Peringatan Allah Bagi Pengolok Kebenaran

Oleh : Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas kertas, lalu mereka dapat menyentuhnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah orang-orang kafir itu berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”. Dan mereka berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) malaikat?” dan kalau Kami … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Oleh : Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA
Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman
Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas kertas, lalu mereka dapat menyentuhnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah orang-orang kafir itu berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”. Dan mereka berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) malaikat?” dan kalau Kami turunkan (kepadanya) malaikat, tentulah selesai urusan itu, kemudian mereka tidak diberi tangguh (sedikitpun). (Qs. al-An’am 7-8).
Allah menyatakan bahwa, jika kebenaran yang datang kepada manusia itu, khususnya orang-orang yang kafir, akan tetap mencari alasan apapun untuk menolak kebenaran. Dalam ayat ini Allah menjelaskan keragu-raguan orang-orang kafir yang ingkar terhadap kebenaran wahyu dan kerasulan Muhammad saw. Nabi Muhammad saw. sesungguhnya sudah mengetahui berdasarkan keterangan-keterangan Allah swt. pada ayat-ayat yang lalu bahwa sebabsebab mereka mendustakan agama ialah berpalingnya mereka dari ayat-ayat Alquran dan tertutupnya hati mereka untuk merenungkan dan memikirkan kejadian-kejadian dalam alam ini. Namun demikian orang-orang musyrikin itu tetap dalam kekafiran. Penjelasan-penjelasan Alquran terhadap bukti Keesaan Allah dalam alam ini tidak merubah pendirian mereka. Seandainyapun wahyu itu diturunkan dari langit kepada Muhammad saw. tercetak di atas ke tas dan mereka dapat menyaksikannya dengan mata kepala mereka, lalu ketika tiba di bumi mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah orang kafir itu masih akan berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”. Kalimat tersebut disebabkan oleh kesombongan dan permusuhan yang mendalam. Mereka tetap memandang wahyu ilahi itu sebagai sihir dan merasa diri mereka kena sihir. Dengan demikian, mereka tetap tidak akan percaya dengan kebenaran yang diturunkan oleh Allah.
Kemudian Allah menerangkan lagi dalam ayat ini pikiran orang kafir Mekah tentang kerasulan. Mereka berpendapat semestinya ada seorang malaikat mendampingi Muhammad saw. yang turut memberi peringatan bersama dia dan memperkuat kerasulan beliau atau sama sekali Allah menurunkan Malaikat sebagai Rasul, bahkan mereka menghendaki dapat melihat Tuhan.  Bangsa Arab meyakini tentang adanya hubungan antara Allah dengan makhluk-Nya yang patut menjadi penghubung (Rasul) yaitu makhluk rohani (malaikat). Manusia, meskipun dia memiliki kesempurnaan rohani yang tinggi, seperti akal, akhlak dan adab yang mulia, namun tidak mungkin dia menjadi Rasul disebabkan dia masih bergaul dengan manusia dan terikat kepada kebutuhan jasmani, seperti makan minum dan berusaha.
Kaum musyrikin Mekah mempunyai dua pandangan mengenai kedudukan malaikat dalam kerasulan. Pandangan pertama ialah malaikat itu sendiri yang menjadi Rasul. Pandangan kedua ialah malaikat itu menyertai Nabi dan menjelaskan langsung kepada mereka bahwa Muhammad itu adalah Nabi. Di sinilah letak kekeliruan yang besar dari orang-orang kafir terhadap wahyu. Karena anggapan yang berlebihan terhadap diri sendiri, mereka menolak segala sesuatu yang tidak diperoleh mereka dengan langsung.
Kemudian Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa kalau Allah menghadirkan malaikat di hadapan mereka menurut wujud bentuknya yang asli, tentulah selesai urusan itu dengan kehancuran mereka dan mereka tidak akan diberi kesempatan lagi untuk menyatakan iman, bahkan azab segera akan menimpa mereka. Kehancuran mereka dapat disebabkan kedahsyatan rupa dari malaikat itu di saat malaikat itu menampakkan diri kepada mereka atau dapat pula mereka dimusnahkan oleh malaikat karena mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah swt.  Wallahu musta’aan.

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

MUI: Hukum Islam Bisa Menjadi Hukum Positif

Gema JUMAT, 11 Desember 2015 gema (Jakarta) – Ketua Bidang Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid mengatakan sejumlah produk hukum nasional telah

Gaya Hidup Sehat

Oleh : Sayed Muhammad Husen Gaya hidup sehat adalah gaya hidup seorang muslim. Hal ini telah ditunjukkan oleh Rasulullah SAW. Gaya hidup beliau seharusnya kita

KEAGUNGAN IMAM ASY-SYAFI’I

KEAGUNGAN IMAM ASY-SYAFI’I Khatib: Prof Dr Tgk H Fauzi Saleh, MA   Tokoh-tokoh besar yang hidup pada zaman dahulu dijadikan sebagai suri tauladan untuk di

Persepsi Ulama terhadap Negara Bangsa

GEMA JUMAT, 14 DESEMBER 2018 Banda Aceh (Gema) – Sejumlah peneliti Pusat Pengkajian Islam Demokrasi dan Perdamaian (PusPIDeP) dan Pascasarjana UIN Yogyakarta bersama dengan PPIM

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman