Wisata Islami yang Menjanjikan

Pasca Tsunami tahun 2014 silam, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke provinsi Aceh menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ketahun. Tujuan dari kunjungan wisatawan tersebut umumnya ke Kota Banda Aceh, Pulau Sabang serta Aceh Tengah. Tidak jarang juga yang ke Simeulu, Aceh Singkil (Pulau Banyak) serta Aceh Besar. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Pasca Tsunami tahun 2014 silam, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke provinsi Aceh menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ketahun.
Tujuan dari kunjungan wisatawan tersebut umumnya ke Kota Banda
Aceh, Pulau Sabang serta Aceh Tengah. Tidak jarang juga yang ke Simeulu, Aceh Singkil (Pulau Banyak) serta Aceh Besar.
Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat jumlah kunjungan wisman ke
Aceh pada tahun 2015 ini (Januari-Juli) sudah mencapai angka 15.435 orang, angka ini mengalami peningkatan hingga 12 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun  lalu (Janu ari-Juli 2014).
Kepala BPS Aceh Hermanto mengakui Aceh menjadi target dari wisatawan muslim, hal itu terlihat dari dominasi kunjungan wisatawan dari negeri jiran Malaysia. Menurut Hermanto dari 15.435 orang yang mengunjungi Aceh selama tahun 2015, 10.221 di antaranya berasal dari Malaysia.
Sementara itu untuk mendukung kunjungan wisatawan Muslim tersebut
pada awal April 2015 lalu, pemerintah Kota Banda Aceh juga meluncurkan program Banda Aceh World Islamic Tourism.
Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, kota dengan
visi Banda Aceh model kota madani merupakan salah-satu tujuan wisata
dimana menawarkan berbagai destinasi yang berbeda dengan belahan dunia lain, yakni wisata religi dan tsunami heritage.
Kata Illiza, Kebudayaan Aceh sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Islam dimana tidak ada satupun kebudayaan yang hidup dan berkembang di Aceh yang bertentangan dengan ajaran Islam.
“Kita bisa melihat setiap harinya ada wisatawan mancanegara yang berdatangan ke Banda Aceh, baru-baru ini saya menerima
rombongan wisman dari Brunai Darussalam dan Malaysia, mereka adalah wisatawan muslim yang ingin sekali mengunjungi Banda Aceh, ingin ke Masjid raya Baiturrahman, ”Ujar Illiza saat memberikan sambutan pada dakwah umum di Taman Sari (Bustanil Salatin) akhir pekan lalu.
Kegiatan yang menghadirkan dua penceramah dari Malaysia itu turut
menghadirkan grup Nasyid Raihan dari Malaysia yang juga disertai 40 orang rombongan. Selain memenuhi undangan Pemko Banda Aceh mereka juga dalam rangka berwisata ke Banda Aceh.
SDM dan Infrastruktur Pariwisata Perlu Dibenahi Sementara itu Ketua
Komisi D DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar meminta kepada Pemerintah kota Banda Aceh untuk menyiapkan berbagai even guna menarik kunjungan wisatawan dalam rangka mendukung program Banda
Aceh World Islamic Tourism.
”Kita Apresiasi Pemko yang telah mendeklarasikan Banda Aceh sebagai tujuan wisata dunia Islam, untuk itu Perlu didesain program menarik, sehingga Banda Aceh layak dikunjungi, apa yang ditawarkan harus jelas,”ujar nya.
Farid meminta Pemerintah kota Banda Aceh melalui dinas terkait menyiapkan kalender even pariwisata setahun penuh, sehingga wisatawan mengetahui even apa saja yang ada di Banda Aceh.
”Sehingga mereka para wisatawan bisa menentukan kapan ke Banda Aceh dan apa yang akan dilihat, misalnya musim maulid atau Ramadhan apa saja agendanya, sehingga mereka akan merasakan Ramadhan atau maulid di Banda Aceh,”ujarnya.
Farid menyebutkan ada beberapa hal yang harus disiapkan oleh Pemko Banda Aceh untuk memajukan dunia pariwisata, Pertama, dinas terkait perlu menyiapkan SDM dan infrastruktur kepariwisataan. “Pemko
harus siapkan perangkatnya, baik SDM dan infrastruktur untuk mendukung tema yang telah diangkat itu,”lanjutnya.
Selanjutnya kata Farid, Pemerintah harus menyiapkan masyarakatnya, sehingga wisatawan yang datang ke Banda Aceh merasa nyaman berada disini, termasuk dalam hal pengaturan tarif transportasi, sebagaimana
yang dilihat di luar Aceh. “Bukan hanya jargon peumulia jamee adat geutanyoe, tapi bagaimana menjamin orang yang datang ke Banda Aceh merasa bersahabat dengan warga Banda Aceh,”ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banda Aceh ini.
Kemudian, lanjut Farid, Pemko juga harus menetapkan kembali kawasan-kawasan dan gampong-gampong yang menjadi model dan itu tidak didapatkan wisatawan di daerah lain. Misalnya gampong-gampong bekas tsunami.
Farid mengakui kota Banda Aceh memiliki potensi untuk mewujudkan cita-cita sebagai tujuan wisata dunia jika dikelola secara serius, apalagi dengan kondisi Aceh saat ini yang sudah damai. Abi Qanita

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

Ingat Mati

Sri Suyanta Harsa Muhasabah Yaumul Bidh Ke-2, 14 Muharam 1441 Saudaraku, tema muhasabah hari ini masih meneruskan tentang nasihat Ali bin Abu Thalib kepada anandanya

Imam Besar Prof Azman Ismail Lantik Pengurus RMRB Periode 2023-2025

Remaja Masjid Raya Baiturrahman (RMRB) Aceh bekerja sama dengan Yayasan Darul Itqan dan  Majelis Asyura Baiturrahman menggelar kegiatan Tabligh Akbar, doa bersama, dan pelantikan Pengurus RMRB di halaman MRB, Banda Aceh, Sabtu, (9/12/2023). Kegiatan tersebut dihadiri Syaikh Saeb Muhammad Helles dari Gaza Palestine.  Sementara Imam Besar MRB  Prof Dr Tgk H Azman Ismail MA mengukuhkan dan melantik Pengurus RMRB Periode 2023-2025.

Dilema Aceh Carong

Aceh memiliki hari istimewa, setiap tanggal 2 September diperingati sebagai Hari Pendidikan Aceh. Pendidikan di Aceh memiliki keistimewaan melalui UU No. 44 Tahun 1999 tentang

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman