Oleh: Ust. H. Surianto Sudirman, Lc,.MA

Mudir Dayah Terpadu Nurul Ikhwah Nagan Raya

Tanda-Tanda Kiamat*

Tanya Ustadz

Agenda MRB

alam teologi Islam dikenal sebuah ungkapan: “Kullu ma siwa Allah yusamma Al-‘Alam” (yang dikatakan alam semesta adalah selain Allah). Saat tiba masa yang telah ditentukan, alam semesta dan seisinya akan binasa. Bumi, langit dan apa yang terdapat diantara keduanya akan hancur, hilang dan berakhir. Selain Allah semuanya akan fana, akan hilang, akan binasa, Al-Baqa lillahil waahidil ahad (yang kekal hanya Allah yang maha Esa). Allah berfirman: Kullu man ‘alaiha faan, Wa yabqa wajhu rabbika dzul jalaali wal ikraam (QS.Ar-Rahman 26-27) artinya: “semua yang di bumi akan binasa, yang tetap kekal zat tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan”. Jamaah shalat jumat yang dimuliakan Allah....

Dalam teologi Islam dikenal sebuah ungkapan: “Kullu ma siwa Allah yusamma Al-‘Alam” (yang dikatakan alam semesta adalah selain Allah). Saat tiba masa yang telah ditentukan, alam semesta dan seisinya akan binasa. Bumi, langit dan apa yang terdapat diantara keduanya akan hancur, hilang dan berakhir. Selain Allah semuanya akan fana, akan hilang, akan binasa, Al-Baqa lillahil waahidil ahad (yang kekal hanya Allah yang maha Esa). Allah berfirman: Kullu man ‘alaiha faan, Wa yabqa wajhu rabbika dzul jalaali wal ikraam (QS.Ar-Rahman 26-27) artinya: “semua yang di bumi akan binasa, yang tetap kekal zat tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan”.
Jamaah shalat jumat yang dimuliakan Allah.
Saat alam semesta ini telah fana dan berakhir, di sanalah Allah akan mengatakan sebagaimana yang disebutkan dalam surat Ghafir ayat 16: “Li manil mulkul yauma, lillahil waahidil qahhar” siapakah pemilik kerajaan saat ini ? bahkan dalam riwayat Imam Bukhari dari hadisnya Said bin Musayyab dari Sahabat Abu Hurairah dikatakan: “yaqbidhullahul ardha wa yathwis samaa-a wa yaquulu: anal malik ayna muluukul ardhi” saat Allah menggenggam bumi dan melipat langit, Allah berkata: “Akulah Raja di Raja”, dimanakah mereka yang mendakwakan diri mereka sebagai raja ? dimanakah para pemimpin dunia yang dulu sempat berkuasa dengan pongahnya ? dimanakah para pemimpin yang terus menerus ingin berkuasa ? dimanakah para pemimpin yang suka berbuat kezaliman ? menindas, menyengsarakan, berbuat curang, tidak berperikemanusiaan, tidak menegakkan keadilan ? dimanakah raja-raja dan para pemimpin tersebut?
Semuanya akan binasa, alam semesta ini akan berakhir, yang kekal hanya Allah subhanahu wa ta’ala.
Jamaah shalat jumat yang dimuliakan Allah…
Pertanyaannya : Kapankah alam semesta ini akan binasa ? kapankah bumi dan langit ini akan berakhir ? kapankah hari akhirat itu datang ? kapankah kiamat tiba ? Allah mengatakan: “Yas-aluunaka ‘anis saa’ati ayyaana mursaaha, qul innama ‘ilmuha ‘inda rabbi, la yujalliiha liwaqtihaa illa hu, tsaqulat fis samaawaati wal ardh, la taktiikum illa baghtah…..” (mereka bertanya kepada mu wahai Muhammad kapankah kiamat itu tiba ? katakanlah kepada mereka, yang tahu kapan kiamat itu terjadi hanya Allah dan tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskan kapan terjadinya kecuali Allah. Huru hara kiamat itu begitu berat, kiamat tidak akan terjadi kecuali secara tiba-tiba……) Qs-Al-a’raf ayat 187.
Jadi kapan kiamat itu terjadi ? hanya Allah yang tahu, namun kita sebagai manusia diminta untuk percaya dan menyakini, agar tidak seperti orang-orang komunis yang memiliki sebuah keyakinan, kami dilahirkan dari rahim para wanita dan akan kembali ke dalam perut bumi.
Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah.
Namun sebelum semesta ini berakhir ada tanda-tanda yang merupakan isyarat akan terjadinya kiamat, sebagai mana yang telah dijelaskan oleh Allah melalui lisan Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallama. Berdasarkan sabda-sabda Baginda Nabi, para ulama membagi tanda-tanda kiamat menjadi dua: Asyrath As-Saah Ash-Sughra (tanda-tanda kiamat yang kecil) dan Asyrath As-Saah Al-Kubra (tanda-tanda kiamat yang besar).
Tanda-tanda kecil kiamat artinya: tanda-tanda itu terjadi jauh sebelum kiamat itu terjadi, dan tanda-tanda kecil kiamat itu ada yang telah terjadi dan ada yang belum terjadi, diantara para ulama ada yang menyebutkan bahwa ada sekitar 131 tanda-tanda kecil sebelum terjadinya kiamat. Diantara tanda-tanda kecil sebelum terjadinya kiamat:
1. Syahadatuz zuur (kesaksian palsu) dalam sebuah hadis dikatakan: “Inna bayna yadayis saa’ah…syahaadatuz zuur” HR.Ahmad, beberapa peristiwa sebelum terjadinya kiamat, merebak dan menjamurnya kesaksian palsu. Para ulama mengatakan bahwa kesaksian palsu ini bukan hanya dalam dunia hukum dan peradilan, tapi disemua lini kehidupan. Begitu mudahnya orang memberikan kesaksian palsu dan penuh kedustaan, tanpa merasa takut atau pun bersalah.
2. Kitmaan syahadatil haq (menyembunyikan kesaksian yang sesungguhnya), dalam sebuah hadis: “Inna Bayna yadayis saa’ah, kitmaanu syahaadatil haq”…. Diantara tanda kiamat, menyembunyikan kesaksian yang sesungguhnya. Saat kita menyaksikan kezaliman, kesewenang-wenangan, seseorang memakan hak orang lain, kemudian kita diam, maka ini tergolong dalam diam terhadap kebenaran atau menyembunyikan kesaksian yang sesungguhnya.
3. Takhwinul amiin wa iktimaanul khaa-in, kita khianati orang yang jujur dan kita berikan kepercayaan kepada para pengkhianat dan mereka-mereka yang tidak jujur. Rasul bersabda: “walladzi nafsu muhammadin bi yadihi, La taquumus saa’ah hatta yukhawwan al-amiin wa yuktamanul khaa-in” kiamat tidak akan terjadi hingga yang jujur dan amanah tidak dipercayai dan yang berkhianat diberikan kepercayaan. dan diantara gambaran dari hadis ini adalah menyerahkan sebuah urusan kepada yang bukan ahlinya.
4. Tha-atuz zaujah wa ‘uquq Ummihi: Seorang suami taat kepada Istri dan durhaka kepada ibunya (HR. Tarmidzi)
5. Zakhrafatul masaajid wat tabaahi bihaa (gemar menghiasi masjid dan berbangga-bangga dengan perbuatan tersebut). Rasul bersabda: “La Taqumuus saa’ah hatta yatabaahan naasu fil masaajid” kiamat tidak akan terjadi hingga manusia bermegah-megahan dengan masjid. Banyak yang tidak fokus lagi dengan esensi utama dari masjid, sibuk menghias-hiasi dan memperindah masjid bahkan dengan mengeluarkan milyaran rupiah, tapi akhirnya yang memakmurkan masjid tidak sebanding dengan dana yang dikeluarkan.
6. Yakunuu za’iimul qaumi ardzaluhum (banyaknya para pemimpin dari golongan orang-orang yang lemah). Baik lemah imannya, lemah kepemimpinannya, lemah ide dan gagasannya. Padahal diantara syarat-syarat menjadi pemipin adalah: alqawiyyu (kuat) al-amiin (bisa dipercaya atau amanah).

Jamaah shalat jumat yang dimuliakan Allah.
Banyak tanda-tanda kecil sebelum terjadinya kiamat, yang semua itu patut kita pelajari, kita renungkan dan menjadi bahan evaluasi dalam kehidupan kita.
Adapun tanda-tanda kiamat besar ada 10, sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Bajuri dalam kitab jauharah Tauhid saat beliau menjelaskan tentang iman terhadap hari akhir:
1. Munculnya Imam Mahdi
2. Munculnya dajjal
3. Turunnya Nabi Isa ‘alaihissalaam. Namun bukan sebagai Nabi terakhir, tapi Nabi Isa melanjutkan risalah Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam, diantara tugas beliau adalah: yaksirus shaliiba (menghancurkan salib) dan yaqtulul khinziira (memusnahkan babi) dan juga diantara tugas mulia Nabi Isa ‘alaihissalam adalah untuk membunuh dajjal La’natullah.
4. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj
5. Munculnya Dabbah (binatang melata) dari dalam tanah. Berdasarkan firman Allah dalam surat An-Namlu 82: “Wa Idza Waqa’al qaulu ‘alaihim ‘akhrajnaa lahum daabbatam minal ardhi, tukallimuhum annannaasa kaanuu bi aayaatina la yuuqinuuun” artinya: Dan apabila telah jatuh perkataan atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari dalam bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.
Sebagian para ulama seperti Ibnu Abbas, Hasan dan Qatadah dan pendapat ini dikuatkan oleh Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari berpendapat bahwa hewan melata ini benar-benar berbicara kepada manusia. Pendapat lain dari Ibnu Abbas dan dipilih oleh Imam Bajuri bahwa maksud berbicara disini adalah membeberkan tentang identitas manusia, yaitu dengan menulis di dahi orang kafir, kafir dan menulis di dahi orang mukmin, mukmin.
6. Keluarnya asap dari bumi. Allah berfirman, “Fartaqib yauma taktis samaa-u bi dukhan mubiin. Yaghsyan Naasa, hadza adzaabun aliiim” artinya: tunggulah saat langit membawa asap yang nyata, yang meliputi dan menyelimuti manusia, ini adalah azab yang pedih (ad_dukhan 10-11). Asap tersebut akan berada di bumi selama 40 hari. Asap itu akan masuk ke dalam hidung, kedua mata, bahkan dubur orang kafir, yang akan membuat mereka seperti orang yang sedang mabuk, dan akan mengenai orang mukmin seperti seseorang yang sedang menderita penyakit zukam (flu).
7. Matahari terbit dari barat
8. Hancurnya Ka’bah setelah Nabi Isa wafat.
9. Diangkatnya Alquran bahkan tidak adalagi yang menghafal alquran ketika itu
10. Manusia menjadi kafir.

*Khutbah jumat di masjid Baiturrahman banda Aceh, disampaikan oleh: Ust. H. Surianto Sudirman, Lc,.MA (Mudir Dayah Terpadu Nurul Ikhwah Nagan Raya) pada tanggal 23-Februari-2024.

Dialog

Pustaka Baiturrahman

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

copyright @acehmarket.id 

MRB Aceh

Media Humas dan Informasi
Mesjid Raya Banda Aceh

MRB Aceh merupakan media humas dan informasi Unit Pelaksana Teknis Daerah Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman