BreakingNews

Polemik Desember

Gema JUMAT, 4 Desember 2015 Oleh : Murizal Hamzah DALAM hitungan 27 hari lagi, mayoritas warga dunia akan ganti almanak dari 2015 ke 2016. Dan sudah menjadi rutinitas, setiap Desember para ulama memberi mengingatkan umat. Intinya, umat Islam dilarang merayakan Tahun Baru Masehi. Setiap tahun, peringatan itu dikeluarkan dan setiap tahun, selalu ada yang melanggar … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Gema JUMAT, 4 Desember 2015
Oleh : Murizal Hamzah
DALAM hitungan 27 hari lagi, mayoritas warga dunia akan ganti almanak dari 2015 ke 2016. Dan sudah menjadi rutinitas, setiap Desember para ulama memberi mengingatkan umat. Intinya, umat Islam dilarang merayakan Tahun Baru Masehi. Setiap tahun, peringatan itu dikeluarkan dan setiap tahun, selalu ada yang melanggar seruan tersebut. Nama saja seruan tanpa ada hukuman kepada yang melanggar.
Ulama beralasan penolakan perayaan tahun baru Masehi karena itu adalah tradisi perayaan non Islam. jadi umat Islam tidak perlu ikutikutan merayakan. Sebaliknya, jika mau merayakan tahun baru, maka rayakan tahun baru Islam yakni tahun baru. Jangan terjadi seperti ungkapan endatu yakni Lumo grob paya guda cot iku,.
Semua sepakat dengan seruan ulama tersebut. Bahkan ulama meminta Pemerintah Aceh untuk mengawasi penjual terompet, mercon dan sebagainya baik dari Aceh maupun serbuan pedagang dari luar Aceh.
Setali dengan itu, orang tua tidak membeli marcon, terompet, lilin, kembang api dan lain-lain. Kita yakin, semua masyarakat setuju jika pemerintah menyita terompet, marcon dan lain-lain.
Khusus untuk Aceh, MPU Aceh telah mengeluarkan Tausyiah nomor 13 tahun 2013 tentang menyambut tahun baru. Menurut pewaris ulama tersebut, kegiatan umat Islam pada malam tahun baru lebih difokuskan pada berzikir, wirid, doa, tafakkur, membaca al-qur’an, ceramah agama dan sejenisnya secara berjamaah atau perseorangan. Intinya, setiap hari adalah hari baru. Mesti ada perubahan untuk lebih baik. Muhasabah agar tabung amal selalu meningkat setiap detik. Kita sadar, yang nama maut bisa datang kapan saja dan di mana saja. Janganlah kita berpisah dengan ruh ketika melakukan aktivitas yang mubazir termasuk mubazir waktu atau rezeki.
Maka ada sebutan Hal kedua yang menjadi bahan diskusi yakni bolehkan umat Islam mengucapkan Selamat natal? Pertanyaan ini selalu muncul pada awal Desember. Ya ibarat memutar kaset dengan pertanyaan yang sama serta jawaban yang sama. Ada tokoh Islam yang setuju atau menolak ucapan selamat natal. Ada kecenderungan jika umat Islam sebagai mayoritas, maka tidak ada ucapan hal tersebut. sebaliknya, jika umat Islam sebagai minoritas, umat Islam mengucapkan Selamat natal sebagai bagian silaturrahmi atau berteman. Bahkan ada spanduk di masjid yang mengucapkan Selamat natal. Situasi dan kondisi menyebabkan pola pikir ikut terpengaruh.
Khusus untuk Desember ini, sehari menjelang natal 25 Desember, umat Islam merayakan Maulud Rasul pada 24 Desember. Kemudian pada 26 Desember, masyarakat mengenang 11 tahun bencana alam gempa bumi 8,9 skala richter yang disusul smong alias ie beuna atawa tsunami.
Ulama sudah bersuara dan pemerintah sudah siaga mencegah hiruk-pikuk pada malam tahun baru. Faktanya, dari tahun ke tahun selalu ada yang melawan peraturan tersebut. Mereka yang batat itu berdalil, hanya beberapa tiupan terompet atau mercon menyambut pengantian kalender 2015 ke 2016 serta sekedar melepaskan penat atau gelora emosi anak muda.
Anda boleh setuju atau menolak argumen anak muda tersebut tanpa perlu mengeluarkan kalimat yang menyakitkan siapa pun. Tetap ajak mereka dengan baik dan santun sebagaimana Rasulullah berdakwah. “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. an-nahl, 16:125).

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

BPR Mustaqim Bukukan Laba Rp4,83 Miliar

Gema JUMAT, 15 Januari 2016 Banda Aceh (Gema) – Perusahaan milik daerah Aceh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Mustaqim Sukamakmur membukukan laba sebesar Rp 4,83 miliar

PP-DKMA Lakukan Safari Maghrib

Gema JUMAT, 15 April 2016 Banda Aceh–(Gema)-Pengurus Pusat Dewan Kemakmuran Masjid Aceh (PP-DKMA) melakukan kunjungan muhibbah atau Safari Maghrib ke masjid-masjid dalam Kota Banda Aceh

THE POWER OF RAMADHAN

GEMA JUMAT, 17 MEI 2019 Oleh : Kolonel Caj Dr Ahmad Husein, MA             Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh             Puja dan puji hanyalah

Jangan Bahagia Atas Musibah Orang Lain

Gema, 08 Juli 2018 Usamah El-Madny (Kadis Pendidikan Dayah Aceh) Merasa senang akan musibah yang menimpa seorang muslim adalah sifat terlarang. Adakah Anda memiliki sifat

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman