Nahi Mungkar Tugas Siapa?

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Al-Munkar atau kemungkaran secara bahasa diartikan

...

Al-Munkar atau kemungkaran secara bahasa diartikan dengan al-amru al-qabih atau hal yang jelek. Demikian yang dijelaskan oleh al-Fayyumi dalam al-Misbah al-Munir. Secara syariat, makna al-munkar dijelaskan oleh Syaikh al-‘Allamah Ubaid bin Abdillah bin Sulaiman al-Jabiri hafizhahullah, Kemungkaran adalah sesuatu yang diingkari oleh Pembuat syariat dan segala sesuatu yang telah tegak dalil tentang kemungkaran hal itu dalam al-Kitab, as-Sunnah, atau kesepakatan umat.

Syaikh al-Faqih Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “Al-Munkar adalah sesuatu yang diingkari dan dilarang dan dicegah dalam syariat berupa ragam kemaksiatan, seperti kekufuran, kefasikan, kemaksiatan, dusta, gibah, namimah, dan lainnya.

Syaikh Shalih Alu Syaikh hafizhahullah menerangkan bahwa al-munkar adalah sebuah nama untuk segala sesuatu yang dikenal kejelekannya dalam syariat dan dilarang di dalamnya. Beliau menegaskan bahwa sesuatu tidak dikatakan mungkar hingga diharamkan dalam syariat.

Dalam pencegahan kemungkuran, dalam tuntutan Islam sudah jelas yakni, Rasul SAW bersabda, “Siapa yang melihat kemungkaran di antara kalian, hendaklah ia mengubah dengan tangannya. Apabila tidak mampu, maka hendaklah ia mengubah dengan lisannya. Jika tidak mampu, hendaklah mengubah dengan hatinya. Itu adalah selemah-lemah iman.”

Lalu, Apa ancaman yang akan diterima oleh orang yang tidak melaksanakan amar ma ruf nahi mungkar? Jika umat Islam meninggalkan amar makruf nahi munkar ini, maka kemungkaran akan menyebar dan kerusakan akan meluas. Bila kondisi sudah demikian, maka azab pun akan diturunkan kepada seluruh komponen masyarakat. Ini juga menjadi salah satu penyebab ditolaknya doa oleh Allah SWT.

Bagaimana cara melaksanakan amar ma ruf nahi munkar dalam kehidupan masyarakat saat ini?. Dalam ajaran Islam, contoh perbuatan ma’ruf diantaranya mengamalkan rukun Islam, bersikap jujur, sabar, membantu orang yang membutuhkan, sedekah, silaturahmi, menghormati orang tua, menuntut ilmu, menjaga hak sesama, menjaga aurat dan perbuatan terpuji lainnya. Minimal, kita mulai dari sendiri, keluarga, lingkungan dan terus melebar dan menebar gerakan amar ma’ruf jauh lebih luas lagi. Semoga!.

Dialog

Pustaka Baiturrahman

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman