Menjaga Alam

Gema JUMAT, 31 Juli 2015 Oleh H. Basri A. Baka Katakanlah: “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan: “Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur”. (QS. Al- Al An’am: 63). … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Gema JUMAT, 31 Juli 2015
Oleh H. Basri A. Baka
Katakanlah: “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan: “Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur”. (QS. Al- Al An’am: 63).
Bencana bisa terjadi dimana-mana di suatu lokasi atau daerah tertentu, bahkan di belahan bumi tertentu. Demikian halnya dengan kerusakan yang dilakukan oleh perseorangan, kelompok, daerah tertentu bahkan negara tertentu.
Allah telah mengatur sedemikian sempurna alam ini, seperti saling keterkaitan oksigen dan karbon dioksida, dan antar-komponen saling bersimbiose mutualistis (saling bergantung satu sama lain). Manusia tak mungkin dapat hidup tanpa oksigen, sebaliknya tumbuhan tak bisa hidup tanpa karbon dioksida. Sehingga alam ini berada di dalam keseimbangan yang harmonis. Demikian juga makhluk yang dijadikan Allah di permukaan bumi, saling berinteraksi yang bersimbiosis secara sunnatullah. Jika siklus kehidupan terputus, maka muncullah populasi suatu binatang di luar kewajaran. Padahal Allah menegaskan bahwa tiap ciptaanNya memberikan nilai dan manfaat bagi yang lain. Hanya saja manusia yang serakah dan ingin mengatur alam tanpa memperhatikan ekosistem.
Munculnya tikus dengan populasi yang banyak di sawah misalnya telah menjadi hama yang menakutkan bagi petani karena seringkali gagal panen. Demikian pula akibat alam yang rusak karena ulah tangan manusia, sehingga terjadi bencana alam di mana-mana seperti kekeringan, banjir, longsor dan sebagainya. Penyebabnya, hutan sebagai penyangga air dan udara mulai gundul karena dieksploitasi oleh manusia. Pohon kayu ditebang seenaknya saja tanpa memperdulikan dampak yang akan diterima saat hujan turun. Oleh karena itu mari kita sadari bahwa bumi yang kita huni ini bukan untuk dirusak, tetapi harus dijaga dan dilestarikan. Ingat bahwa bumi bukan warisan nenek moyang kita, melainkan warisan yang harus kita tinggalkan untuk anak cucu kelak. Jangan kita wariskan petaka dan bencana bagi mereka

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Misteri Dibalik Al-Quran Suci

Al-Quran mukjizat terbesar diantara yang besar. Tidak ada yang dapat menandingi kehebatan Al-Quran walau dengan cara apapun. Keaslian kitab suci ini akan selalu terpelihara hingga hari kiamat datang.

Solusi Hidup Susah dan Sengsara

Oleh: Afrizal Sofyan, SPd.I, MAg Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Besar Setiap orang pasti mengalami kesulitan hidup dalam berbagai bentuk. Ada kesulitan dalam

DPP BKPRMI Gelar Rakernas di Aceh

Gema JUMAT, 22 April 2016 Banda Aceh (Gema) – Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) akan menggelar Rapar Kerja nasional

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman