BreakingNews

Pemimpin Hebat Lahir dari Rahim Ibu Shaleha

Husnul Amalia Soleha, Ketua Korwil Korps PII Wati Aceh Pelajar Islam Indonesia (PII) adalah termasuk salah satu organisasi massa Pelajar Islam tertua di negara kita. Ormas yang pergerakannya fokus di bidang kepelajaran dan perkaderan ini berdiri sejak 4 Mei 1947 M atau bertepatan 12 Jumadi Tsani 1366 H di Yogyakarta. Organisasi ini memiliki badan induk … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Husnul Amalia Soleha, Ketua Korwil Korps PII Wati Aceh

Pelajar Islam Indonesia (PII) adalah termasuk salah satu organisasi massa Pelajar Islam tertua di negara kita. Ormas yang pergerakannya fokus di bidang kepelajaran dan perkaderan ini berdiri sejak 4 Mei 1947 M atau bertepatan 12 Jumadi Tsani 1366 H di Yogyakarta.

Organisasi ini memiliki badan induk meliputi ketua umum, sekretaris umum, bendahara umum dan lainnya.

Dalam menunjang misi dan eksistensi,
PII memiliki dua badan otonom terdiri dari Koordinator Korps PII Wati dan Koordinator Korps Brigade PII. Setiap kadernya terlebih dahulu dibekali dengan mengikuti Leadership Basic Training (LBT).

Pada 7 November 2021 lalu baru saja digelar Musyawarah Wilayah (Muswil) Korps PII Wati Aceh ke-XVI guna memilih pimpinan Korps PII Wati Aceh yang baru. Dinamika musyawarah dengan mufakat itu berjalan penuh ukhuwah, jauh dari polemik.

Adalah Husnul Amalia Soleha yang terpilih untuk memimpin Cut Nyak Dhien PII Aceh untuk masa keperiodean 2021-2023 mendatang.

Mahasiswi semester-6 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UIN Ar-Raniry ini sebelumnya menjabat sebagai Ketua Divisi Kajian Isu Strategi Kajian Eksternal Koordinator Wilayah Korps PII Wati Aceh.

Husnul, panggilan akrab dari sahabat milenia Gema kelahiran Cikampek, 20 Januari 2000 ini memang tertarik menjadi kader PII tapi tidak pernah berpikiran untuk memegang salah satu jabatan strategis. “Saya tertarik dengan PII karena melalui organisasi ini melatih saya dalam publik speaking, bertemu dengan orang baru, kemudian menuntun kita dalam mencari jati diri sebagai pribadi muslim dan jujur terhadap diri sendiri,” ujarnya.

Puteri bungsu dari empat bersaudara pasangan dari Ismail H. Ibrahim – Iin Indrati ini berkata, “Saya tidak bersedia menjadi calon ketua dikarenakan masih banyak kader lain yang lebih baik dan lebih layak daripada saya”.

Ia maju menjadi kandidat ketua setelah diusulkan oleh beberapa daerah. Pada Muswil itu muncul nama kandidat lain, yaitu Rifa Sholeha dan Nida Ulkhaira.

Dari jumlah 7 suara peserta Muswil sekaligus mewakili utusan daerah ia mendapatkan 4 suara, Rifa 1 suara dan Nida peroleh 2 suara.

Kepengurusan Korwil Korps PII Wati Aceh ini dilantik oleh Rafani Tuahuns, SH Ketua Umum Pengurus Besar PII pada Jumat malam, 25 Februari 2022 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh. Ia dibantu Sekretaris, Nida Ulkhaira dan Bendahara, Ayya Rizka Nazira.

Husnul menganggap kemenangannya bukan euforia yang patut dirayakan. Sebaliknya ia justru kuatir atas amanah berat yang kini ada di pundaknya. “Menjadi Ketua Korwil Korps PII Wati Aceh ini tidak mudah. Saya membutuhkan kontribusi sahabat-sahabat Kordinator daerah untuk sama-sama mengawal dan berproses demi mengangkat marwah PII Wati se-Aceh,” tambahnya

Atas motivasi seniorita lainnya, ia yakin bahwa kemampuan seorang perempuan juga patut diperhitungkan. “Percayalah peradaban bangsa berada di dalam rahim seorang perempuan. Jadi kuatkan diri dan terus menjadi lebih baik karena untuk mendapatkan seorang pemimpin yang hebat dilahirkan dari ibu shaleha dan cerdas,” imbuhnya.

Husnul kini milik banyak orang. Ia paham untuk bersegera keluar dari zona nyaman yang menina-bobokan diri. Saya tidak lagi memikirkan diri sendiri dan bagaimana caranya agar dapat menguatkan solidaritas kaum perempuan dan anak-anak, demikian tekadnya.

Menurutnya kader PII saat ini harus melek terhadap perkembangan zaman dengan memanfaatkan digital sebagai lahan dakwah kepada pelajar dan umat manusia.

Kader PII Aceh juga harus peka terhadap isu dan problematika sosial, budaya, ekonomi, kesehatan, politik terlebih pada dunia pendidikan yang dapat berdampak langsung pada perempuan dan anak-anak. Apabila kelima sektor tersebut berjalan baik maka dapat mewujudkan generasi Aceh yang hebat, tutupnya. NA RIYA ISON

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Memihak Turki Hukumnya Wajib!

Gema JUMAT, 4 Desember 2015  Turki telah berada di barisan terdepan dalam menyokong perjuangan kaum Muslimin dewasa ini. negara ini memberi perhatian besar terhadap Revolusi

Banda Aceh Larang Perayaan Tahun Baru

Gema Jum’at, 30 Desember 2016 Pemko Banda Aceh melarang ummat Islam merayakan peringatan tahun baru miladiah 1 Januari 2017 dalam bentuk apapun. Pelaksana Tugas Wali

Melanjutkan Belajar dari Rumah

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk perpanjangan kegiatan belajar di rumah bagi siswa di Provinsi Aceh hingga 20 Juni 2020 mendatang.

813 Tahun

GEMA JUMAT, 27 APRIL2018 Oleh: Murizal Hamzah Sudah berapa tahun usia Banda Aceh? Kalau menyaksikan bukti fisik gedung atau batu kuburan, diperkirakan kota ini sekitar 500

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman