Oleh: Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail,MA

Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman

Penyesalan Orang Musyrik Di Hari Kiamat

Tanya Ustadz

Agenda MRB

“Dan (Ingat- lah), hari yang di waktu itu Kami mengh i m p u n mereka semuanya kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik: “Dimanakah sembahan-sembahan kamu yang dahulu kamukatakan (sekutu-sekutu Kami)?. Kemudian tiadalah fitnah mereka, kecuali mengatakan “Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mem-persekutukan Allah”. Lihatlah, bagaimanamereka telah berdusta terhadap diri merekasendiri dan hilanglah dari mereka sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan”.(QS. al-An’am ayat 22-24)...

“Dan (Ingat- lah), hari yang di waktu itu Kami mengh i m p u n mereka semuanya kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik: “Dimanakah sembahan-sembahan kamu yang dahulu kamukatakan (sekutu-sekutu Kami)?. Kemudian tiadalah fitnah mereka, kecuali mengatakan “Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mem-persekutukan Allah”. Lihatlah, bagaimanamereka telah berdusta terhadap diri merekasendiri dan hilanglah dari mereka sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan”.(QS. al-An’am ayat 22-24)

Ayat ini menerangkan tentang kondisiorang-orang yang ingkar, tentang kebohon-gan mereka pada hari Kiamat. Pada ayat se-belumnya telah dinyatakan bahwa ada sifathasad dan dengki pada sebagian ahli kitabdan orang kafi r terhadap turunnya wahyu ke-pada Nabi Muhammad. Sementara itu padaayat ini dijelaskan tentang buntunya hujjahdan argumentasi mereka yang tidak men-tauhidkan Allah dalam kehidupan merekasebelumnya di dunia.Ayat yang bernuansa dialogis di atas men-unjukkan keunggulan Dzat Allah swt ter-hadap semua bentuk keingkaran orang-orangkafir, baik itu orang yang tidak mengakuikebenaran Islam dari kalangan ahli kitab (Nasrani dan Yahudi), ataupun orang-orang atheis yang hidupnya tidak mengakui adanya Tuhan, ataupun orang-orang yang mengada-kan sembahan-sembahan lain selain kepada Allah, berupa agama ardhi dan sebagainya.

Pada hari itu orang-orang kafi r tidak dapat lagi berkelit atasapapun dari ketentuan Allah. Padahari itu mereka sesungguhnyatelah sangat menyesal sebagaipenyesalan yang tak terkira, se-hingga pada ayat lain disebutkan:‘seandainya mereka dihidupkankembali ke dunia, mereka takkan menyekutukan Allah, dan menghabiskan masa kehidupannya didunia hanya untuk menyembah Allah saja. Namun, penyesalandi hari akhirat tidaklah berguna lagi sedikitpun, karena Allah telahmengumpulkan catatan amalandan mengembalikan kembalikepada manusia dan menjalanitakdir yang ditentukan Allah diakhirat; surga atau neraka.

Terkait dengan hujjah atauargumentasi yang mereka nyata-kan dalam kehidupan di dunia ini,dengan menyatakan berbagai teoriyang menafikan Allah dan mengu-tamakan fikiran logis dan rasionaltak terbatas serta faham material-isme yang mereka usung sehinggamereka tidak mengakui adanyapencipta alam semesta. Dalamhal ini, boleh jadi mereka nyamandengan apa yang mereka yakinidalam kehidupan dunia, karena jawaban-jawaban empiris-ilmiahmampu memuaskan pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan. Namun, semuanya akan menjaditak bermakna, apabila kematian, kubur, alam barzakh serta akhirat menanti dengan pasti. Tak adatempat untuk berlari, berhujjah dan sebagainya terhadap apa yangtelah diyakini, diakui dan yangdilakukan di dunia ini, karenatelah menafikan Allah seba-gai Sang Pencipta. Allah akanbertanya dengan pertanyaan diatas: “Dimanakah sesembahan (termasuk keyakinan atheis), yang dulu kalian yakini?”. Tidak ada jawaban, selain ‘berdusta’sebagaimana yang difirman-kan Allah dalam ayat di atas. Allahummaghfirlanaa.

Dialog

Pustaka Baiturrahman

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

copyright @acehmarket.id 

MRB Aceh

Media Humas dan Informasi
Mesjid Raya Banda Aceh

MRB Aceh merupakan media humas dan informasi Unit Pelaksana Teknis Daerah Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman