Yang Penting Sah

Oleh Eriza M. Dahlan Pernikahan merupakan momen yang penuh kebahagiaan, apalagi bagi pasangan mempelai pria dan wanita. Untuk itu, keluarga dari kedua belah pihak biasanya melangsungkan perjamuan atau walimah setelah akad nikah diikrarkan. Acara itu dimaksudkan sebagai bentuk syukur atas status baru yang dimiliki si pria dan wanita, yaitu sebagai suami-istri. Resepsi pernikahan atau walimah … Read more

...

Tanya Ustadz

Agenda MRB

Oleh Eriza M. Dahlan

Eriza, S.Sos.I

Pernikahan merupakan momen yang penuh kebahagiaan, apalagi bagi pasangan mempelai pria dan wanita. Untuk itu, keluarga dari kedua belah pihak biasanya melangsungkan perjamuan atau walimah setelah akad nikah diikrarkan. Acara itu dimaksudkan sebagai bentuk syukur atas status baru yang dimiliki si pria dan wanita, yaitu sebagai suami-istri.

Resepsi pernikahan atau walimah merupakan tradisi yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada umatnya. Perintah untuk menggelar walimah disampaikan Rasulullah SAW ketika putrinya, Fatimah RA, dipinang Ali bin Abi Thalib RA. Beliau bersabda, ”Sesungguhnya pada perkawinan harus diadakan walimah.” (Shahih Jami’us Shaghir no:2419 dan Al-Fathur Rabbani XVI:205no:175).

Janganlah walimah dijadikan sebagai momen untuk memamerkan kekayaan. Tidak perlu pihak tuan rumah memberatkan diri di luar kemampuannya. Apalagi, sampai berutang yang ditambah pula dengan riba hanya untuk terlihat prestise dalam beberapa hari pesta. Nabi SAW sendiri mencontohkan kesederhanaan dalam menyelenggarakan walimah.
Rasulullah SAW lalu mengundang kaum Muslimin untuk menghadiri walimahnya. Dalam walimah itu para undangan tak disuguhi roti maupun daging.  Hidangan yang disajikan bagi para tamu undangan hanyalah kurma kering, gandum dan minyak samin. Hal ini diajarkan Rasullah untuk menghindarkan umat Islam terjerat dari utang, karena memaksakan diri mengadakan walimah di luar batas kemampuan.

Sebab, niat yang benar untuk melaksanakan walimah ialah bersyukur melalui berbagi. Karena itu, undanglah karib kerabat, tetangga dan rekan-rekan. Tidak hanya mempererat tali silaturahim, doa yang diucapkan dari lisan mereka juga insya Allah memunculkan keberkahan.

Dalam momen walimah, hendaknya pihak tuan rumah tidak melupakan kalangan fakir miskin dan orang-orang tak mampu. Jangan mengadakan pesta dengan mengundang hanya orang kaya. Sabda Nabi SAW, “Seburuk-buruk makanan adalah makanan pesta yang dilarang dimakan oleh orang-orang yang mendatanginya, sementara orang-orang yang menolak datang malah diundang.”

Dalam riwayat Bukhari-Muslim, beliau bersabda, “Seburuk-buruknya hidangan adalah makanan walimah, yang diundang untuk menghadirinya hanyalah orang-orang kaya, sedangkan orang-orang fakir tidak diundang.”

Adab islami juga berlaku bagi pihak yang diundang. Rasulullah SAW menyuruh umatnya untuk menghadiri undangan bila memang tak ada aral melintang yang menghalanginya untuk datang.

“Barang siapa tidak memenuhi undangan, maka ia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya,” sabda beliau.

Bahkan, orang yang sedang berpuasa pun tetap diwajibkan untuk memenuhi undangan. Abu Said al-Khudri menuturkan, “Aku membuat makanan untuk Rasulullah SAW, lalu beliau datang kepadaku bersama para sahabat.

Ketika makanan dihidangkan, seorang dari mereka berkata, ‘Sesungguhnya aku berpuasa.’

Rasulullah SAW kemudian mengatakan, ‘Saudara kalian telah mengundang kalian dan mengeluarkan beban untuk kalian.’

Lalu, beliau mengatakan kepadanya, ‘Batalkanlah puasamu, lalu puasalah satu hari sebagai gantinya jika engkau suka.’ Beliau juga bersabda ‘Apabila salah seorang di antara kalian diundang, maka penuhilah undangan itu. Jika ia berpuasa, maka hendaklah ia mendoakannya (si tuan rumah) dan jika tidak berpuasa, maka makanlah (hidangan yang disajikan tuan rumah).’

Pelajaran yang bisa kita ambil adalah, menikah di KUA bisa menjadi solusi bagi banyak pasangan karena tidak memerlukan biaya alias gratis dan tetap memiliki nilai sakralnya serta low budget sehingga tidak perlu menyewa gedung dan uang yang ada bisa dialihkan untuk keperluan lainnya serta tidak perlu berutang untuk membuat acara walimah yang megah-megahan sehingga nantinya juga akan berakibat terjerat utang di kemudian hari.

Intinya di sini adalah kedua belah pihak harus setuju jika mau menikah di KUA walaupun tempatnya sederhana, tetapi sekarang ini di KUA juga sudah ada pelaminannya. Jadi uang untuk sewa gedung bisa dipakai untuk keperluan lainnya.

Menikah di KUA tidak perlu menghabiskan budget banyak hanya perlu untuk menyewa jasa makeup, baju pengantin, fotografer jika dianggap perlu untuk dokumentasi. Jika mau gratis nikah di KUA bisa dilakukan dihari kerja, jika hari libur atau diluar jam kerja harus bayar 600 ribu. Jika mau membuat perayaan syukuran biasa hanya untuk keluarga dan teman dekat saja tidak semewah di gedung-gedung. Semuanya berpulang pada diri masing-masing, mau menikah dengan budget yang murah ataupun mahal. Karena yang paling penting adalah sah menurut hukumnya.

Dialog

Tafsir dan Hadist

Dinas Syariat Islam

MEMBASMI KEMUNGKARAN DI KALANGAN UMAT

GEMA JUMAT, 23 MARET 2018 Oleh Tgk H Muhammad Hatta, Lc., M.Ed (Pimpinan Dayah Madani Al-Aziziyah, Lampeuneurut Aceh Besar) Rasulullah saw diutus kepada ummat manusia sebagai

Hadir Untuk Pemersatu Umat

GEMA JUMAT, 15 SEPTEMBER 2017 SYUKUR Alhamdulillah Tabloid “Gema Baiturrahman” telah berusia 24 tahun. Tahun depan sudah seperempat abad. Gema hadir di tengah-tengah umat dengan

Kedustaan Orang Kafir

Jum’at, 4 september 2015 M/ 20 zulkaidah 1436 H Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman) Tetapi (sebenarnya) telah nyata

Dahsyatnya Pahala Membaca Al-Qurán

GEMA JUMAT, 25 MEI 2018 Oleh: Syahril, S.Pd (Guru SMA Negeri 6 Banda Aceh)                                                                                            Alhamdulillah, kita masih dalam sepuluh  hari pertama di bulan Ramadhan, fase

Menuju Islam Khaffah

Tabloid Gema Baiturrahman

Alamat Redaksi:
Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru,
Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh,
Provinsi Aceh – Indonesia
Kode Pos: 23241

Tabloid Gema Baiturrahman merupakan media komunitas yang diterbitkan oleh UPTD Mesjid Raya Baiturrahman

copyright @acehmarket.id 

Menuju Islam Kaffah

Selamat Datang di
MRB Baiturrahman