Oleh: Tgk H Zainal Abidin

Pilihan Terbaik yang Baik Akhlaknya

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Dari Abdullah bin ‘Amr r.a.ia berkata : Nabi SAW tidaklahberbuat keji dan tidak mengataidengan kata-kata yang kejidan beliau bersabda : Sesungguhnyadari pilihanmu adalahorang yang terbaik akhlaqnya(H.R. Bukhari ; lihat TajridushSharih hadits ke-1458)....

Dari Abdullah bin ‘Amr r.a.ia berkata : Nabi SAW tidaklahberbuat keji dan tidak mengataidengan kata-kata yang kejidan beliau bersabda : Sesungguhnyadari pilihanmu adalahorang yang terbaik akhlaqnya(H.R. Bukhari ; lihat TajridushSharih hadits ke-1458).

Dipahami bahwa akhlaq atau karakter merupakan hal utama dalam Islam. Akhlaq tercermin dari tingkah laku dan tindak tanduk yang terdapat pada seorang manusia. Bobot dan nilai manusia terletak pada ada dan tidak adanya akhlaqul karimah atau akhlaq mulia yang dimiliknya. Nabi Muhammad SAW diutus ke dunia untuk memperbaiki akhlaq manusia. Beliau bersabda dalam haditsnya : Sesungguhnya aku diutus menyempurnakan akhlaq.

Di saat bangsa Arab jahiliah tidak lagi mempraktekkan akhlaq dalam kehidupan sehari-hari maka Nabi SAW diutus untuk memperbaikiakhlaq yang telah rusak dancarut marut. Mereka menanam anak-anak perempuan danbertindak semena-mena terhadapyang lemah. Karena itulahAllah SWT mengutus Rasul-Nya dengan memberikan teladan yang baik dan harus dikuti,sebagaimana fi rman-Nya: Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yangbaik bagimu (Q.S. Al Ahzab[33] : 21). Ini mengandung arti bahwa semua tingkah laku, gerak gerik dan pola hidup dari Muhammad SAW menjadi tauladan yang harus diikuti dan dijadikan tingkah laku seharihari. Kehidupan beliau meliputipribadi, keluarga, muamalahnya sudah dimiliki dan dikenal pada diri Nabi SAW sehinggadiberi gelar Al Amin yaitusangat dipercaya. Keadilannyaditunjukkan ketika dipercayameletakkan Hajar Aswadpada tempat semula denganmenebarkan surbannya lalu menaruh Hajar Aswad di atassurbannya kemudian memanggil pimpinan qabilah untuk sama-sama mengangkatnyadan baru selanjutnya mengambilnya serta meletakkan pada tempatnya. Di saat beliau mausafar beliau mengundi paraistrinya, siapa yang harus ikutbersama Nabi SAW dalamperjalanan safarnya.

Pada waktu beliau jatuh sakit dan tidak dapat bergiliran kepada para istrinya, beliau memanggil para istrinya untuk tinggaldi rumah Aisyah. Ketika berdakwah di Thaif, beliau diusir dan dilempari batu sehingga sempat terluka maka malaikat Jibril meminta negeri Thaif ditelungkupkan maka beliau tidak mengizinkan dantidak mau membalas kedhaliman dengan kedhaliman. Allah SWT memberi jaminan tentang baiknyaakhlaq dan tingkah laku NabiSAW dalam fi rman-Nya : Dansesungguhnya engkau benarbenarberbudi pekerti yangluhur (Q.S. Al Qalam [68] :4). Akhlaq Nabi SAW benarbenarterpelihara dan terlindungibaik ucapan, perbuatandan diamnya. Sabda NabiSAW tidak pernah mengandungkekejian, umpat, cela,ghibah, yang terpahami dari fi rman-Nya : Dan tidaklahyang diucapkannya itu (AlQuran) menurut keinginannya [3]. Tidak lain (Al Quran itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya) [4] (Q.S.An Najm [53] : 3-4). Bentukucapan Nabi SAW teratur dan benar. Beliau tidak banyak berbicara dan ucapannya tidak melenceng. beliaupunter konsentrasi, tidak bertele-tele dan mudah dipahami.

Nabi SAW mengajak ummatnya supaya dapat mencontoh, meneladani dan mengamalkan segala pekerjaanterpuji serta berusahamenjauhkan diri dari semuasifat tercela maka menjadilahummat terpuji dan menjadi orang-orang pilihan yang disenangi Nabi SAW karenabeliau menyatakan bahwaorang-orang pilihan itu yang berakhlaq mulia. Sebaliknya ummat dan bangsa yang berakhlaq buruk membuat bangsa mundur dan hancur. Na’uzubillahi min zalik. Wallahua’lamu bishshawab.

Dialog

Pustaka Baiturrahman

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

copyright @acehmarket.id 

MRB Aceh

Media Humas dan Informasi
Mesjid Raya Banda Aceh

MRB Aceh merupakan media humas dan informasi Unit Pelaksana Teknis Daerah Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman