Stabilitas Keamanan bagi Kehidupan

Gema JUMAT, 4 Desember 2015 Khutbah Jum’at, Tgk. Hasbi Al Bayuni, Pimpinan Dayah Thalibul Huda, Bayu, Aceh Besar Sebagaimana yang telah dimaklumi, nikmat keamanan merupakan salah satu karunia Allah SWT yang terbesar bagi umat manusia. Sebab rasa aman merupakan kebutuhan pokok seorang hamba. Tidak mungkin suatu umat atau sebuah bangsa hidup dengan baik, tanpa adanya … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Gema JUMAT, 4 Desember 2015
Khutbah Jum’at, Tgk. Hasbi Al Bayuni, Pimpinan Dayah Thalibul Huda, Bayu, Aceh Besar
Sebagaimana yang telah dimaklumi, nikmat keamanan merupakan salah satu karunia Allah SWT yang terbesar bagi umat manusia. Sebab rasa aman merupakan kebutuhan pokok seorang hamba. Tidak mungkin suatu umat atau sebuah bangsa hidup dengan baik, tanpa adanya stabilitas keamanan di dalamnya.
Keamanan lingkungan akan membuahkan ketenangan jiwa, ketentraman bathin, kebahagiaan serta kedamaian hati. Begitu pentingnya faktor keamanan dalam kehidupan kita, sampai-sampai dalam beberapa kesempatan dia di dahulukan atas faktor rizki sebagaimana ucapan nabi Ibrahim AS takala beliau meninggalkan keluarganya di sebuah lembah yang gersang,
Ya Rabbi, jadikanlah (tempat) ini negeri yang aman dan berilah rizki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian”. QS. AlBaqarah: 126.
Nabi Ibrahim AS mendahulukan permintaan keamanan atas permintaan rizki. Sebab seseorang itu bisa saja hidup dengan rizki yang serba kekurangan, jika ia merasa aman. namun sebaliknya ia tidak bisa hidup dengan baik, apabila senantiasa merasa takut, walaupun ia memiliki kekayaan sebesar dunia sekalipun.
Nabi kita Muhammad SAW dalam sebagian doanya, juga memohon agar dikaruniai keamanan di samping keimanan. Sebagaimana doa yang beliau panjatkan saat beliau melihat hilal di awal setiap bulan,
Allah Maha besar! Ya Allah jadikanlah bulan ini penuh dengan keamanan dan keimanan, keselamatan dan keislaman, serta taufik kepada hal-hal yang dicintai Rabb kami dan diridhai-nya. Rabbku dan Rabbmu adalah Allah”. HR. Ad-Darimi.
Begitu penting dan berfaedahnya stabilitas keamanan itu, dan dengan sebabnya seseorang bisa beribadah kepada Allah SWT dengan tenang dan sempurna, bisa bershilaturrahim kepada keluarga kapan dia suka, bisa bekerja di gunung di laut dan dimana saja tanpa merasa takut dan khawatir atas keselamatannya. Anakanak bisa bersekolah, perempuan merasa aman dan tentram ditinggal dirumah.
Lain halnya jika hidup seseorang diliputi rasa takut dan was-was, kondisi ini akan berdampak pada ketidaksempurnaan ibadah yang ia lakukan. Bahkan terkadang rutinitas peribadatannya harus dilakukan secara sembunyisembunyi, karena merasa khawatir dan takut atas keselamatan hartanya, keluarganya bahkan jiwanya sebagaimana yang terjadi di zaman konflik di Aceh beberapa tahun yang lalu.
Oleh sebab itu, stabilitas keamanan yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita ini, patut sekali kita syukuri dengan menjaga dan memeliharanya dan ini adalah tanggung jawab semua kita, sesuai dengan kapasitasnya, kecil maupun besar, tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan, muslim maupun non muslim, umara maupun ulama serta rakyat maupun aparat.
Amanah untuk menjaga keamanan ini harus senantiasa ditanamkan oleh para orang tua dalam jiwa anakanak mereka sejak dini, oleh para guru dalam diri murid-murid mereka di sekolahan. Hendaknya aparat keamanan menggunakan wewenang yang mereka miliki untuk melakukan tindakan cepat dan tepat dalam mengatasi timbulnya hal-hal yang dapat merusakkan kedamaian. Para ulama, da’i dan mubaligh memberikan pengarahan keagamaan kepada umat akan bahaya tindak teror dipandang dari sisi syariat. Masyarakat awam bekerja sama dengan pemerintah untuk melaporkan setiap hal yang mencurigakan. Para orang tua mengawasi anak-anak mereka, dengan siapakah mereka bergaul dan berteman? Pendek kata, semuanya bahu-membahu berusaha memelihara stabilitas keamanan.. Maka jika ada oknum-oknum yang berusaha mengacaukan situasi yang telah kondusif, dengan melakukan berbagai tindak teror; wajib bagi setiap warga negara untuk mencegah tindak kriminal tersebut, sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing. Allah SWT menjelaskan dalam Alquran,
Orang-orang beriman dan tidak mencampuri keimanannya dengan kezaliman (kesyirikan), mereka itulah orang-orang yang mendapatkan keamanan. Dan mereka adalah kaum yang mendapat petunjuk”. QS. Al-An’am: 82.
Maka jangan berharap keamanan akan membumi di tanah air ini jikalau pendidikan dan pengawasan terhadap keimanan tidak menjadi prioritas semua kita, jangan bermimpi ketentraman akan dicapai kalau penegakkan panjipanji tauhid tidak dijalankan sepenuhnya, dan jangan pernah berharap ketenangan kalau aliran dan pemikiran sesat yang bertentangan dengan Ahlussunnah Waljama’ah masih berkembang di masyarakat, penyebar-penyebarnya masih gentayangan dan bahkan berani beriklan di media. Demikian juga, bagaimana mungkin rasa takut dan kegelisahan jiwa akan hilang, seandainya masih ada oknum-oknum yang ingin merusakkan kedamaian yang sudah di raih, mengacaukan keamanan yang sudah di dapat.

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Menggapai Juara Akhirat

GEMA JUMAT, 6 JULI 2018 Oleh H. Basri A. Bakar “Sungguh beruntung orang-orang yang menyucikan diri (dengan beriman), dan mengingat nama tuhannya lalu dia shalat,

Pahala Bersedekah

GEMA JUMAT, 17 MEI 2019 Oleh H. Basri A. Bakar “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci

Banda Aceh Terbaik di Aceh dalam Investasi

GEMA JUMAT, 17 NOVEMBER 2017 Jakarta (Gema) Kota Banda Aceh meraih penghargaan Aceh Investment Award (AIA) 2017. Kota yang dipimpin Aminullah Usman dinilai mampu menghadirkan

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman