Sabar Berlalu Lintas

Sabar merupakan sikap yang membutuhkan energi untuk mempertahankannya. Dimana sedikit manusia yang memiki kesabaran secara ikhlas untuk menghadapi suatu hal dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Secara bahasa sabar berarti al habsu yaitu menahan diri. Sedangkan secara syar’i, sabar adalah menahan diri dalam tiga perkara: ketaatan kepada Allah, hal-hal yang diharamkan dan takdir Allah yang … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Sabar merupakan sikap yang membutuhkan energi untuk mempertahankannya. Dimana sedikit manusia yang memiki kesabaran secara ikhlas untuk menghadapi suatu hal dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Secara bahasa sabar berarti al habsu yaitu menahan diri. Sedangkan secara syar’i, sabar adalah menahan diri dalam tiga perkara: ketaatan kepada Allah, hal-hal yang diharamkan dan takdir Allah yang dirasa pahit (musibah). Inilah tiga bentuk sabar biasa dipaparkan oleh para ulama.

Sebagaimana dalam Al-Quran Allah telah berfirman yang bahwa, “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imron [3] : 200).

Dalam firman di atas kita disuruh bersiaga misalnya, siaga dalam menempuh perjalanan jangan terburu-buru. Patuhi dan ikuti aturan yang telah ditetapkan. Karena peraturan yang ada pada dasarnya dibuat dengan tujuan untuk mempermudah kehidupan manusia.

Bila tidak ada peraturan dan rambu-rambu lalu lintas maka setiap hari pengguna jalan tidak mau mengindahkan kepentingan orang lain. Namun demikian, meskipun peraturan sudah dibuat ternyata tidak ada jaminan akan dipatuhi.

Permasalahannya tidak hanya peraturan yang ada namun juga komponen yang lain seperti kesadaran masyarakat dalam mengindahkan peraturan lalu lintas. Kesadaran untuk mematuhi norma-norma aturan lalu lintas menjadi sangat penting mengingat secara umum masyarakat kita adalah muslim.

Dalam Islam, ketaatan kepada peraturan bukan hanya menunjukkan karakter disiplin namun juga menunjukkan kebaikan iman seseorang.

Jadi sabar dalam berlalu lintas termasuk ketaatan kepada Allah SWT. Hanya dua menit diminta kita harus bersabar ketika melewati persimpangan didalam pusat-pusat kota dan sebagainya.

Jika dua menit tersebut dilanggar bukan tidak mungkin ajal hanya dipertaruhkan dalam dua menit tersebut. Pernah kita menyaksikan karena arogannya pengendara transportasi darat nyawa jadi taruhannya.

Terkadang, hanya lima detik tak sanggup bersabar menunggu lampu hijau menyala. Sementara di bawah traffic light  seberang jalan juga sudah siap-siap dengan kekuatan penuh. Lalu, dibawah komando nafsu, masing-masing langsung tancap gas. Akhirnya, kejadian tak diinginkan pun terjadi, hanya dalam lima detik semua berubah, terjadilah tragedi laka lantas, akibatnya bukan hanya luka-luka atau cacat seumur hidup, tapi nyawa pun turut terancam.

Sangat dhaif memang, sebagai manusia jika hanya beberapa detik saja tidak sanggup menyelamatkan nyawa kita ataupun nyawa orang lain.  Allah menyuruh kita untuk bersabar karena buah sabar Insya Allah manis hasilnya.

Dalam mengendara tidak perlu mengutamakan gengsi maupun sombong atas jabatan maupun pangkat, tetapi utamakan keselamatan, karena itu lebih penting diatas segala-galanya. Tidak jarang juga kita melihat di perjalanan ada pengendara yang saling bertengkar di jalan raya karena mengutamakan ego masing-masing.

Sehingga ketika kedua belah pihak mempertahankan gengsi yang tinggi pertengkaranpun akan terjadi. Tidak terjadi kecelakaan karena saling menabrak atau menyenggol. Terjadi pula kecelakaan karena saling membalas mengedepankan gengsinya, a’uzubillah.

Banyak nyawa harus diselamatkan ketika menempuh perjalanan baik dekat maupun jauh, jadi kesampingkan rasa gengsi yang mengganggu perjalanan kita. Patuhi aturan yang dibuat pemerintah karena patuh terhadap pemimpin atau pemerintah juga termasuk ibadah, jadi tidak perlu ragu, jaga diri dan keselamatan orang lain, kecuali sudah naas itu diluar kendali kita.

Kita sebagai orang yang beriman tidak seharusnya ditanggapi adanya sifat arogan di jalan raya ketika menempuh perjalanan. Jika memang ada yang salah dipihak lain tidak perlu membalasnya, biarkan saja sering-seringlah berzikir agar sikap sabar bisa dipertahankan dalam segala kondisi. Wallahualam bissawab.Nurjannah Usman

 

Penulis Dosen Akademi Farmasi YPPM Mandiri Banda Aceh

 

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

 Kemungkaran Merusak Peradaban

Kemungkaran adalah bentuk kedurhakaan seseorang terhadap perintah Tuhan. Mereka menumbuhkembangkan ketidaktaatan. “Disinilah awal kemaksiatan itu muncul, di tengah dinamika kehidupan sosial maupun kehidupan beribadah kepada-Nya,”

PP-DKMA Lakukan Safari Maghrib

Gema JUMAT, 15 April 2016 Banda Aceh–(Gema)-Pengurus Pusat Dewan Kemakmuran Masjid Aceh (PP-DKMA) melakukan kunjungan muhibbah atau Safari Maghrib ke masjid-masjid dalam Kota Banda Aceh

Petani Pahlawan Ketahanan Pangan

Dalam sejarah peradaban Islam, isu pertanian telah dibahas sejak zaman Rasulullah Saw hingga masa khulafaurrasyidin, seperti adanya kebijakan tentang pertanian untuk meringankan pajak hasil bumi

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman