TPA Banda Aceh Hasilkan Gas dan Siap Suplai untuk Warga Sekitar

Gema JUMAT, 9 Oktober 2015 Banda Aceh-Gema Sebanyak 60 rumah di lorong lima gampong Jawa kecamatan Kutaraja kota Banda Aceh akan menikmati gas secara gratis yang berasal dari tempat pembuangan akhir (TPA) Gampong Jawa Banda Aceh. Demikian disampaikan Kabid Persampahan Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota (DK3) Banda Aceh Mirzayanto, Rabu (07/10). Menurutnya saat ini gas … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Gema JUMAT, 9 Oktober 2015
Banda Aceh-Gema Sebanyak 60 rumah di lorong lima gampong Jawa kecamatan Kutaraja kota Banda Aceh akan menikmati gas secara gratis yang berasal dari tempat pembuangan akhir (TPA) Gampong Jawa Banda Aceh.
Demikian disampaikan Kabid Persampahan Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota (DK3) Banda Aceh Mirzayanto, Rabu (07/10).
Menurutnya saat ini gas metan yang berasal dari gunungan sampah telah dinikmati lima rumah disekitar TPA yang merupakan pekerja di TPA tersebut. Sedangkan untuk 60 rumah lainnya sedang dibangun intalasi penyaluran dan akan selesai dalam tahun ini.
Mirzayanto menyebutkan pemberian gas secara cuma-cuma tersebut juga sebagai kompensasi bagi warga di sekitar TPA yang selama ini mencium bau-bau sampah.
“Sudah kita manfaatkan untuk memasak dan penerangan, kita sudah lama memantau potensi gas di TPA tapi baru tahun ini kita pasang jaringan pipa pengumpul gas, targetnya 60 rumah di Gampong Jawa bisa langsung memakai gas untuk memasak,” ujarnya. Selain gas, TPA Gampong Jawa juga menghasilkan energi listrik sebesar 40 ribu Watt digunakan untuk menghidupi genset, jika memungkinkan, energi listrik itu juga akan disuplai kepada warga sekitar yang sebagiannya bekerja sebagai pemulung sampah di TPA tersebut.
Mirzayanto menjelaskan gas metan itu berasal dari pengolahan lumpur tinja (PLT) dan tumpukan sampah yang diperkirakan cukup hingga 25 tahun kedepan.
Menjadi Pupuk
Jika tidak memperhatikan papan nama di pintu masuk, maka anda tidak akan menyangka sedang berada di tempat pengolahan kotoran manusia menjadi pupuk tinja kering yang dikelola oleh dinas kebersihan dan keindahan kota (DK3)
Banda Aceh ini. Anda serasa sedang berada di sebuah tempat rekreasi yang rimbun dan sejuk.
IPLT ini berada bersebelahan dengan tempat pembuangan akhir (TPA). Di bagian depannya, mengalir Krueng Aceh yang bermuara ke lautan sekira 300 meter dari lokasi itu. Di sisi lainnya, terdapat pula pantai yang ramai dikunjungi warga, terutama pada hari libur.
Selain menghasilkan pupuk tinja kering yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja secara gratis, air yang dibuang setelah melewati sejumlah proses di IPLT ini tidak membahayakan lingkungan sehingga aman dibuang ke badan air, sungai maupun laut.
Hendra Gunawan SHut, kasi IPLT bidang persampahan DK3, mengatakan pihaknya menggunakan dua sistem pengolahan lumpur tinja di tempat itu, yakni sistem terbuka dan sistem tertutup.
Untuk instalasi sistem terbuka, kata dia, merupakan bantuan dari JICA pada 2005 yang terdiri dari dua imhoff tank berkapasitas masing-masing 50 m³ dan enam kolam penampungan. “Rata-rata, setiap hari ada 30 m³ lumpur tinja yang diangkut dengan tujuh mobil tangki dari rumah warga Banda Aceh dan Aceh Besar yang kita olah di sini,” kata Hendra.
Proses awal, jelas pria murah senyum ini, lumpur tinja diendapkan selama dua minggu di dalam imhoff tank untuk menurunkan kadar organik lumpur tinja dan bakteri-bakteri penyebab penyakit seperti bakteri coli.
”Setelah itu baru kita alirkan ke kolam yang pertama yakni kolam anaerobik. Di sini, lumpur tinjanya mengendap di dasar kolam sementara airnya jika telah penuh mengalir ke kolam fakultatif.”
Dari kolam fakultatif, lanjutnya, air limbah dialirkan ke kolam maturasi. “Air limbah dari kolam maturasi ini sudah layak dibuang ke badan air dan aman bagi lingkungan. Buktinya ikan pun bisa hidup di kolam ini. Ada ikan lele dan nila yang kita pelihara di sini,” katanya.
Nah, materi yang digunakan untuk pupuk tinja kering adalah endapan yang berada di kolam anaerobik yang dikeruk oleh petugas setiap enam bulan sekali. “Endapan tersebut kita jemur terlebih dahulu selama satu minggu dan kemudian sudah siap dipakai sebagai pupuk tinja kering,” katanya lagi.
Untuk instalasi sistem pengolahan lumpur tinja sistem tertutup, tambah Hendra, merupakan bantuan dari Unicef yang dibangun pada 2007. “Sistem ini menerapkan kombinasi pengolahan secara aerobik dan anaerobik. Teknologinya lebih canggih yang terdiri dari digester, sludge stabilization, buffle reactor dan anaerobic filter.”
“Sementara teknologi aerobik yang digunakan adalah planted gravel filter, kolam dan bak pengering lumpur tinja. Kapasitasnya juga lebih besar yakni 85 m³/hari. Proses pengolahan menjadi pupuk kering memakan waktu dua minggu, bak pengeringannya pun dilengkapi dengan atap sehingga tak bermasalah jika sedang turun hujan,” jelas Hendra.
Ia menambahkan, pupuk tinja yang dihasilkan di IPLT Gampong Jawa ini, rutin digunakan oleh DK3 untuk kebutuhan bagi taman kota dan ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di Kota Banda Aceh.
“Pihak dinas pertanian juga kerap menggunakannya untuk proyek penanaman yang mereka lakukan. Untuk masyarakat yang mau menggunakannya kita berikan secara cuma-cuma. Pupuk ini sangat baik baik bagi tanaman dan sangat menyuburkan tanah maupun media tanam lainnya,” ujar Hendra mengakhiri pembicaraan seraya sedikit berpromosi. (adv)
 

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Kejutan Jelang Puasa

Ummat Islam di seluruh dunia akan menunaikan ibadah Ramadhan. Ummat hafal dengan Al-Baqarah 183 yang mewajibkan berpuasa itu hanya orang yang beriman. “Hai orang-orang yang

Mensyukuri Al-Muhshi

Oleh Dr. Sri Suyanta (Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry) Muhasabah 15 Yaumul Bidh Ke-3 Muharam 1440 Saudaraku, dalam kehidupan ini betapa pentingnya aktivitas

Kewajiban Memelihara Harta Waqaf

GEMA JUMAT, 20 APRIL2018 Khatib: Dr.Tgk. H. Husni Musannif, Dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh “Bandingan (pahala) orang yang membelanjakan harta mereka pada jalan Allah

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman