GEMA JUMAT, 22 FEBRUARI 2019
Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melakukan penggalangan dana untuk korban musibah gempa dan tsunami yang melanda bebereapa wilayah yang tertimpa bencana dan musibah di tanah air. Seperti musibah yang terjadi beberapa waktu lalu penggalangan dana untuk korban tsunami di Banten dan sekitarnya. Dan penyakuran donasi untuk musibah bencana di Kabupaten Donggala dan Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Kepala BPBA T. Ahmad Dadek menjelaskan, setiap kali terjadi musibah, sudah menjadi tugas dan fungsi lembaga dipimpinnya dalam merespon dan bergerak lebih cepat dari SKPA lainnya. Misalnya, musibah di Sulteng kemarin, pihaknya melakukan aksi penggalangan dana ini sebagai bentuk simpati terhadap korban di Sulawesi Tengah yang tertimpa musibah. Menurut T Ahmad Dadek, Pemerintah Aceh bersama seluruh komponen masyarakat akan melakukan pengumpulan dana untuk meringankan penderitaan saudara saudara kita di Palu, Pihaknya juga akan membuka rekening khusus untuk memudahkan para donatur menyalurkan bantuan. Selain itu, jajaran pemerintah Aceh mulai dari Plt. Gubernur dan seluruh dinas, badan dan lembaga juga mulai menyalurkan donasi. Jika telah terkumpul maka akan segera dikirimkan kepada korban yang membutuhkan. Baru-baru ini kata Dadek, Pemerintah Aceh juga melalui Badan Penanggulangan Bencana Aceh, bersama seluruh komponen masyarakat melakukan pengumpulan dana untuk meringankan penderitaan saudara kita di Banten dan sekitarnya. Sementara, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Aceh, Nasir Nurdin mengaku aksi penggalangan dana oleh Forum PRB Aceh sebenarnya bukan menjadi tugas utama forum, akan tetapi karena Forum PRB Aceh memiliki jaringan kerja yang luas, baik perorangan maupun organisasi), maka kita manfaatkan jaringan tersebut untuk berdonasi kepada korban bencana. “Namun dalam pelaksanaannya, Forum PRB Aceh tetap bersinergi dengan pemerintah.Prinsip transparansi dan legalitas tim yang terlibat menjadi modal utama untuk meyakinkan pendonor,’ jelas Nasir kepada Gema Baiturrahman, Kamis (21/2) kemarin.Nasir mengatakan, misalnya, seperti pada tahun 2018, sejak Agustus hingga menjelang tutup tahun terjadi bencana beruntun mulai dari Lombok, Palu, dan Selat Sunda. Di ketiga bencana tersebut, jelas Nasir, Pemerintah Aceh melakukan penggalangan bantuan kemanusiaan yang dikoordinir Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan Dinas Sosial dengan melibatkan Forum PRB Aceh sebagai salah satu unsur tim penggalangan. Ditanya strategi yang dilakukan Forum PRB Aceh, Nasir mengaku dengan menggunakan media sederhana saja, yakni dengan memanfaatkan jaringan medsos. Khususnya, yang berbasis kontak WhatsApp. Melalui media itulah dikirim seruan berdonasi yang lengkap dengan legalitas lembaga pelaksana aksi, nomor kontak, dan nomor rekening bank untuk bencana tertentu. Setiap donatur, baik yang masih sebatas komitmen maupun yang sudah realiasi, dengan transfer atau diantar langsung ke posko penggalangan di BPBA dan Biro Humas Pemerintah Aceh langsung terdata dan dikirim ke nomor WA masing-masing donatur termasuk jumlah dana terkumpul maupun nama-nama donatur. “Untuk aksi Aceh Peduli Lombok terhimpun dana Rp 1,5 miliar, Donasi Aceh untuk Palu hingga saat ini sudah terhimpun Rp 3,4 miliar, dan Aceh Peduli Tsunami Selat Sunda untuk sementara sekitar Rp 260 juta, “ tambahnya. Dana yang dihimpun untuk Lombok dan Palu, katanya akan digunakan seluruhnya untuk pembangunan kembali masjid di kedua wilayah tersebut yang hancur akibat bencana sedangkan untuk Selat Sunda akan disesuaikan dengan dana terkumpul. Marmus
, atau