BreakingNews

Tak Ada Perdamai Tanpa Pembangunan

Gema JUMAT, 14 Agustus 2015 Prof. Drs. Tgk H. Yusni Sabi, PhD (Mantan Ketua Badan Re-Integrasi Aceh (BRA)) Pengantar : Memperingati perdamaian Aceh ke 10  kali ini, banyak komponen masyarakat, pemuda dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Aceh menggelar beberapa kegiatan, mulai seminar, diskusi, kenduri dan doa bersama. Setiap kegiatan digelar tesebut, salah satunya … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Gema JUMAT, 14 Agustus 2015
Prof. Drs. Tgk H. Yusni Sabi, PhD (Mantan Ketua Badan Re-Integrasi Aceh (BRA))
Pengantar : Memperingati perdamaian Aceh ke 10  kali ini, banyak komponen masyarakat, pemuda dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Aceh menggelar beberapa kegiatan, mulai seminar, diskusi, kenduri dan doa bersama. Setiap kegiatan digelar tesebut, salah satunya bertujuan untuk membangkitkan semangat damai kepada segenap masyarakat Aceh mulai generasi muda agar setiap tahunnya mengingat kembali bahwa tanggal 15 Agustus 2005, atau sepuluh tahun lalu itu merupakan hari perdamaian bagi Aceh.  Untuk mengevaluasi sejauh mana perjalanan perdamaian Aceh selama sepuluh tahaun ini, Pada edisi kali ini, Redaksi Gema Baiturrahman  menurunkan wawancara  dengan Prof. Drs. Tgk. H. Yusni Sabi, P.hD, mantan ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA).
Menurut Anda, Bagaimana  perdamaian  Aceh selama sepuluh tahun?
Perdamaian Aceh harus dimaknai sebagai sebuah anugerah  dari Allah SWT kepada masyarakat Aceh. Satu-satunya cara mengisi perdamaian adalah dengan mengisi segenap pembangunan. Jadi, tidak ada kata damai tanpa pembangunan. Membangun seluruh lini masyarakat, mulai pembangunan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat Aceh. Jika tidak maka, jangan harap akan ada perdamaian hakiki di Aceh. Lebih-lebih, ketika Aceh punya Anggaran Pembangunan Belanja Aceh (APBA) lebih dibandingkan tahun-tahun sebelum adanya perjanjian damai antara Aceh dengan pemerintah pusat.
Apakah ada ancaman serius terhadap perdamaian Aceh?
Menurut saya selama ini belum ada ancaman serius bagi perdamaian Aceh, jika pemerintah berkomitmen menjalankan pembangunan dengan baik dan merata, proporsional dan professional tidak untuk kepentingan pribadi dan satu kelompok semata. Namun, ada sedikit kelemahan dalam biokrasi
kita selama ini. Lihat saja, bagaimana realisasi APBA dan APBN kita yang terlambat setiap tahun. Ini menjadi penyebab awal, terhambatnya roda pembangunan. Imbasnya, nanti akan ada pihk anti biokrasi, anti pemerintah, dan lain sebagainya.
Apa yang seharusnya dilakukan?
Guna mengantisipasi keterlambatan pembangunan, pertama sekali Aceh membutuhkan pejabat yang tekun dan kerja keras dalam menjalankan tugasnya. Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) baik ditingkat Provinsi dan Kabupaten/kota, tidak hanya berfungsi sebagai lembagai legeislasi saja, tapi
juga harus memberi pengawasan sebaik-baiknya setiap pembangunan yang memihak kepada kepentingan rakyat dan masyarakat Aceh. Tidak bekerja untuk kepentingan kelompok-kelompok tertentu saja.
Harapan Anda?
Saya mengharapkan, untuk membangun Aceh lebih baik dan melanjutkan perdamaian Aceh yang hakiki. Jangan sekalikali disibukkan masyarakat dengan membuat proposalproposal. Berikan pemahaman kepada masyarakat sesuai dengan pekerjaan dan geografis kehidupan daerah mareka masing-masing, apakah itu sektor pertanian, perkebunan, Perikanan, atau kelautan. Nah, kemudian pemerintah menfasiltasinya dengan memberi dukungan penuh untuk program sector ril ekonomi masyarakat sampai kepada pasar penjualan, sesuai mata pencarian dan pekerjaan masing-masing masyarakat.  Dengan demikian, masyarakat akan lebih damai, yang berkeadilan dan damai yang mensejahtrakan.nMarmus

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

TNI Jangan Sampai Buta Politik

GEMA JUMAT, 6 OKTOBER 2017 Banda Aceh (Gema) – Analis politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Teguh Yuwono menilai TNI jangan sampai buta politik terkait dengan

Memahami Makna Jihad

Gema JUMAT, 11 NOVEMBER 2016 Jihad dalam syariat Islam bermakna berjuang dengan sungguh-sungguh. Islam mengajarkan umatnya untuk berjihad, supaya agama Allah tetap tegak dalam setiap

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman