Menerapkan Konsep Wisata Islami

wisata islami

Aceh sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, tentunya perlu menerapkan konsep wisata islami. Apalagi Aceh kaya dengan alam yang indah dan situs-situs bersejarah. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Almuniza Kamal, konsep wisata halal menarik minat wisatawan untuk berwisata secara nyaman, sambil beribadah kepada Allah Swt dan menikmati segala keindahan alam dan budaya setempat....

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Aceh sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, tentunya perlu menerapkan konsep wisata islami. Apalagi Aceh kaya dengan alam yang indah dan situs-situs bersejarah. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Almuniza Kamal, konsep wisata halal menarik minat wisatawan untuk berwisata secara nyaman, sambil beribadah kepada Allah Swt dan menikmati segala keindahan alam dan budaya setempat.

“Hal ini sebagai manifestasi rasa syukur atas segala ciptaan-Nya dengan menyediakan berbagai kebutuhan wisatawan muslim sesuai dengan aturan syariah,” imbuhnya, Banda Aceh, Rabu, 22 Februari 2024.
Almuniza mencontohkan konsep wisata halal seperti industri perhotelan yang tidak melayani minuman beralkohol, fasilitas spa yang terpisah untuk pria dan wanita, memiliki sarana ibadah yang bersih, terawat dan nyaman dengan arah kiblat yang benar serta ketersediaan mukena, restoran yang menyajikan makanan dan minuman yang ramah, bersih, higienis dan bersertifikasi halal, penyediaan sarana prasara wisata umumnya yang bersih dan nyaman sesuai dengan standarisasi wisata halal.
Tak hanya itu, lanjut Almuniza, pelaku biro perjalanan wisata yang menjalankan usaha wisatanya harus menerapkan atau sesuai dengan prinsip nilai-nilai syariah, seperti penyediaan paket-paket wisata berbasis Islami dan mengajak wisatawan Muslim untuk melaksanakan ibadah shalat.
Konsep wisata halal di Aceh menonjolkan adat istiadat dan budaya masyarakat Aceh yang islami, serta implementasi dari qanun-qanun tentang syariat Islam di Aceh. Potensi Aceh dalam sektor wisata halal, Aceh meraih predikat atau kemenangan dalam ajang kompetisi wisata halal di tingkat nasional dan internasional sebagai daerah untuk pengembangan wisata halal.
Almuniza menambahkan mayoritas penduduk Aceh beragama Islam serta adat istiadat dan budaya Aceh yang islami dan juga tradisi peumulia jamee (memuliakan tamu) menjadi potensi yang sangat besar untuk pengembangan wisata halal.
Beberapa hal yang telah dilakukan untuk memajukan wisata halal di Aceh yakni sosialisasi wisata halal sudah dilaksanakan di 23 kabupaten/kota, pelatihan peningkatan sdm pendukung wisata halal kepada pelaku pariwisata, anugerah wisata halal untuk 7 kategori dan launching logo wisata halal, adanya logo halal aceh sebagai branding dan promosi, pembuatan video promosi wisata halal, expo/pameran produk halal, pelaksanaan even yang islami (pemisahan pengunjung laki dan perempuan).
Kegiatan pengembangan wisata lainnya seperti Penyusunan roadmap pengembangan wisata halal lintas sectoral, Membangun dan mengembangkan infrastruktur halal di destinasi Wisata, Peningkatan kualitas promosi dan publikasi wisata halal di tingkat daerah, nasional, maupun internasional melalui peran media sosial sesuai kebutuhan dan keinginan pasar wisata halal.
“Pelaku pariwisata dan UMKM semakin peduli dengan pengembangan wisata halal yang dibuktikan dengan penjual paket wisata halal ke Aceh serta meningkatnya jumlah produk bersertifikasi halal yang merupakan amenitas pendukung wisata halal,” terangnya.

Kunjungan wisatawan
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan nusantara ke Aceh tahun 2023 per November mencapai 7.270.318 orang dan wisatawan mancenagara 29.848 orang. Tahun ditargetkan total kunjungan wisatawan 7,8 juta orang.
Almuniza menerangkan Aceh dengan julukan Serambi Mekkah memiliki potensi yang besar dalam pengembangan wisata halal. Penetapan Aceh sebagai daerah syariat Islam telah melahirkan beberapa produk hukum yang mengatur tentang etika dan tatanan kehidupan sosial masyarakat berdasarkan pada hukum-hukum Islam. Oleh karena itu, pariwisata halal merupakan salah satu produk wisata yang sangat cocok untuk diimplimentasikan di Aceh yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Industri halal merupakan sektor paling penting dalam mendukung wisata halal dimana para wisatawan akan menggunakan dan mengkonsumsi produk dan usaha bersertifikasi halal. Dukungan pelaku usaha terutama usaha kepariwisataan sangat dibutuhkan dalam memperbanyak usaha bersertifikasi halal dan paket wisata halal.
Lanjut Almuniza, tren peningkatan ekonomi juga berpengaruh melalui pengembangan wisata halal melalui penggunaan produk dan jasa bersertifikasi halal. Berdasarkan data dari Global Islamic Economy, keuangan islami, makanan/kuliner halal, paket wisata halal, pakaian muslim, wisata halal, obat-obatan halal, serta kosmetik halal terus mengalami penigkatan. “Wisatawan muslim juga spending-nya akan lebih banyak pada waktu melakukan perjalanan wisata,” tuturnya.
Role model
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tgk H Faisal Ali atau akrab disapa Lem Faisal, menjelakan, wisata mencakup kuliner, penginapan, dan sebagainya. Namun demikan, Lem Faisal mengungkapkan menemukan suatu daerah yang sudah betul-betul menerapkan konsep wisata islami. Konsep wisata islami terdiri dari banyak komponen mulai dari transaksi keuangan yang menggunakan lembaga keuangan syariah, di lokasi wisata terdapat mushala, imam, masyarakat di sekitar lokasi wisata menyegerakan shalat ketika waktunya tiba, dan lainnya.
Menurut Lem Faisal, diperlukan role model yang menerapkan konsep wisata islami, untuk dijadikan sebagai contoh. Diharuskan adanya upaya untuk menerapkan konsep wisata islami meskipun hal tersebut dirasakan sudah sangat terlambat. Lem Faisal menegaskan bahwa MPU siap jika dilibatkan dalam penerapan konsep wisata islami. “Penerapan konsep wisata islami kita sudah sangat terlambat. Syariat Islam diterapkan di Aceh sudah cukup lama,” pungkasnya.
Dukungan perbankan
Kepala Bidang Komunikasi Korporasi PT Bank Aceh Syariah, Riza Syahputra, menuturkan pihaknya mendukung upaya pengembangan konsep wisata islami Aceh. Misalnya, beberapa waktu lalu Bank Aceh ikut berperan aktif untuk menjaga keindahan dan meningkatkan kenyamanan para pengunjung yang datang beribadah maupun yang berwisata religi di area Masjid Raya Baiturrahman.
“Bank Aceh tersebut dengan melakukan renovasi atau perbaikan air mancur yang telah lama tidak berfungsi serta peremajaan taman penyejuk hati dan diresmikan langsung oleh Direktur Utama Bank Aceh,” jelasnya.
Riza mengatakan Masjid Raya Baiturrahman merupakan mesjid kebanggaan rakyat Aceh dan menjadi landmark Aceh serta tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah namun juga tempat wisata religi.
Kementerian Koperasi dan UKM memberikan kuota penyaluran KUR kepada Bank Aceh sebesar Rp1,5 Triliun pada tahun 2024. Sementara itu, Bank Aceh telah menyalurkan KUR sampai dengan tahun 2023 sebesar Rp721.155.000.000. Sektor sasaran penyaluran KUR Bank Aceh mayoritas masuk ke sektor perdagangan, pertanian, jasa sementara sisanya masuk ke industri pengolahan. Bank Aceh telah mewujudkan komitmen untuk membangun UMKM Tangguh. Sebanyak 35 Gerai UMKM Bank Aceh hadir mendorong semangat kolaboratif dan memperkuat daya saing produk UMKM.
Bank Aceh juga melakukan pendampingan kepada 5.200 pelaku UMKM melalui skema pelatihan UMKM berbasis potensi sumber daya yang spesifik menjadikan UMKM Bank Aceh tangguh dan andal. “Apa yang dilakukan itu kami kira juga merupakan bentuk upaya mendukung wisata islami bidang kuliner, jasa, dan lainnya yang ada di Aceh,” tutupnya. Zulfurqan

Sumber: Tabloid Gema Baiturrahman

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

KELEMAHAN SESEMBAHAN SELAIN ALLAH

GEMA JUMAT, 7 DESEMBER 2018 Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman) Surat al-Furqan ayat 3 Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan

Sikap Tegas Negara Muslim pada Myanmar

Oleh : Ibnu Syafaat Kasus pengungsi Rohingya yang tercecer di beberapa negara membuka mata hati banyak pihak. Bantuan logistik dari berbagai elemen seperti tidak pernah

Maulid Bulan Berbahagia

Pada 12 Rabiul Awal seluruh umat Islam, khususnya di Aceh memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad saw penuh sukacita. Peringatan maulid di Aceh pada umumnya dilaksanakan

Membeli, Membaca dan Waqaf Buku

Oleh : Sayed Muhammad Husen “Membaca adalah jendela dunia.” Demikian ungkapan populer untuk memotivasi anak-anak supaya suka membaca. Dengan membaca, dipastikan akan dapat mengetahui kondisi

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman