BreakingNews

 
Gema JUMAT, 13 November 2015
Sebentar lagi Aceh akan memperingati 10 tahun damai Aceh. Dalam kegiatan ini, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla, Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dijadwalkan akan menghadiri acara peringatan itu.
Munawar Liza Zainal, salah satu anggota tim perunding GAM di Helsinki mengatakan damai itu adalah sebuah harapan dari semua manusia. Dalam damai itu ada ketenangan, kesejukan dan kebaikan. Damai itu meliputi seluruh sisi kehidupan, dan menjadi urusan kita semua muslimin baik secara pribadi maupun kelompok.
“Kalau ada damai, ada thuma’ninah, ada kesejahteraan. Kalau ada damai, bermakna tidak ada perang, tidak ada perselisihan, tidak ada iri dan dengki,”ujarnya kepada Gema Baiturrahman, Rabu (12/11).
Katanya, perdamaian Aceh dicapai dengan perjuangan yang sangat panjang dan pengorbanan yang sangat besar. Semua itu sangat mahal harganya. Masyarakat Aceh hidup dari hasil perjuangan orang orang dahulu. Hasil perjuangan itu dapat dipetik hari ini. Sehingga, hasil perjuangan dan cita-cita mereka jangan disia-siakan.
Menurut Munawar, setelah Aceh damai, perjuangan semakin berat. “Kita ditantang untuk membuktikan apa yang kita niatkan dulu. Dan ketika perang, boleh saja sebagian orang mewakili kita untuk memperjuangkan keinginan kita,”ujarnya. “Namun setelah damai, semua pihak, semua orang mempunya hak dan kewajiban yang sama untuk memajukan Aceh,”lanjut Walikota Sabang periode 2007-2012.
Ia mengharapkan, setelah damai, Aceh jangan kita kelola untuk kepentingan kelompok, tetapi untuk semua rakyat Aceh. Salah satu tantangan saat ini adalah keikhlasan untuk membuka peluang kepada semua putra-putri Aceh untuk mengambil peran dalam berbuat untuk Aceh.
Direktur Koalisi NGO HAM Aceh Zulfi kar Muhammad menjelaskan perdamaian bukan berarti berakhirnya kontak senjata saja. Pemerintah Aceh dan Pemerintah Indonesia harus segera melakukan pemulihan trauma terhadap korban konflik. Ia meminta pemerintah mengimplementasikan isi yang terkandung dalam MoU Helsinki dan UUPA dengan baik. Kemudian, keadilan bagi korban konfl ik merupakan hal yang mutlak.
“Perdamaian itu jangan diartikan secara sempit,”tuturnya.
Zulfikar menegaskan perdamaian itu milik seluruh rakyat Aceh. Kembali ditegaskan jangan sampai perdamaian ini hanya menjadi milik kelompok tertentu. Ketika mencari pekerjaan, saat ini masyarakat merasa pekerjaan baru mudah didapatkan jika rekom KPA, atau eks kombatan. “Ini apa-apaan,”imbuhnya dengan nada bertanya.
Ia menilai hakikat perdamaian di Aceh belum teraplikasikan dengan baik. Pasalnya, hingga sekarang sasaran akhir dari perdamaian ini belum jelas. Ia mengibaratkan perjalanan perdamaian di Aceh seperti pemadam kebakaran. Artinya, pemerintah baru memenuhi aspirasi korban konflik ketika mereka menuntut apa yang menjadi haknya. Misalnya aksi kelompok Din Minimi yang menilai pemerintah tidak peduli terhadap korban konflik.
Selain itu, di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan APBA yang disusun pemerintah belum memiliki indikator pemulihan mental korban konfl ik. Menurut Zulfi kar, kinerja pemerintah belum maksimal menegakkan keadilan bagi korban konfl ik. Buktinya, pemerintah belum serius melaksanakan Qanun Nomor 17 Tahun 2013 tentang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi. “Pembentukan panselnya saja belum. Apalagi komisionernya,”ujarnya.
Katanya lagi, perbaikan infrastruktur bidang kesehatan, pendidikan yang rusak akibat konflik menjadi kebutuhan mendesak. Misalnya perbaikan sekolah atau jembatan yang pernah dibom pada masa lalu. Hal-hal seperti ini yang seharusnya menjadi prioritas perbaikan infrastruktur. Untuk bantuan sosial, menurutnya pemerintah juga harus memprioritaskannya kepada korban konfl ik. Seperti korban ledakan bom yang akhirnya mengalami cacat fi sik permanen. (Zulfurqan)

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman