiketkan di pintu-pintu masuk gerbang masjid. Gerakan untuk Syariat Islam Kaffah (Geusyik), dengan personil RMRB, rintisan awal, termasuk aspek busana. Kini hasilnya sudah kelihatan, dalam keseharian warga Aceh, meski belum sempurna, tapi kita terus menuju ke kekaffahan.

Kini, buah dari rintisan dekade awal, yang mungkin disebut formalitas atau ada yang bilang: ‘hanya kulit-kulit syariah’.

Saat Pengurus dan jajaran RMRB jalankan misi kemasjidan dan keumatan, seakan sekat-sekat latar belakang mencair. Sebagian RMRB juga aktif di TPQ Plus, Gema Baiturrahman, Baitul Qiradh, Perpustakaan MRB, BKPRMI, Iskada, pengajian An-Nur, qari, dan sekuriti, khadam. Sekretariat RMRB juga masih menyatu di Tabloid Gema, menara barat Dewan Pengajar TPQ Plus sendiri, dari menara utara, mendeklarasikan secara otomatis sebagai RMRB. Pengurus RMRB juga mendirikan, mengawal, dan menjalankan aktifitas masjid, di sekeliling masjid.

Publikasi dan sosialisasi program dan harumkan nama besar Baiturrahman, rutin dipublis di media massa. Apalagi pengurus juga aktif menjalankan media dinas di provinsi.

Planing amal remaja masjid, setelah musyawarah, tergantung momentum. RMRB kerap diamanahkan tunaikan hajat Hari-hari Besar Islam, bekerja sama dengan Biro Kesra Setda Aceh. Tabligh, lomba, hingga pawai sering meriahkan kota. Saat itu belum ada istilah DIPA, tapi anggaran umat ikut membantu kegiatan RMRB.

Momen Ramadhan, sebulan barakah itu, aktifitas menggema. Biasa diawali dengan pengkaderan. Pernah kerja sama dengan OSIS SMA 1, Iskada, PII, dan RM Rahmatullah Lampuuk. Hasil pengkaderan yang dibaiat, menjadi tim jalankan program puasa. Lanjut dengan Kajian Ahadan.

Bagi jamaah dalam masjid atau di teras masjid, dibahani materi aktual, kajian di dekade akhir Orde Baru (Orba) oleh para pakar. Seperti Rektor IAIN Ar-Raniry almarhum Prof Dr Safwan Idris, Pengurus Baitul Mal Drs Nurdin AR, Pengurus Bazis almarhum Drs Hasan Basri, politisi almarhum Drs Munir Azis, Yusny Saby PhD, dan pegiat HAM Otto Syamsuddin Ishak.

Biasa usai pengkaderan, kader aktif bantu bazar. Bazar buku dan aksesoris kerjasama dengan banyak toko buku dan pihak swasta. Selain buka puasa, bekerja sama dengan elemen masjid lain, dalam paket Gema Ramadhan.

Juga pengkaderan pernah ke luar kota; ke Pulau Nasi Pulo Aceh, Layeun Lhoknga, sekalian mengantar bantuan jamaah, berpaket bakti sosial (baksos). Baksos pernah juga digelar ke Tibang Syiah Kuala. Pernah bermalam, tarawih bersama, sekalian antar bantuan jamaah, ke Dayah Hidayatullah Nusa Lhoknga.

Penggalangan bantuan dan penyaluran juga pernah dilakukan ke Beureunuen, saat pengungsi konflik ramaikan Masjid Abu Daud Beureueh, dan di dayah di sebelahnya.

*[Muhammad Yakub Yahya,* Ketua Departemen Kemakmuran Masjid RMRB (1997-1999), Sekum (1999-2002); Ketua I (2003-2006); Sekretaris Majelis Pertimbangan (2006-2009); Dewan Pakar 2009-2011)]

 

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Tongkat

Gema JUMAT, 02 SEPTEMBER 2016 Oleh: LK. Ara:   Kemanapun pergi ia selalu membawa tongkat Langkah yang berat dibantu tongkat Tapi tiba di musalla ia

Akfar Mandiri Santuni Orang Tua Sakit

“Kuliah di Akfar Mandiri orang tua sakit akan disantuni seratus ribu per hari termasuk operasi, Meninggal dan Kecelakaan,” begitu redaksi yang tertulis di brosur Kampus

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman