Meneladani Rasulullah dalam Mengelola Harta

Sering kali kekayaan membuat manusia lupa kepada Allah yang menganugerahi harta, yang menyebabkan kufur nikmat. Jika kekayaan membuat seseorang istiqamah dan taat beragama, maka harta itu akan mendatangkan manfaat yang banyak. Sebagai gambaran, dengan hidup berkecukupan, menuntut ilmu menjadi mudah, beribadah lancar, dan bersosialisasi gampang. Selain itu, bergaul semakin indah, berdakwah sukses, berumah tangga stabil, … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Sering kali kekayaan membuat manusia lupa kepada Allah yang menganugerahi harta, yang menyebabkan kufur nikmat. Jika kekayaan membuat seseorang istiqamah dan taat beragama, maka harta itu akan mendatangkan manfaat yang banyak.

Sebagai gambaran, dengan hidup berkecukupan, menuntut ilmu menjadi mudah, beribadah lancar, dan bersosialisasi gampang. Selain itu, bergaul semakin indah, berdakwah sukses, berumah tangga stabil, serta beramal saleh semakin tangguh.

Kegemaran terhadap al-mal merupakan pembawaan manusia. Itu diungkapkan secara transparan dalam Al-Qur’an. “Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan”. (QS Al Fajr: 20)

Allah SWT berfirman, “Adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kenikmatan, berkatalah dia, “Tuhanku telah memuliakanku. Sementara itu, apabila Dia mengujinya lalu membatasi rezekinya, berkatalah dia, “Tuhanku telah menghinaku.” (QS Al Fajr: 16- 17)

Kemudian, Allah SWT menjelaskan, kemuliaan atau kehinaaan seseorang dalam pandangan-Nya bukan disebabkan oleh kehidupan berlimpahan harta atau kekurangan harta seseorang. “Sekali-kali tidak! Sebaliknya, kamu tidak memuliakan anak yatim, tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, memakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang haram),” (QS Al Fajr 18-19)

Allah SWT menyindir manusia sebagai makhluk yang mencintai harta secara berlebihan, “Dan mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.” (QS Al Fajr :20).

Dosen Pasca Sarjana Institut Agama Islam (IAI) Al Muslimun Bireuen, Dr Junaidi Poroh, MA, mengatakan, kata al-Mal dalam Al-Qur’an disebut sebanyak 86 kali, dalam beragam bentuk yang terdapat dalam berbagai ayat di sejumlah surat. “Semuanya mempunyai konotasi dan pengertian yang sama yaitu harta benda, kekayaan atau hak milik,” katanya.

Cukup banyak Al-Qur’an mengulang dan memberikan penekanan mengenai al-mal, tidak lain karena al-Mal dikalangan komunitas manusia terkadang menjadi sumber ketegangan individu, bahkan tidak sedikit pula menimbulkan pertikaian.

Kaya dan dermawan

Junaidi mengatakan, kekayaan Nabi Muhammad SAW ketika menjadi pedagang di Mekkah tidaklah sedikit. Neraca dagang Rasulullah berupa 1.216,343 gram emas atas usaha, 1.251.601 gram emas atas pembiayaan (investasi dan sedekah), dan 15 bidang tanah dengan masing-masing harga jual sebesar 25,5 kg emas yang diwakafkan.

Dalam buku Harta Nabi karya Abdul Fattah As-Samman, dijelaskan, Rasulullah bukan kaya karena harta warisan. Bukan pula kaya karena menjadi raja. “Ini menggambarkan, betapa Nabi lumayan tajir, dengan memberikan mahar kepada Khadijah berupa 20 unta bakrah, bukan hanya sembarang mahar,” tambahnya.

Menurut dia, jika dikonversi ke dalam mata uang Indonesia, dengan asumsi harga perekor unta Rp 50 juta, maka mahar Khadijah kala itu mencapai Rp 1 miliar lebih.

Pengusaha muda

Ketua Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Banda Aceh, Tgk Waisy Al-Qarani, SHI, menjelaskan, Rasulullah sejak kecil terbiasa mencari harta dengan cara berdagang. “Dengan dijuluki Al-Amin, dagangan apapun yang dibawa Muhammad selalu mendapatkan keuntungan secara adil dan jujur. Tak ada yang Rasulullah sembunyikan. Tak ada yang tak diberitahukan secara transparan,” ujarnya.

Sejak remaja Rasulullah menjadi pedagang dan terus belajar tentang bisnis perdagangan. Dengan menggeluti profesi sebagai pedagang, beliau tak sekadar mencari nafkah yang halal untuk biaya hidup, tetapi juga sebagai ajang membangun reputasi, agar orang kaya berdatangan dan mempercayakan dana mereka kepada beliau.

“Berbekal pengalaman dalam berdagang dan reputasi yang baik sebagai pedagang terpercaya dan jujur, beliau memperoleh banyak kesempatan berdagang dengan modal orang lain,” kata Uwais.

Karena itu, tambahnya, Rasulullah menjadi pedagang yang ulung sejak remaja. Beliau berdagang sejak usia sembilan tahun lintas negara, ke negeri Syam, kalau ukuran sekarang ke Lebanon, Palestina, Suriah, dan Yordania.

“Jadi wajar saja Rasulullah memiliki harta yang cukup untuk menopang hidup dan perjuangannya menegakkan risalah islamiah. Kita pantas tiru kehidupan Rasul dalam mencari harta, mengelola, dan mengusahakan kemerdekaan finansial,” tutup Uwais. -Marmus, seditor smh

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Ramadhan Bulan Ijabah Doa

Bulan penuh berkah akan segera menghampiri umat Islam di seluruh dunia.  Salah satu waktu paling mustajab doa terdapat pada bulan ini yaitu bulan Ramadhan. Pada

Banda Aceh Larang Perayaan Tahun Baru

Gema Jum’at, 30 Desember 2016 Pemko Banda Aceh melarang ummat Islam merayakan peringatan tahun baru miladiah 1 Januari 2017 dalam bentuk apapun. Pelaksana Tugas Wali

Haba Pilpres

GEMA JUMAT, 1 FEBRUARI 2019 Dalam dunia politik ada motto yakni tidak ada lawan dan kawan yang abadi. Semua bisa berubah jika sudah memiliki kepentingan

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman