Planning dan LPJ Amal Saleh

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Khatib: Dr.Tgk. H. Badrul Munir,

...

Khatib: Dr.Tgk. H. Badrul Munir, Lc, MA, Dosen Fak. Syariah Hukum UIN Ar-Raniry dan Lembaga Khadim al-Haramain Banda Aceh

Pada setiap awal tahun, tentunya setiap lembaga resmi, perusahaan dan bahkan setiap pribadi telah merancang program-program bermanfaat yang akan dilaksanakan sepanjang tahun untuk meraih profit dan manfaat bagi lembaga dan perusahaannya yang nantinya akan dievaluasi atau diasesmen berbentuk Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) di akhir tahun. LPJ semakin bagus dan dapat diterima, jika program-program tersebut sukses direalisasikan dengan pemenuhan kriteria dan standar tertentu. Sebagai seorang muslim yang way of life-nya tidak pernah terlepas dari eternal guidance: pedoman hidup abadi, al-Quran al-Karim dan al-Hadist al-Syarif, menjadi keniscayaan untuk merancang kegiatan dan program yang bermanfaat bagi kehidupannya, baik berdimensi duniawi maupun berdimensi ukhrawi.

Oleh karena itu, berbahagialah bagi mereka yang sejak awal mempersiapkan bekal berupa planning amal saleh dan LPJ yang siap dipertanggungjawabkan, dengan menabur deposito amal dan berhati-hati dalam kehidupan sehari-hari.

Allah SWT telah memberikan nikmat kepada para hamba-Nya, maka Dia pun memberikan peringatan akan datangnya hari pertanggunjawaban, apa saja yang kita lakukan selama hidup di dunia, akan ditanyakan oleh Allah SWT, tanpa ada yang membantu dan tidak ada pula yang mampu memberi syafaat. Planning dan LPJ ini telah didiskripsikan oleh Allah dan Rasulullah secara jelas dalam: Pertama, Firman Allah: “Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikit pun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa`at dan tebusan darinya, dan tidaklah mereka akan ditolong” (QS. Al-Baqarah: 48). Kedua, “(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (al-Syu’ara, 88-89). Ketiga, “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (al-Nahl, 97), Keempat, “Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. (al-‘Ashar: ), 5. Sabda Nabi, “Orang yang paling cerdas adalah orang yang selalu mengendalikan hawa nafsunya dan beramal shalih untuk kehidupan setelah kematian” (HR. Imam Tirmidzi).

Pada dasarnya, apa yang kita lakukan di dunia ini akan dievaluasi dan diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah. Firman Allah: “Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu”. (al-Nahl: 92-93). Namun Rasul sebagai penjelas al-Quran mengingatkan dan menekankan kita minimal ada 4 hal yang perlu kita fokus planningkan secara optimal dan mampu kita LPJkan secara maksimal di hadapan Allah, yaitu umur, fisik, ilmu dan harta benda. Rasulullah bersabda: “Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak dari tempat hisabnya pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai 4 hal: (1) umurnya, untuk apakah ia habiskan, (2) jasadnya, untuk apakah ia gunakan, (3) ilmunya, apakah telah ia amalkan, (4) hartanya, dari mana ia peroleh dan kemana ia belanjakan. (HR. Ibnu Hibban dan at-Tirmidzi).

Umur: Hidup di dunia ini ada batasnya, dibatasi oleh waktu, suatu saat kita pasti meninggal. Panjangnya umur tidak menjamin masuk surga, sebaliknya pendek umur juga bukan pertanda akan masuk neraka. Selain itu, ketika kita meninggal dunia, nama besar kita lama-lama akan tenggelam dan tidak disebut menghilang dari peredaran, walaupun orang yang kita cintai. Jadi tidak istilah hidup abadi seumur hidup atau selamanya, tidak ada jabatan dan kekuasaan seumur hidup. Kalau ada yang berandai seperti itu, maka orang tersebut sedang berhalunisasi dengan ilusinya sendiri. beruntunglah bagi siapa saja yang dapat memanfaatkan umurnya untuk menabur deposito amal shalih, dan merugilah bagi mereka yang menggunakannya untuk sesuatu yang tidak bermanfaat. Ketika Rasul ditanya: “Wahai Rasulullah, siapakah sebaik-baik manusia?” Beliau menjawab: “Siapa yang paling panjang umurnya dan baik amalannya. Dan seburuk-buruk manusia siapa yang panjang umurnya dan buruk amalnya” (HR Tirmidzi).

Jasad danBadan: Manusia dikaruniai Allah jasad/fisik yang amat sempurna dengan panca-indra berupa akal pikiran, dan hati. Oleh karena itu, harus digunakan untuk beribadah kepada Allah. Kita dilarang menjatuhkan diri ke lembah kebinasaan, sehingga diharamkan meminum minuman keras, berzina, narkoba dan aktivitas lain yang membahayakan kesehatan badan. Allah berfirman: ““Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al-Baqarah: 195).

Ilmu: Ilmu adalah kunci utama dalam mengarungi kehidupan. Jika kita ingin sesuatu urusan dunia, diperlukan ilmu. Demikian juga, jika kita ingin pahala akhirat, diperlukan ilmu. Maka, jika ilmu itu bermanfaat, menjadi sumber keberkahan ketenangan hidup. Sedangkan jika ilmu itu digunakan untuk menipu orang lain, melakukan korupsi, mengambil fee yang bukan haknya, mempersulit urusan orang lain, menistakan agamanya sendiri, maka ia dapat dikategorikan kepada ilmu yang tidak bermanfaat akan membawa kesengsaraan hidup. Maka tepatlah do’a yang diajarkan oleh Nabi Muhammad: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaaat, rizki yang baik lagi halal. Serta amal yang diterima (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Harta benda: kalau umur, fisik dan ilmu yang diminta LPJ hanya kemana digunakan, maka terkait planning dan LPJ harta harta ada 2 pertanyaan, sehingga sungguh berat pertanggungjawaban terkait harta benda ini. Pertama: Dari mana dan bagaimana harta diperoleh, apakah secara halal, tanpa melanggar hukum Allah dan ketentuan aturan? Apakah diperoleh secara korupsi? Kedua: bagaimana harta itu digunakan dan distribusikan?. Beruntung orang yang memperoleh harta secara halal, lantas menyalurkan harta pada jalan yang diridhai oleh Allah. Merugi orang yang memperoleh harta secara haram, bahkan setelah itu disalurkan ke jalan haram dan yang dimurkai Allah.

Demikian, semoga planning amal saleh kita di tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Semoga umur, fisik, ilmu dan harta kita mampu kita pertanggungjawaban di hadapan mahkamah.[]

Dialog

Pustaka Baiturrahman

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

copyright @acehmarket.id 

MRB Aceh

Media Humas dan Informasi
Mesjid Raya Banda Aceh

MRB Aceh merupakan media humas dan informasi Unit Pelaksana Teknis Daerah Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman