Tradisi Qurban Pedagang Tiongkok

Gema JUMAT, 18 September 2015 Gema takbir bersahutan, jalanan lengang, toko tutup dan aktivitas harian terhenti merupakan penanda hari raya telah tiba di Aceh. Berbeda dengan negara- negara yang minoritas Islam, suasana seperti ini tentu tidak bisa dirasakan dan dinikmati layaknya di tanah air. Kerinduan akan lebaran di rumah dan aneka kegembiraan di kampung halaman … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Gema JUMAT, 18 September 2015
Gema takbir bersahutan, jalanan lengang, toko tutup dan aktivitas harian terhenti merupakan penanda hari raya telah tiba di Aceh. Berbeda dengan negara- negara yang minoritas Islam, suasana seperti ini tentu tidak bisa dirasakan dan dinikmati layaknya di tanah air. Kerinduan akan lebaran di rumah dan aneka kegembiraan di kampung halaman adalah harga mahal yang harus dibayar oleh perantau.
Ada berbagai macam tradisi dalam menyambut idul adha di seluruh dunia. Begitu juga di Tiongkok, daratan yang disebut sebagai negeri komunis dan minoritas Islam. Tiongkok yang dikenal sebagai negara berpenduduk terbesar di dunia. Umat Islam di Tiongkok berasal dari suku Uyghur, Han dan Hui yang teresebar di seluruh penjuru Tiongkok. Suku-suku tersebut umumnya berdomisili di Provinsi Xinjiang, Gansu, Shaanxi, Yunnan dan Ningxia.
Beijing, ibukota negara Tiongkok memiliki jumlah ummat muslim yang cukup besar. Lebih dari 10% penduduk Beijing beragama Islam merupakan pendatang dari provinsi tersebut dan warga negara asing yang bekerja atau menempuh pendidikan disana. Meskipun begitu, perayaan hari raya tidaklah begitu menjadi perhatian di Tiongkok.
Suasana hari raya hanya terjadi ketika berada di masjid, saat melakukan shalat ‘ied. Di luar masjid, hari suci bagi ummat muslim seluruh dunia bergembira seolah dongeng dari kejayaan Islam di masa lalu. Di hari ini, tidak ada toko yang tutup. Hanya beberapa komunitas kecil di negeri yang merayakan hari kurban secara berkelompok.
Pedagang muslim yang kebanyakan membuka usaha warung makan justru menjadi keunikan tersendiri bagi perayaan qurban. Para laoban (bos, pemilik warung) akan menunggu pengunjungnya di depan pintu. Mereka mengamati pengunjung satu persatu, khususnya ummat Islam.
Di belakang mereka sudah menyiapkan berbungkus-bungkus daging qurban yang sudah direbus. Daging kambing yang sudah diolah dengan rempah tersebut tinggal digoreng atau dimakan begitu saja. Daging-daging ini akan didistribusikan kepada pengunjung muslim yang umumnya berstatus pelajar.
Sebelum memberikan daging tersebut, mereka akan mendatangi si pengunjung. Menjelaskan tujuan memberikan daging qurban kepada agar si penerima tidak tersinggung. Mereka khawatir bila dianggap tidak sopan memberikan makanan kurban tersebut.
Penjelasan yang diberikan berkaitan denan makna hari raya qurban, sejarah mengapa qurban disembelih. Lalu, seberapa banyak daging yang diberikan kepada si penerima dan tujuannya apa. “Daging ini ikhlas saya berikan kepada anda. Insya Allah halal.” Pemberi menekankan kata halal saat menyerahkan.
Tradisi memberikan daging qurban kepada pengunjung muslim merupakan
tradisi pedagang muslim Tiongkok beragama Islam di Beijing. Tidak hanya laoban yang bekerja di rumah makan. Bagi para pedagang daging di pasar poton pun akan melakukan hal yang sama. Memberikan daging kambing mentah kepada pengunjung langganannya, khsususnya bagi perantau yang menuntut ilmu. Padahal, daging kambing adalah daging termahal di Tiong- kok. Harga 1 jin (500 gram) daging kambing seharga 35 RMB atau lebih dari 70 ribu rupiah.
Para pedagang muslim percaya, dengan berbagi dan berkorban di hari yang suci akan menambahkan rezeki mereka berkali-kali lipat selama setahun mendatang. bahkan keuntungan yang akan diperoleh akan tergantikan dihari yang sama pula. Tidak perlu menunggu minggu depan, bulan depan atau setahun kemudian. Karena, rezeki Allah maha luas. Tak akan miskin dengan bersedekah kepada sesama ummat manusia.
Penulis, alumni Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Ar-Raniry Band Aceh. Saat ini berdomisili di Beijing, dan sedang menempuh pendidikan di Communication University of Chinan

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Wakaf untuk kesejahteraan umat

Buku Wakaf untuk kesejahteraan umat Pengarang : Dr. H. Imam Suhadi, S.H. Penerbit : Dana Bhakti Prima Yasa Tahun terbit : 2002 Kolasi : 235

Anggota DPRA Kunjungi SMA Negeri Keuluang

Calang (GEMA) – Mantan Bupati Aceh Jaya, Ir. H. Azhar Abdurrahman yang kini menjabat anggota DPR Aceh mengunjungi SMA Negeri Keuluang, Kamis, (4/10). Kunjungan tersebut

Tanggung Jawab Pemimpin

Gema JUMAT, 7 Agustus 2015 Oleh H. Basri A. Bakar “Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang di pimpinnya, Seorang penguasa adalah

Keluhan Pedagang, Tingginya Harga Sembako

Oleh : Nurjannah Usman Siang itu, saya pergi berbelanja perlengkapan dapur ke kios sembako wilayah kami, rupanya disitu bertemu kembali dengan ibu Fatimah. Beliauh lagi

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman