Terbukti Lakukan Penistaan Agama Pengikut Gafatar Dipenjara

Banda Aceh (Gema) – Enam terdakwa penista agama dari kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) divonis dengan hukuman 3-4 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (15/06). Majelis hakim yang diketuai Syamsul Qamar dibantu hakim anggota Muhibuddin serta Ahmad Nakhrawi Mukhlis menyatakan keenam terdakwa terbukti bersalah. Keenam terdakwa penista agama itu masingmasing, ketua … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Banda Aceh (Gema) – Enam terdakwa penista agama dari kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) divonis dengan hukuman 3-4 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (15/06).
Majelis hakim yang diketuai Syamsul Qamar dibantu hakim anggota Muhibuddin serta Ahmad Nakhrawi Mukhlis menyatakan keenam terdakwa terbukti bersalah.
Keenam terdakwa penista agama itu masingmasing, ketua Gafatar Aceh atas nama T Abdul Fatah dihukum empat tahun penjara. Sedangkan lima terdakwa lainnya, masingmasing M Althat Mauliyul Islam, Musliadi, Fuadi Mardhatillah, Ayu Ariestyana dan Rida Hidayat dihukum masing-masing tiga tahun penjara. Hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa T Abdul Fatah sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Banda Aceh, empat tahun penjara.
Sedangkan hukuman bagi lima terdakwa lainnya lebih rendah satu tahun dibandingkan tuntutan JPU. Pada persidangan sebelumnya, JPU juga menuntut kelima terdakwa tersebut masing-masing empat tahun penjara.
Dalam amar keputusannya, majelis hakim mengatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan penistaan dan penodaan terhadap agama Islam. Para terdakwa terbukti melanggar pasal 156 huruf a KUHP.
Majelis Hakim menyebutkan berdasarkan fakta di persidangan berupa keterangan saksi dan bukti surat terungkap, para terdakwa terbukti menyebarkan ajaran Millata Abraham.
Padahal ajaran Millata Abraham telah dinyatakan sesat dan menyesatkan baik oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh maupun dari Surat Keputusan Bersama dan Surat Keputusan Gubernur Aceh tentang larangan penyebaran ajaran sesat Millata Abraham.
Sebelum menjatuhkan hukum, majelis hakim mempertimbangkan hal memberatkan dan meringankan. Hal memberatkan, perbuatan para terdakwa meresahkan masyarakat. Selain itu, menurut majelis hakim, para terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dalam menegakkan syariat Islam. Para terdakwa menyebarkan ajaran Millata Abraham yang telah dinyatakan sesat dan menyesatkan.
Para terdakwa sama sekali tidak menunjukkan penyesalan atau rasa bersalah atas perbuatannya. Sedangkan yang meringankan, para terdakwa masih muda,  belum pernah dihukum dan terdakwa tulang punggung keluarga.
Atas vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh tersebut, para terdakwa maupun penasihat hukumnya menyatakan banding. Sedangkan jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir.
Keputusan tersebut disambut baik kalangan DPRK Banda Aceh. Ketua Komisi D DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar berharap para pelaku mendapatkan perlakuan khusus selama dipenjara, menurut Farid, para pelaku harus didampingi oleh para ustadz yang berkompeten untuk meluruskan kembali akidah para pengikut Gafatar tersebut.
Karena, kata Farid,  jangan sampai kemudian penjara itu akan menjadi lahan baru bagi dakwah versi mereka ini, makanya mereka harus didampingi oleh paara ustadz yang memiliki kompentensi untuk meluruskan akidah anakanak itu, sehingga penjara itu bukan hanya sekedar hukuman tapi juga untuk mengembalikan mereka kepada jalan yang benar.
Millata Abraham Seperti diberitakan sebelumnya, pada 7 Januari 2015, ratusan warga Gampong Lamgapang Kecamatan Krueng Barona Jaya,  mendatangi salah satu ruko milik LSM Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang diduga menyebarkan aliran sesat.
Aksi masyarakat tersebut berjalan damai dan pengurus Gafatar yang berjumlah 16 orang terdiri dari laki-laki dan perempuan itu digiring pihak kepolisian ke Mushalla gampong setempat untuk diminta keterangan terkait gerakgerik LSM tersebut. Ke 16 anggota Gafatar sempat ditahan di Polresta Banda Aceh, namun 10 diantaranya dilepas karena dianggap sebagai korban, sementara enam lainnya diproses hukum.
Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Badan Kesbangpolinmas Aceh M. Nasir Zalba. Nasir  mengakui LSM Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) pernah mengajukan permohonan sebagai organisasi yang terdaftar pada Kesbangpolinmas provinsi Aceh. (Abi Qanita)

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Melestarikan Alam

GEMA JUMAT, 25 JANUARI 2019 Oleh H. Basri A. Bakar “Kami tidak ciptakan langit dan bumi serta apa yang berada di antara keduanya kecuali de­ngan (tujuan) yang hak dan dalam waktu yang ditentukan.” (QS. Al-

Masjid Ramah Anak

Masjid Ramah Anak Masjid memiliki fungsi bukan hanya  sebagai sarana untuk ibadah shalat  tetapi banyak hal dapat dilakukan seperti wahana dan pengembangan potensi anak dan

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman