Teladan Syaikh Wahbah Az-Zuhaili

Gema JUMAT, 14 Agustus 2015 Oleh Ahmad Faizuddin Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Allah SWT telah memanggil salah satu hamba kesayangannya, Syaikh Wahbah Az-Zuhaili, pada 8 Agustus lalu di usianya yang ke-83 (1932-2015). Kebanyakan sahabat dan muridnya mengakui, bahwa beliau adalah orang yang sederhana dan sangat disiplin. Inilah teladan yang perlu dicontoh oleh generasi … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Gema JUMAT, 14 Agustus 2015
Oleh Ahmad Faizuddin
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Allah SWT telah memanggil salah satu hamba kesayangannya, Syaikh Wahbah Az-Zuhaili, pada 8 Agustus lalu di usianya yang ke-83 (1932-2015). Kebanyakan sahabat dan muridnya mengakui, bahwa beliau adalah orang yang sederhana dan sangat disiplin. Inilah teladan yang perlu dicontoh oleh generasi penerus bangsa.
Saya tidak mengenal beliau secara langsung. Hanya melalui salah satu karya besarnya yaitu kitab al-Fiqh alIslamiy wa Adillatuhu, sebuah kitab fiqh perbandingan mazhab yang dicetak pertama kali oleh Dar al-Fikr di Damaskus pada 1984, terdiri dari 9 jilid besar.
Syaikh Wahbah Az-Zuhaili adalah ulama kontemporer yang menguasai berbagai disiplin ilmu, khususnya Fiqh dan ushul Fiqh. Beliau jebolan universitas Al-Azhar, Cairo dan Universitas ‘Ain Syams, Mesir. Karena kepakarannya, beliau dijuluki “Imam As-Suyuthi Kedua”.
Beliau dilahirkan di sebuah desa, Dir ‘Athiah di sebelah utara Damaskus, Syiria pada 6 Maret 1932 M dari pasangan Musthafa Az-Zuhaili dan Fathimah Binti Musthafa Sa’dah. Ayahnya adalah penghafal Al-Qur’an yang bekerja sebagai pedagang sekaligus petani, dan ibunya seorang yang teguh berpegang pada ajaran Islam. Kepergian beliau tentu saja sebuah kehilangan besar bagi ummat Islam.
Meninggalnya seorang ulama berarti hilangnya ilmu dan penerangan di atas muka bumi ini. Dan ini merupakan salah satu tanda-tanda akhir zaman.
Dalam sebuah hadits Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT tidak mengangkat ilmu dengan sekali mencabutnya dari manusia. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mematikan para ulama, sehingga apabila Allah tidak menyisakan lagi seorang ulama pun, maka manusia akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang jahil. Mereka (para pemimpin itu) ditanyai (tentang sesuatu), lalu merekapun memberikan fatwa tanpa ilmu. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan (manusia) (HR Al-Bukhari dalam Kitab Al-‘Ilm Nomor  100, dan Muslim dalam Kitab Al-‘Ilm Nomor  2673).
Membaca riwayat hidup Syaikh Wahbah Az-Zuhaili, beliau senantiasa menjadi nomor satu di semua jenjang pendidikannya. Hal ini menunjukkan ketekunan beliau dalam belajar. Motto hidupnya adalah inna sirra al-najah fi al-hayat ihsanu al-shilah billahi ‘azza wa jalla (sesungguhnya rahasia kesuksesan dalam hidup adalah membaikkan hubungan dengan Allah ‘Azza wa Jalla). Maka, tak heran beliau sangat sungguh belajar dan menjauhkan diri dari hal-hal yang mengganggu belajar.
Konon katanya, sewaktu masa mudanya, Syaikh Wahbah Az-Zuhaili biasa menghabiskan waktu untuk menulis sampai 16 jam sehari. Beliau tidak pernah tidur siang dan juga rajin berolahraga.
Syaikh Wahbah Az-Zuhaili sangat produktif dalam menulis. Dr Badi’ AsSayyid Al-Lahham dalam buku biografi berjudul Wahbah Az-Zuhaili al-‘Alim al-Faqih al-Mufassir menyebutkan ada sekitar 200 karya tulis Syaikh Wahbah. Disamping itu, ada juga 500-an karya dalam bentuk jurnal dan makalah ilmiah. Dr Badi’ mengumpamakan Syaikh Wahbah Az-Zuhaili seperti Imam AsSuyuthi (wafat  1505 M) yang telah menulis 300 judul buku.
Syaikh Wahbah Az-Zuhaili juga telah merampungkan penulisan 14 jilid ensiklopedia fiqh berjudul Mausu’at al-Fiqh al-Islami wa al-Qadhaya alMu’ashirah yang diterbitkan Darul Fikr. Salah satu karyanya yang juga terkenal di Indonesia adalah Tafsir Al-Munir yang terdiri dari 16 jilid.
Bagi ahli hisap (baca: perokok) mungkin tidak akan terlalu menyukai Syaikh Wahbah Az-Zuhaili. Ketika menjabat sebagai mufti Syiria, beliau memaparkan bahwa rokok itu hukumnya haram. Hukum asal rokok itu adalah makruh. Namun, dengan dalil banyaknya racun yang terkandung di dalam rokok dan banyaknya dampak negatif yang ditimbulkannya, maka ia menjadi haram.
Syaikh Wahbah Az-Zuhaili seorang ulama yang patut kita jadikan contoh teladan. Beliau tumbuh ditangan seorang ayah yang ‘alim dan shaleh, sehingga termotivasi untuk terus belajar dan belajar. Selain mengabdikan hidupnya untuk belajar, beliau juga mengajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan, sehingga lahir begitu banyak karya dari tangan dan buah pikirannya.
Semoga Allah SWT menjadikan beliau ahli surga atas jasa-jasanya yang tak terkira kepada ummat. Semoga kita bisa mencontoh teladan beliau dan meneruskan semangat keilmuannya. Wallahu a’lam.
Penulis, mahasiswa program doctoral di Kulliyyah of education (KOeD), International Islamic university Malaysia (IIuM).

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Mendambakan Qalbun Salim

GEMA JUMAT, 20 OKTOBER 2017 Oleh H. Basri A. Bakar “Ketahuilah bawa di dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila dia baik maka akan baiklah

Bersiap untuk Kembali

Oleh : Nurjannah Usman   Mendung bukan hujan Gelap tapi bukan malam Menderu bukan ombak Dilautan sana Deru besar menggema Semakin lama semakin menghampiri Ba’da

Tugas Berdakwah

GEMA JUMAT, 26 OKTOBER 2018 Oleh H. Basri A. Bakar Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru menuju Allah, mengerjakan amal yang shalih

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman